
Tengah mencari seorang gadis sambil menggendong adik kecil membuat pemuda itu kebingungan. Dicari di setiap kios-kios yang ada di sebuah festival hingga adiknya malah ingin membeli es cream. Dibelilah rasa coklat sambil melanjutkan pencariannya.
"Akhirnya ketemu juga," gumamnya sambil mengambil sebuah ponsel. Difotolah beberapa kali karena ingin mengabadikan momen gadis itu ketika bersama boneka raksasa.
"Aku mauuuu," kata Defara sambil meminta turun menuju Izyla yang tengah bermain dengan boneka raksasa.
"Eits," cegah Izyla. "Ini di bersihin dulu. Makannya celemotan banget kok abangnya gak peka sih," sindir Izyla. "Kamu moto apa?" Tanya Izyla ketika mendengar sebuah jepretan kamera.
"Eit gak bisa," kata Kenta sambil mengangkat telponnya. Izyla yang begitu pendek pun hanya bisa mendengus. "Calon istriku pendek banget ya." Goda Kenta.
"Itu hapus ihhh, malu-malu in. Aib," gerutu Izyla.
"Aib apaan? Orang cantik gini kok." Sambil mencolek dagu Izyla.
"Gak mau, liat dulu."
"Sayang aku bilangin ya. Kita itu mau jadi suami istri jadi aku udah menerima kamu apa adanya. Kamu mau nerima aku apa adanya gak?"
"Emang kita jodoh?"
"Jodohlah! Aku kan yang membuat takdirku sendiri," jedanya. "Dan takdirku itu ya kamu. Izyla Occiano Azalea. Gak usah usaha, udah dapet langsung." Sambil mencium pucuk kepala gadis itu dengan lembut.
***
Tepat dihari ulang tahun Kenta tiba, dengan segala usaha untuk memberi kejutan kepada Kenta dilakukan oleh Izyla. Menata apartemen Kenta seheboh mungkin, yang bisa jadi dapat membuat Kenta syok ketika ia pulang dari kantor. Dengan dibantu Anant, Dhafin dan Safira waktu yabg nereka butuhkan hanya sekitar 3 jam. Dengan dihiasi warna biru dan hijau kesukaan warna Izyla dan Kenta membuat apartemen itu terasa berwarna.
Disisi lain, Kenta yang kini tengah menjemput Defara dan Akio pulang sekolah. Kini ia sempatkan untuk mampir di sebuah toko perhiasan. Disela-sela itu sedari pukul 00.00-sekarang dia terus menerus mendapat sebuah ucapan selamat ulang tahun. Kecuali Izyla. Gadis itu sama sekali tidak mengirimi satu pesan pun kepada pemuda itu.
Ada rasa kecewa bercampur sedih dalam hati Kenta. Dengan langkah ragu ia membuka pintu toko itu.
"Selamat datang," sapa pelayan disana.
Sambil membawa Akio dan Defara masuk bersama. Kini mereka dapat layanan khusus karena VVIP. Mendapat coklat dan berbagai jenis minuman. Anak kecil yang sedari tadi begitu lelah karena habis sekolah segera mengambil coklat itu dan melahapnya.
"Anaknya ya?" Tanya seorang gadis yang bisa dibilang cantik dan sexy hingga dapat mempertihatkan belahan dadanya karena ia sengaja merunduk.
"Iya," balas Kenta singkat sambil memainkan ponselnya.
"Enggak. Aku adiknya," jelas Defara. Maklum masih anak kecil, dia begitu polos dan jujur. Bersamaan itu Kenta dipanggil untuk melihat beberapa jenis cincin yang begitu cantik dan jelas mahal. Berlian.
"Kalau kamu?" Tanya gadis itu kepada Dhafin.
"Aku adiknya apin."
"Tadi namanya apin?"
"Bukan, itu kak Kenta," jelas Defara sambil memakan coklat yang penuh dengan celemotan diwajahnya.
Disisi lain, Kenta yang tengah memilih pun begitu bingung dengan selera Izyla. Hingga dia berpikir bahwa gadisnya begitu kekanak-kanakan dan masih seperti anak kecil, iapun memilih model cincin kecil dengan berbentuk bunga ditengahnya.
"Keknya cocok dengan tangan kecilnya," gumam Kenta. Menunggu proses pembelian Kentapun kembali ke tempat semula.
"Kamu bukan ayahnya kan?" Tanya gadis tadi yang masih ada disana.
"Akan menjadi ayah," tegas Kenta yang 360 derajat sifatnya mulai berubah ketika bertemu dengan Izyla. Tidak tebar pesona dan tidak ada basa-basi lagi kepada setiap perempuan.
__ADS_1
"Ini tuan," kata pelayan sambil memberikan sebuah tas kecil berisi kotak cincin pesanannya.
"Tunggu, boleh minta nomer hp?" Tanya gadis itu dengan sedikit manja.
"Jangan ganggu gue!" Tepis Kenta meninggalkan gadis itu sendiri disana.
