
15 tahun yang lalu...
"Mama..." tangis seorang pemuda kecil ketika ia dan ibunya disekap disebuah pabrik bekas.
"Tenang sayang, mama selalu ada disini sama Kio," kata seseorang yang dipanggil mama itu yang dirasa masih muda sambil mengusap air mata pemuda kecil itu.
"Kio takut gelap. Takuttt."
"Sabar sayang, tunggu papa dulu ya. Papa masih beli lampu besar buat nerangin Kio."
"Lampu besar? Kio mau."
"Sabar ya sayang. Jangan nangis lagi ya. Mama sayang Kio." Sambil menciumi wajah anak pertamanya itu.
Beberapa saat menunggu, tiba-tiba sebuah pencahayaan masuk ketika pintu mulai terbuka.
"Papa," pekik Kio ketika melihat papanya menyelinap masuk. Tidak semudah itu untuk membebaskan istri dan anaknya. Ternyata ini adalah jebakan dan Ryanpun tertangkap. Dipukul, disiksa hingga tersungkur dilantai membuat Liana berteriak sambil menangis. Tak lain halnya dengan Kio, dia berlari mendekati ayahnya.
Namun sedetik itu pula Kio di dorong oleh Leo hingga kepalanya menatap tiang dari bata. Darah segar yang mengalir begitu deras membuat Liana langsung menggendong anak kecilnya itu.
"Sakit ma," rintihnya. Melihat anaknya begitu menderita diambillah sebuah pistol dari salah satu penjahat yang berada didekatnya. Berniat untuk menembak Leo, namun takdir masih belum memutuskan itu. Melainkan Dian, istri tercinta Leolah yang tertembak tepat dijantungnya.
__ADS_1
Sebenarnya Dian sama sekali tidak tahu tentang masalah ini. Apalagi Dian dan Liana adalah seorang sahabat sejak mereka dibangku SMA. Dan karena dulu Ryan adalah seorang polisi yang akan menangkap seorang pengusaha yang melakukan tindak ilegal sejak saat itu hubungan mereka renggang. Namun Dian tidak membenci Liana. Karena dia juga tahu bahwa suaminya melakukan kejahatan.
Layaknya semua istri yang selalu membela suaminya, Dian juga salah satunya. Hingga ketika ia tahu bahwa Leo berniat menculik Liana dan anak pertamanya untuk mengancam Ryan agar ia terbebas segeralah Dian menuju tepat Leo menyekap Liana.
Melihat Kio yang di dorong oleh suaminya hingga terluka membuat dia juga merasakan apa yang Liana rasa. Begitu sakit melihat anak sahabatnya dilukai suaminya sendiri. Apalagi dia tidak bisa melahirkan seorang anak-mandul.
Masih berdiam diri disana tanpa berani masuk ke dalam. Kemudian ia alihkan melihat Ryan yang sudah tersungkur di lantai tak berdaya. Ia merasa bersalah atas apa yang suaminya lakukan kepada keluarga sahabatnya itu. Tak berlangsung lama ia merenung hingga suara sirene polisi menyadarkannya. Bersamaan Liana yang hendak menembak Leo. Dirasa dia juga tidak bisa memberi keturunan dan bila hidup dia akan selalu merasa bersalah dengan Liana. Kini ia sendiri yang menentukan jalan pilihannya.
Tertembak tepat di jantungnya membuat Dian terjatuh. Sednagkan Liana, seketika ia gemetaran dan syok melihat siapa yang baru saja ia tembak. Suara sirene berbunyi lebih kencang menandakan mulai dekat dengan pabrik itu. Seketika Leo menggendong istri tercintanya tak lupa menyuruh penjahat itu untuk merebut Kio dari Liana.
"Mama..." teriak Zahkio ketika terlepas dari genggaman Liana.
Karena dirasa sudah tidak ada harapan lagi untuk bertemu anaknya Liana dan Ryan pun memilih berpindah tempat di perumahan BRIZY. Disana mereka mulai mengenal keluarga Deon. Memulai usaha bersama hingga bisa berkembang pesat. 1,5 tahun kemudian putri kecil mereka lahir di dunia. Masih mengingat akan putra pertamanya ia memutuskan memberi nama yang hampir sama dengan kakaknya. Azaleo diganti dengan Azalea.
