Diantara Bintang

Diantara Bintang
Bab 31 : Wisuda


__ADS_3

Waktu terasa begitu cepat tanpa sadar beberapa hari lagi wisuda untuk kelas 12 dimulai. Kenta yang masih menghindari Izyla, dan Izyla yang juga menghindari Kenta karena sebuah perkataan tempo lalu masih menghantui gadis itu. Begitu sakit ketika mengingat ucapan tajam Kenta yang faktanya gadis itu tidak tahu apapun.


Ketika mereka saling berpapasan, mereka memainkan sebuah drama serasa orang asing yang tak dikenal. Hingga hari wisuda tiba, Dhafin yang melihat perubahan adiknya itu tidak tega. Diajaklah kesalon berniat mencabut taruan beberapa tahun lalu. Memilihkan kebaya warna pink sambil menyuruh Izyla mencobanya. Dengan rambut yang digelung keatas tak lupa dari beberapa rambut itu tampak kepangan yang ditaruh di samping.



Pukul 13.15 mereka berangkat bersama 2 keluarga. Dengan menggunakan mobil, mereka melaju dengan kecepatan sedang hingga tepat pukul 13.30 mereka sampai di gedung milik SMA BRIZY.


Keluar dari mobil sudah membuat orang-orang yang berada disana tercengang. Mereka terkejut akan kecantikan tersembunyi Izyla. Begitu menyihir para tamu yang ada disana hingga akhirnya Dhafin menuntun Izyla duduk dibarisan depan.


Disisi lain, Kenta yang berada di pojok ruangan itu juga ikut terkejut melihat perubahan Izyla. Sebenarnya dia juga tidak terlalu kaget karena sudah sering melihat Izyla seperti itu waktu dulu. Namun dia hanya heran kenapa Dhafin memperbolehkan Izyla seperti itu? Terlalu kepikiran dengan gadis itu yang mengundang banyak perhatian kaum adam ditariklah Izyla pergi meninggalkan gedung itu.


"Lepas," pekik Izyla yang tidak digubris oleh pemuda itu. Menyamakan langkah yang begitu berbeda membuat Izyla serasa terseret. Memasuki ruang khusus keluarga yang begitu ramai. Akhirnya ia disuruh duduk ditempat dimana seorang gadis kecilĀ  tengah sendirian.


__ADS_1


"Duduk disini, gue ambil makanan dulu," perintah Kenta.


"Kakak cantik," puji adik perempuan kecil itu.


"Kamu juga, imut lagi," balas Izyla sambil memangku gadis kecil itu karena tidak tahan. "Namamu siapa?"


"Ala kak. Deala."


"Ala?"


"Mau jalan-jalan?" Tanya Izyla yang langsung dibalas anggukan oleh Defara. Ditinggallah Kenta sendiri disana bersamaan makanan yang baru saja ia bawa. Mengekori 2 gadis itu hingga berhenti di taman sekolah.


Bermain bersama seperti melihat 2 orang gadis kecil yang sama-sama kekanak-kanakan tanpa sadar membuat Kenta tersenyum.


Acara wisuda sudah selesai, kali ini 2 keluarga Dhafin dan Izyla merayakan dengan makan bersama di restoran keluarga. Anehnya ketika acara makan malam akan dimulai, 2 orang laki-laki tiba disana. Dia adalah Anant dan Leo.

__ADS_1


Anant yang sudah dijelaskan fakta bahwa dia hanya anak adobsi Leo kini memilih kembali ke orang tua kandungnya. Sedangkan Leo, ia sudah terlanjur sayang kepada Anant yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri. Dengan meminta restu Ryan dan Liana, Leo meminta agar Anant diperbolehkan bersamanya.


Namun Anant yang merasa benci dan sayang dalam waktu yang sama begitu bimbang. Ia lebih memilih kembali ke keluarga aslinya. Merindukan kasih sayang ibu yang selama ini ia dambakan.


Makan malah perayaan kelulusan berubah menjadi drama. Kini Leo meminta maaf sambil bertekuk lutut dihadapan Ryan dan Liana. Meminta maaf atas kejadian 15 tahun yang lalu dan memberika beberapa warisannya kepada Anant yang sudah ia anggap anak sendiri.


Izyla yang melihat Anant terus merunduk tak berani menatapnya dengan penuh keberanian adiknya itu memeluk kakak kandungnya dengan begitu hangat. Mendapat pelukan itu awalnya membuat Anant terkejut namun ia berpikir bahwa adiknya sudah membuka jalan untuk masuk ke dalam hidupnya. Dibalaslah pelukan itu oleh Anant dan tanpa sadar air mata kakak beradik itu terus mengalir begitu deras.


***


"Kak Anant nanti tidur bareng aku aja," kata Izyla yang langsung mendapat jitakan Anant.


"Ya gak boleh, cowok cewek gak boleh satu kamar." Nasihat Anant.


"Lah, gue aja sering tidur dikamar tuh anak," kata Dhafin sambik menunjuk Izyla. Merasa adiknya dimanafaatkan seketika Anant mencengekeram kerah Dhafin.

__ADS_1


"Sante bro, gue tidur dilantai doang kok. Waktu itu ketiduran. Gue gak macem-macem." Cengir Dhafin tanpa berdosa yang membuat seisi ruangan tertawa bersama.


__ADS_2