Diantara Bintang

Diantara Bintang
Bab 5 : Weekend (2)


__ADS_3

Bahagia itu sederhana, dengan sahabat pun kita bisa merasakannya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Sesampainya di gerbang taman kota BRIZY yang begitu luas, terlihatlah 4 orang most wanted yang begitu digilai para gadis-gadis disana. Ada yang sedang asik pacaran ketika melihat mereka berjalan melintas seketika menjadi histeris dan si cowok dengan tegas memutuskan si cewek karena sakit hati melihat ceweknya melirik 4 most wanted itu.


Anant yang masih sama dengan setelan kemeja hitam dan jas abu-abu serta membawa kopi yang masih tersisa waktu ia beli di cafe kota tadi. Ia berada paling Kiri dari yang lain



diikuti Kastela yang hanya memakai kaos oblong warna hitam dengan lengan pendek.



Selanjutnya Kenta yang memilih memakai kemeja putih dengan dilapisi jaket model jas berwarna biru diluarnya.



dan terakhir Rizwan yang berada paling kanan. Dari temen-temannya dialah yang paling blasteran. Dengan memakai kacamata hitam, tak lupa jaket yang menutupi kulit akan sinar matahari serta senyum maut yang dapat meluluhkan para gadis-gadis ditaman.



Sudah 45 menit mereka fashion show mengelilingi taman kota yang mengakibatkan taman itu terkutuk dan mungkin bisa menjadi mitos. Barang siapa yang memasuki taman Kota BRIZY khususnya para pasangan, maka disanalah mereka akan putus. Jadi jangan coba-coba masuk kesana.


Cukup melelahkan bagi mereka tidak mendapat sesuatu yang menarik, akhirnya mereka beristirahat di sebuah restoran kecil. Tentu saja Kenta yang memesan dengan diikuti bodyguardnya, Rizwan dan Kastela yang begitu pemilih dalam makanan.

__ADS_1


Sibuk mencari tempat duduk, ia malah terbawa disudut ruangan dengan seorang gadis yang tengah memakan makanannya.


Kayak cewek tadi deh, batin Anant ketika melihat rambut gadis itu dikepang.



Merasa lama menunggu Dhafin kembali dari kamar mandi, Izyla berniat mendatanginya. Belum sempat ia berdiri tegak, ia dikejutkan oleh seorang pemuda yang tengah menatapnya.


"Eh coklat tadi," Kata Izyla secara otomatis ketika melihat pemuda itu sama dengan pemuda yang bertemu beberapa jam lalu di cafe kota. "Oh iya, ini kak sebagai gantinya," Kata Izyla lagi sambil memberikan uang 38 ribu sebagai gantinya tadi. Tak lupa dengan sebuah senyuman tulus.


"Gak usah." Dan berniat pergi dari sana, tapi sesegera ditahan oleh Izyla.


"Enggak kak, saya mohon ini diterima. Saya gak mau keutangan budi," Jelas Izyla.


"Cuman gitu kak? Beneran ya, jadi aku udah gak utang lagi." Yang dibalas dengan anggukan oleh Anant


"Namaku..."


"DIANA," Jawab Dhafin tiba-tiba yang sudah ada disana.


"Hah?" Kata Izyla dengan bingung


"Siapa namamu?" Tanya Anant


"Diana!" Tegas Dhafin sambil mendekat. Mendengar perkataan Dhafin membuat Izyla bertanya-tanya. Hingga mendapat kodean Dhafin yang begitu membingungkan dengan pasrah Izylapun menurut.

__ADS_1


"Ah iya, namaku Diana. Panggil aja Ana," Jelas Izyla, beberapa saat kemudian setelah mendapat nama gadis itu Anantpun pergi meninggalkan mereka berdua.


Pantes gue pernah liat dia sebelumnya, ternyata satu sekolah. Sadar Anant mengingat Dhafin yang pernah bersama Izyla waktu di perpustakaan dulu.


"Apa maksud lo Fin?" Tanya Izyla meminta penjelasan.


"Nama lo." Cengir Dhafin.


"Ngubah aja lo. Ah gue mau ngejar tuh cowok mau ngasih tau nama asli guelah." Yang seketika ditahan Dhafin.


"Lo tuh jadi cewek jangan gampangan! Mau ngasih nama lo? Kalau dikemudian hari dia nguntit terus nyulik lo gimana?"


"Ih orang itu tuh sebagai balas budiku karena tadi dibayarin coklat kok."


"Gak mau tau, pokoknya selama ada orang tak dikenal nanyai nama lo jawab aja Diana."


"Btw, ide Diana dapet dari mana bang? Inceran lo ya?"


"Sok tau, itu dari nama gue lah. Aldiano yang gue ubah menjadi Diana. Abang ngasih nama ke adik di jaga ya." Sambil berjalan menuju pintu keluar.


Disisi lain, Kenta yang sedang asik mengobrol disana bersama sahabatnya melihat sekelebatan sosok Izyla dan langsung mengarahkan pandangannya ke Izyla yang baru saja keluar.


"Liat apa lo? Cewek cantik kah?" Tanya Rizwan antusias.


"Gak, cuman cewek culun doang. Gak ada yang menarik," Jelas Kenta dan meminum kopi disana.

__ADS_1


__ADS_2