Waktu terus berjalan hingga adik Dhafin pun lahir. Dengan bermurah hati Rina dan Deon memberi nama anaknya Akio Alex Pratama yang dapat mengingatkan Liana dan Ryan pada anak pertamanya. Seolah menyalurkan kasih sayangnya melalui Akio. Semoga disana, Zahkio juga merasakan penuh kasih sayang bila putranya masih hidup di dunia.
***
"Sudah ingat?" Tanya Dhafin menempatkan Anant di sebuah tiang dimana awal dari penyakitnya. Karena ketika itu gyrus fusiform bagian kanan otak mulai merasakan gangguan hingga mengakibatkan buta wajah.
"Gak mungkin kalian bohong," kata Anant masih menyangkal. "Papaku selalu sayang padaku, bahkan dia gak pernah mukul aku sekalipun," jelasnya.
__ADS_1
"Terserah percaya atau tidak, mending lo tanya langsung aja ke papa lo. Gue jamin dia bakal diem gak bisa jawab fakta semua ini," kata Dhafin sambil menuntun Izyla keluar dari pabrik itu bersama keluarganya.
***
Sejak hari itu, Izyla memilih ijin sekolah. Sudah 1 minggu gadis itu tidak ingin masuk. Disamping itu, Kenta juga mulai menghindari gadis itu. Sifat setia kawan yang dimiliki pemuda itu masih merasa kecewa dengan Izyla yang membohongi Dhafin bahkan ketika dia mengetahui penyakit sahabatnya.
"Kent," panggil Dhafin ketika menemukan Kenta di belakang sekolah. Berniat menghindari Dhafin namun segera dikejar olehnya.
"Apa lagi? Gue gak suka bergaul dengan pembohong!"
"Dengerin gue! Lo boleh benci gue tapi jangan Izyla."
"Kenapa? Gue lebih milih sahabat gue dari pada gadis culun yang sok polos dan nyatanya pembohong yang handal," sindir Kenta yang langsung mendapat pukulan Dhafin. "Fakta woi," bentak Kenta sambil membalas pukulan Dhafin. Baku hantam terjadi cukup lama hingga mereka dapat berhenti sendiri.
"Izyla gak salah, dia gak tau apapun. Dia hanya gadis polos yang selalu mengikuti perintahku. Nama Ana gue sengaja karena tahu kalau keluarga Leo bakalan bales dendam. Awalnya gue juga gak tau kalau Anant buta wajah. Kami semua juga gak tau. Intinya awal mengetahui fakta itu kami juga syok," jedanya.
"Dan alasan gue pindah kesini karena beberapa hari yang lalu. Sudah lama sih sebenarnya kalau gue tau fakta bahwa Izyla memiliki seorang kakak laki-laki. Yang dia kira sendiri, dia adalah anak tunggal. Dia juga gak tau fakta bila dia pernah memiliki seorang kakak. Aku, papa dan ayah selalu mencari informasi keberadaan Zahkio, kakak Izyla hingga menemukan dia diadopsi oleh Leo dan bersekolah di BRIZY. Dan aku, ditugaskan untuk menyelidiki setiap gerak-gerik Anant dan sekitarnya." Sambil menghela nafas kasar.
"Dirumah, gadis itu juga masih belum percaya bahwa selama ini Anant adalah kakak kandungnya. Dan gue juga tahu pasti Anant juga belum percaya bahwa Izyla adalah adiknya sendiri. Gue cerita ini karena lo sahabat Anant. Gue gak ngarang cerita karena ini Faktanya. Jadi gue mohon bilangin ke Anant kalau papa dan mama merindukannya. Ingin sekali mereka mengambil Anant kembali tapi dia juga tahu kalau itu sangat sulit bagi mereka." Dan berusaha untuk berdiri, hendak pergi ia urungkan untuk mengatakan sesuatu kembali.
"Kalau emang lo gak suka Izyla jangan buat gadis itu suka sama lo. Gue gak rela liat Izyla sakit untuk pertama kalinya karena seorang cowok."
__ADS_1