
Ospek berakhir, dan waktu menjadi mahasiswa biasa dimulai. Seperti 18 tahun lamanya, Izyla dan Dhafin mendaftar diperguruan tinggi yang sama. Menjalani hidup seperti sebelumnya namun kali ini ada Anant yang menemani mereka. Layaknya kakak tertua Anant selalu memanjakan kedua adiknya itu.
Anant yang diberi perusahaan oleh Leo dengan senang hati ia menjalankannya. Dan tugas sebelum ia berangkat ke kantor ia selalu mengantar Akio pergi ke sekolah terlebih dahulu.
Sebuah ketukan mengganggu aktivitasnya, seseorang yang belum disuruh pun sudah main masuk saja.
"Woi, inget gue gak?" Tanya pemuda itu.
"Lo Kent? Dari mana aja lo?"
"Ke Jepang, nyusul bokap nyokap. Soalnya gue disuruh megang perusahaan pusat." Angkuh Kenta.
"Gue kesaing dong." Canda Anant.
***
Sebuah pesan muncul dilayar ponsel gadis yang tengah berjalan berdampingan dengan sahabt kecilnya. Melihat kerutan dahi gadis itu, pemuda sebelahpun ikut membaca pesan yang berada di ponsel gadis itu.
"Blokir aja!" Seru Dhafin yang hendak Izyla laksanakan. Namun sebelum itu terjadi sebuah pesan kembali muncul.
"Dah, bales aja se enak lo," kata Dhafin.
Mendapat balasan seperti itu membuat kakak beradik tanpa ikatan darah itu terbelalak.
"Woi," kata seorang gadis yang menyadarkan mereka. "Liat apa sih?" Sambil meraih ponsel Izyla.
"Lo, kok ada disini?" Tanya Dhafin terkejut melihat keberadaan seorang gadis.
"Gue emang disini, jurusan tata rias," balasnya. "Zyl, lo udah punya cowok? Sahabat gue udah kenal cowok? Omg, gue harus sujud syukur nih. Kita harus ngadain syukuran Fin." Begitu antusias sambil menggoyang-goyangkan badan Dhafin.
"Apasih Saf, ini tuh gue gak kenal. Dia siapa orang mana gue gak ke,-" jelas Izyla terpotong ketika seseorang dari arah seberang mendekati mereka bertiga.
"Lama gak bertemu," sapa pemuda itu yang tengah memakai kacamata hitam.
__ADS_1
"Ka... kamu."
"Iya, aku."
"Aku udah minta restu Anant, dia ngijinin. Sekarang Dhafin, gue mau minta restu. Boleh?"
"Dia gak bisa masak," kata Dhafin.
"Santai, gue bisa. Nanti mau gue ajak ke apartemen. Gue mau ngerayain berdua dan jelas, dengan spesial gue bakal masakin buat gadis ini." Sambil menggenggam tangan Izyla.
"Kekanak-kanakan."
"Gue tau."
"Nyusahin, manja."
"Udah apal sejak pertama bertemu."
"Stop! Mewakili seluruh miss dunia, gue restui hubungan kalian," kata Safira penuh semangat.
"Enak aja lo main restuin," protes Dhafin.
"Ya biar. Orang abang kandung Izyla aja udah ngerestuin. Dan walaupun lo gak ngerestuipun juga gak dianggep kok. Btw, abang lo cakep bener dah Zyl."
"Dari hongkong!"
***
Seperti yang dikatakan Kenta tadi, kini dia mengajak Izyla ke apartemen miliknya. Memasakan beberapa jenis makanan untuk gadis itu. Dan yang jelas berbeda dari mereka adalah panggilan aku-kamu yang mulai diterapkan oleh Kenta.
"Kamu lucu pakai celemek," kekeh Izyla sambil memfoto Kenta yang tengah memotong tomat.
"Udah ketawanya? Mending kesini aku ajarin masak."
"Gak mau. Modus."
"Modus apanya? Udah sini!" Sambil menahan gadis itu diantara meja dan badannya. Begitu tegang Kenta hanya dapat tersenyum dibalik punggung Izyla.
__ADS_1
Gadis polos yang masih gue sukai, batinnya.
***
"Kenyang," kata Izyla setelah menghabisakn beberapa jenis masakan Kenta.
"Lagi apa?" Tanya Kenta ketika baru saja selesai mencuci piring.
"Baru aja vidcall sama Kio."
"Sayang banget ya sama anak kecil?"
"Iya, aku kan pengen punya adik. Seneng kalau ada yang manggil 'kakak' gitu," jelas Izyla malu-malu.
"Yaudah sama aku aja."
"Hah?"
"Katanya pengen punya adik. Yaudah sama aku aja, nanti Ara kan juga jadi adikmu," goda Kenta yang seketika dapat membuat gadis itu merona. Bisa dibilang mereka berdua adalah cinta pertama. Sama-sama cinta pertama yang masih setia menunggu satu sama lain.
Waktu sudah menunjukan pukul 17.48 kini Izyla dan Kenta keluar dari apartemen. Memilih jalan bersama menyelusuri sepanjang jalan tak segan-segan Izyla menyuruh Kenta untuk memotretnya.
"Cantik," komen Kenta melihat hasil jepretannya.
"Kan cewek," kata Izyla meraih ponsel miliknya. "Gue post ah."
"No!"
"Hah?"
"Foto kek gini gak boleh di post. Kasih ke gue aja. Biar gue yang nikmatin sendiri."
"Ih apaan gaje banget," kata Izyla sambil mencubit lengan Kenta.
"Kan bener, tuh celananya aja ketat. Mau pamer?" Tanya Kenta sambil melepas jaketnya untuk ditali di pinggang gadis itu.
Melihat dumelan Kenta membuat garis itut terkekeh. Lucu, satu kata yang berada di pikiran gadis itu. Dicubitlah pipi Kenta ketika ia sedang menali jaket di pinggang Izyla. Ditataplah gadis itu dengan manyun menambah kesan imut yang terpancar dari Kenta. Entah keberanian dari mana, yang jelas Izyla begitu gemas dan dipeluklah Kenta. Menarik kepala pemuda itu di atas pundaknya membuat Kenta harus merunduk agar bisa mensejajarkan tinggi mereka yang berbeda 20 cm.
__ADS_1
"Ekhem." Seseorang berdehem ketika menyaksikan adegan mereka di depan umum.
"Tutup mata," kata Akio menutup mata Defara karena melihat Izyla dan Kenta yang tengah berpelukan didepan umum. Melihat perilaku itu seketika tawa terpecah disana. Dhafin yang sedang menggandeng Akio. Dan Anant yang tengah menggandeng Defara. Sedangkan Izyla yang sedang berpelukan pun menghentikan aktifitas mereka.