Diantara Bintang

Diantara Bintang
Bab 24 : Pendekatan (1)


__ADS_3

Hari berlalu semestinya, kini Izyla selalu sendiri tanpa Dhafin yang menemani. Karena Wina yang begitu posessif dan terobsesi dengan Dhafin meminta haknya untuk menemaninya setiap saat. Izyla paham akan hal itu. Kini dia tengah berada di taman sekolah itu yang begitu luas. Duduk disan berdua bersama Naina sambil memakan snack yang mereka beli tadi.


Sebuah panggilan mengganggu aktivitas belajar mereka hingga Naina mengangkat panggilan itu. Ternyata wali kelas yang menghubunginya. Segeralah ia pergi meninggalkan Izyla sendiri setelah berpamitan dengan gadis itu.


"Sedang apa?" Tanya seseorang yang sudah ada tepat disebelah wajah Izyla.


Mendengar suara itu seketika Izyla memalingkan wajahnya melihat siapa orang itu. Dengan jarak yang begitu dekat seketika mata Izyla terbelalak kaget. Bukan hanya itu, tiba-tiba seseorang itu ikut memalingkat wajahnya melihat Izyla. Dirasa jantungnya tidak stabil seketika Izyla menutup wajahnya dan berpaling ke arah seberang.


"Lo ngapain tutup muka segalak? Buka gak?!!!" Paksa pemuda itu sambil memraih tangan gadis itu. "Buka woiiii! Gue bukan hantu," teriaknya bersamaan tangan itu sudah tidak menghalangi wajah gadis itu lagi. "Lo..." katanya terhenti ketika melihat wajah Izyla memerah.


"Lepas," kata Izyla berusaha meninggalkan tempat itu namun segera ditahan.


"Lo sakit?" Sambil memeriksa suhu dahi Izyla. "Atau lo baper ma gue? Merona gitu?" Goda pemuda itu yang mula peka.


"Sok tau. Oh iya, btw mau gak lo jadi temen gue?"


"Maunya aku-kamu tuh," godanya.


"Gue serius Kent. Mau gak? Mau ya? Soalnya lo tuh baik orangnya, bantuin gue mulu. Kata mama bertemanlah dengan orang yang baik. Yang mau menolongmu ketika kamu kesusahan. Gitu," jelas Izyla.


"Gak, sampai kapanpun gue gak mau Izylaaaaaaaa," kata Kenta sambil mencubit pipi Izyla yang menurutnya menggemaskan. "Siapa aja yang pernah megang pipi chubby lo ini?" Tanya Kenta tanpa sadar.


"Apa?" Tanya Izyla meminta pengulangan karena hanya suara yang tidak begitu jelas yang dapat ditangkap penginderaannya.


"Gak, dah ah gue pergi dulu." Dan meninggalkan Izyla disana sendirian.


"Ditolak lagi," gerutu Izyla.


***

__ADS_1


Sekitar 30 menit sejak mereka sibuk dengan tugas sekolah. Kini sepasang kakak beradik bisa bernafas dengan lega karena sudah menyelesaikan 3 tugas.


Dengan memakai baju couple kali ini mereka tengah dilanda kegabutan.



Berniat pergi ke mini market untuk membeli es cream tiba-tiba ponsel Izyla berdering. Dirogohlah disaku belakang untuk mengambil ponsel samsung gold miliknya.



"Siapa?" Tanya Dhafin ketika melihat Izyla begitu serius membaca pesan disana.


"Gak papa, gak penting kok." Mencoba berbohong untuk menutupi fakta sebenarnya. Karena dia jelas tau, terakhir kali Dhafin memblokir nomer Kenta.


"Seperti biasa rasa coklat ya Fin, gur tunggu disini," kata Izyla sambil duduk dibangku yang sudah disediakan disana.


Dirasa Dhafin sudah memasuki mini market segeralah Izyla membalas pesan kepada seseorang. Belum ada 1 menut tiba-tiba ia sudah mendapat balasan dari orang seberang. Seolah menunggu balasan sedari tadi.



"Nih," kata Dhafin sambil menyidorkan es cream coklat kesukaan Izyla.


"Makasih." Yang kali ini bukan Izyla yang menjawab, melainkan seorang pemuda yang baru saja tiba dengan motor kawasakinya dengan waktu yang bisa dibilang sudah petang.


"Ngapain lo kesini?" Tanya Dhafin sambil merebut es cream ditangan Kenta.


"Meet and great sama Izyla." Sambil mengalungkan tangannya dipundak Izyla. Mendapat perlakuan seperti itu, Izyla segera berpindah tempat di sebelah Dhafin.


"Udah berteman?" Tanya Dhafin

__ADS_1


"Belum," balas Izyla sambil menggelengkan kepala.


"Gak bakal," kata Kenta dengan angkuh. Mendengar perkataan seperti itu Dhafin segera membawa adiknya itu pulang kerumah dan meninggalkan Kenta disana sendirian.


"Eh buset dah, gue serasa jomblo sendirian," gerutu Kenta.


***


Hari libur tiba, dengan memakai setelan kemeja dan celana jeans Kenta menaiki motor kawasaki miliknya. Melaju kencang menuju sebuah perumahanan. Mengetuk pintu dan dibukalah oleh seorang pemuda seumurannya.


"Ngapain lo kesini?" Tanya Dhafin sambil mengekori Kenta yang langsung menyelonong masuk.


"Cukup air putih aja," kata Kenta tanpa ditanya sambil duduk di sofa abu-abu.


"Ambil aja di kamar mandi. Melimpah!" Balas Dhafin dan berniat naik ke tangga. "Lo ngapain?" Tanya Dhafin ketika ia sadar Kenta mengikutinya.


"Ke kamar Izyla," jawabnya santai yang langsung mendapat pukulan oleh Dhafin.


"Gue peringatin ya! Jangan macem-macem sama Izyla! Kalau lo mau mainin cewek jangan adik gue. Cari aja yang lain."


"Kalau gue gak mau gimana? Adik lo culun tapi kadang imut kadang cantik misterius dan gue tertarik," kata Kenta yang membuat Dhafin berkabut emosi. Baku hantam terjadi diruang keluarga. Dengan wajah yang sudah ternodai oleh darah Izyla yang baru turun segera melerai mereka. Dipukullah punggung masing-masing pemuda itu hingga dapat membuat mereka merintik kesakitan.


"Sakit? Cuman gini sakit?" Tanya Izyla sambil memukul punggung mereka lagi.


"Astagfirullah kalian!!!!" Kaget Rina dan Liana serempak ketika melihat wajah Dhafin penuh dengan luka.


"Marahin bun," kata Izyla kepada Rina. "Lo juga, dateng sebagai tamu malah buat ulah."


"Sorry," lirih Kenta.

__ADS_1


"Udah-udah ayo kita makan dulu aja, cermahanya lanjut nanti," kata Ryan.


"Nak Kenta juga ikut sekalian ya," tawar Liana yang mendapat anggukan oleh Kenta


__ADS_2