***
"Kenta datang!!!" Teriak Safira memberi kode. Mendengar teriakan itu seketika mereka memposisikan diri sesuai rencana. Tepat pukul 16.45 Kenta masuk ke dalam rumah.
DORRRR
Suara balon meletus berbunyi ketika mereka akan mengejutkan Kenta. Yang awalnya memberi kejutan malah mereka bertiga terkejut sendiri bersamaan Defara menangis ketakutan.
"Jangan nangis, cup cup," hibur Akio sebagai kakaknya.
"Selamat ulta ya bro," kata Dhafin dan Safira menyalami Kenta.
"Jagain adik gue," kata Anant yang langsung mendapat pelukan Kenta.
Disisi itu, Kenta menyisiri pandangannya ke segala arah. Ia tidak menemukan gadis itu disana. Tahu Kenta mencari-cari seseorang segeralah Safira mengajak mereka makan bersama sambil menggandeng 2 adik kecil.
Waktu sudah menunjukkan 17.00 Izyla keluar dari kamar dengan memakai sebuah gaun yang begitu cantik.
"Menor gak sih?" Tanya Izyla.
"Gak kok, cantik. Kan acara ulang tahun jadi harus pake gaun gini," balas Safira.
"Kakak cantik."
"Ilernya bang," goda Safira ketika melihat Kenta begitu terpana.
"Lalatnya masuk woi," komen Anant sambil mengatupkan mulut Kenta.
"Butuh tisu?" Tanya Dhafin.
Izyla yang hanya berdiam diri sambil menahan malu kemudian Kentapun mendekati gadis itu. Merengkuh pinggang gadis itu memotong jarak diantara mereka berdua.
"Tutup mata," kata Akio menutup mata Defara sambil menutup matanya sendiri ketika jarak diantara mereka mulai dekat.
"Ih gak bisa nafas," kata Izyla memcoba memperbesar jarak.
"Aku itu nafasmu," balas Kenta yang membuat 2 orang yang baru tiba berdehem. Sadar akan mereka seketika suasana berubah menjadi canggung.
"Wah memecahkan rekor guys, Kenta malu woiiii," goda Rizwan yang juga ikut merayakan ulang tahun Kenta.
"Ternyata punya malu juga ya lo," goda Kastela.
"Diem! Gue mau diucapin ulta sama Izyla," kata Kenta.
"Enggak tuh," balas Izyla yang membuat Kenta tercengang sekaligus patah harapan.
"Kamu kok gitu sih. Kamu gak cinta sama aku?" Tanya Kenta dengan nada manja.
"Enggak."
__ADS_1
"Terus selama ini?"
"Kagum... maybe." Mengetahui sifat gadis itu yang begitu polos dan jujur membuat hati Kenta teriris.
"Ikut aku yuk," ajak Izyla keluar sambil menggandeng Kenta yang terus merunduk.
"Mau kemana?"
"Udah ikut aja." Merasa tidak ada balasan membuat Kenta geregetan dan menggendong Izyla ala bridal style.
"Jawab dulu kalau mau aku turunin," ancam Kenta.
"Kan rahasia."
"Aku gak mau ikut. Kamu aja gak ngucapin aku ulta. Terus akunya ditolak."
"Emang pernah nembak?" Tanya Izyla
"Kode nih, tembak bro," kata Rizwan antusias.
"Gak minat," kata Kenta santai
"Yaudah. Turunin," kata Izyla sambil memberontak.
Cup
Sebuah kecupan di pucuk kepala Izyla membuat gadis itu terdiam.
"Kalau gini aja langsung diam," kata Kenta penuh kebahagian. "Yaudah mau kemana?" Tanya Kenta sambil menurunkan perlahan Izyla.
"Gak tau juga. Yang penting jalan dulu."
"Shalat dulu aja. Mau magrib. Aku imamin?"
"Aku halangan kok. Kamu aja sana."
Sebelum shalat Kenta sempatkan untuk mandi terlebih dahulu. Dengan memakai jas hitam beserta kacamata yang begitu menarik perhatian seketika membuat Izyla tertegun.
"Aku tau kalau aku ganteng. Makanya mau sama aku ya? Nanti semuanya jadi milik kamu," gumam Kenta.
"Ah masa?" Goda Izyla sambil mencolek dahu Kenta. Mendapat perlakuan seperti itu membuat Kenta terkejut dan mengejar Izyla
"Yang ngajarin siapa?" Sambil menangkap dan menggelitiki Izyla.
"Stop Kenta! Sorry," pekik Izya sambil mengeluarkan air mata.
"Bilang sayang dulu.
"Gak mau." Dan iapun mulai menggelitiki Izyla lagi. "Ok fine. Berhenti dulu!"
"Ya cepet."
"Aku sayang kamu."
Cup
__ADS_1
Dan mencium pipi Kenta dan hendak berlari namun segera ditahan Kenta. Ia mengunci gadis itu dikedua sisinya di sebuah dinding.
"Pulang yuk. Nyamuk!" Gerutu Safira.