
Matahari mulai masuk ke dalam kamar seorang gadis yang tengah tertidur. Alarm berbunyi menunjukkan waktu sudah menunjukkan pukul 06.30. Karena hari ini adalah hari libur nasional, iapun dengan santai turun kebawah mengambil makanan tanpa mandi terlebih dahulu.
Membuka ponsel hingga menemukan sebuah notifikasi yang dikirim tadi malam. Dibalaslah pesan itu.
Tanpa Izyla kira, baru beberapa detik gadis itu mengirim pesan. Tiba-tiba sebuah balasan muncul di layar ponselnya.
Mendapat balasan seperti itu tentu saja membuat gadis itu tersenyum malu. Membaca ulang beberapa kali tanpa memikirkan seseorang yang tengah menunggu balasannya. Merasa gadis itu online namun tidak membalas, segeralah ia mengirimi sebuah brosur beli satu gratis satu yang ditunjukan khusus untuk pasangan.
Bersamaan itu suara tlakson mobil berbunyi dengan nyaring. Karena merasa terganggu segeralah dibuka jendela milik Izyla. Mengenali warna dan plat mobil itu segeralah gadis itu turun menemui pemilik mobil.
"Masuk," kata pemuda yang sudah stand by menunggu Izyla turun.
"Gak ah. Aku belum mandi."
"Yaudah mandi dulu sana." Sambil menarik Izyla masuk kembali ke dalam rumah. Menunggu Izyla selesai persiapan sekitar 45 menit.
Dengan memilih memakai rok pendek diatas lutut serta atasan yang ditekuk seperempat membuat gadis yang baru saja turun itu dapat menyihir Kenta yang tengah menunggunya.
Tanpa berkata apapun ia segera mengajak Izyla berbelanja kebutuhan memasak.
Sesampainya di apartemen Kenta, ia segera memasakan makanan kesukaan Izyla.
Hingga terdapat beberapa makanan yang tersedia di meja. Melihat Kenta yang begitu so sweet membuat gadis itu ingin mengabadikan momen ini. Di ambilah ponsel dalam tasnya.
"Kenta," panggil Izyla
CEKREK
Sempat-sempatnya dia bergaya ketika itu, mungkin terlalu sering digituin waktu SMA jadi sudah berpengalaman.
***
"Hey bro, gimana hubungan lo sama adiknya Anant?" Tanya Rizwan sambik bergelantungan di leher Kenta. "Atau lo Kio?" Ulangnya dengan ragu-ragu.
__ADS_1
"Terserah kalian aja yang manggil. Boleh Anant boleh Kio," kata seseorang yang baru saja masuk ke sebuah cafe.
"Hey bro, lama gak berjumpa. Apa kabar?"
"Seperti biasa."
"Oh iya, gimana bang semut? Lo ngijinin Kenta?" Tanya Rizwan penasaran.
"Gue ijinin, tapi ada syaratnya. Dan katanya deal. Ok deh," jawab Anant.
"Syarat apa? Lo jual?" Yang langsung mendapat pukulan Kenta dikepala Rizwan.
"Sorry, sorry bercanda." Cengirnya
"Gue gak boleh macari tuh anak, tapi langsung nikahin. Rencananya Izyla mau sampai S2. Jadi pas lulus S1 gue punya rencana ngadain pertunangan sama dia," jelas Kenta.
"Kenapa gak pacaran?"
"Gue gak mau adik gue terjerat oleh hubungan dengan para playboy kek lo." Sambil menunjuk Kenta dan Ruzwan
***
"Dek," panggil seseorang sambil menepuk pundak Izyla yang lagi fokus nonton film vampire romance bersama Dhafin.
"Kenta mau meeting pertama kali, gak mau ngucapin? Nyemangatin gitu?"
"Sekarang?"
"15 menit lagi lah." Sambil melirik jam dinding. Tanpa banyak berpikir Izyla segera mengirimi pesan dengan sebuah emot yang jarang ia tunjukan kepada Kenta yang seketika membuat Kenta tersenyum ketika membaca pesan itu.
Terkirim. Hingga masuk ke layar ponsel Izyla. Dibukalah pesan itu yang seketika dapat membuat hati Izyla berbunga-bunga.
"Lama-lama jadi gila," gumam Dhafin ketika melihat Izyla tengah tersenyum gak jelas.
"Makasih ya bang Kio," kata Izyla sambil mencium pipi Anant. Kenapa dia memilih memanggil Kio? Karena dia ingin sepenuhnya menganggap Anant sebagai kakak kandungnya. Dan bila dia memanggil Anant seolah dari nama itu memberi jarak antara mereka.
"Mau kemana?"
"Siap-siap. Katanya habis meeting Kenta ngajak jalan."
__ADS_1
"Udah pacaran?" Tanya Dhafin penasaran.
"Akunya gak mau, dosa."
"Emang kalau jalan bareng gak dosa? Sama aja dosa woiii!" Teriak Dhafin.
"Tapi kan gak pacaran," balas Izyla tak mau kalah.
***
"Sayang anterin aku beli parfum ya," kata Kenta ketika baru saja masuk ke sebuah mall terbesar di kota BRIZY.
"Kent, foto yuk," ajak Izyla ketika mendapati kaca besar di dalam toko parfum itu.
"Kenapa? Mau ngabadiin terus cerita sama anak cucu?"
"Ih apaan? Yaudah gak usah." Dan hendak pergi dari sana namun langsung di tarik Kenta.
"Ih gitu e ngambek. Yaudah ayo. Sini." Sambil merengkuh pinggang gadis itu agar mendekat.
Sebuah gambar tercetak di ponsel Izyla. Dengan memakai warna baju sama. Mereka tampak begitu serasi.
Tengah berjalan-jalan tiba-tiba perut Izyla bergemuruh. Mengundang tawa Kenta tanpa henti hingga ia mencubut pipi gadis itu.
"Uchhhh, ternyata baby ku udah laper," kata Kenta yang langsung membuat Izyla malu sambil mengerucutkan bibir. "Itu ngapain bibirnya? Ngode?" Tanya Kenta yang langsung membuat gadis itu menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"Uchhh lucu deh," kata Kenta sebelum sedetik kemudian mencium pipi gadis itu. "Tutup mata aja," lanjut Kenta ketika melihat gadis itu terbelalak.
"Gak mau, malu! Ini didepan umur," balas Izyla yang langsung ditarik kesebuah lorong menuju kamar mandi yang bisa dibilang cukup sepi.
"Kalau disini boleh? Udah gak rame," goda Kenta yang membuat gadis itu merona. Terlalu senang melihat ekspresi gadis itu hingga ia tersadar ketika perut Izyla kembali berbunyi.
"Au ah. Aku laper," kata Izyla menepis lengan Kenta yang menghalangi kedua sisinya. Ia memilig pergi dari sana sebelum mukanya memerah seperti kepiting rebus. Dipeganglah pipinya sendiri yang begitu panas. Hingga ia merasa sebuah tangan merengkuh pinggangnya.
"Udah gini aja, biar gak ilang." Sambil tersenyum yang jarang ia tampakkan.
"Gak usah diliatin terus, beberapa hari akan menjadi milikmu seutuhnya kok," kata Kenta ketika mendapati Izyla melirik dirinya diam-diam. Mendengar itu seketika membuat gadis itu merunduk karena malu. "Uchh baby ku malu-malu kucingan," lanjutnya sambil mengencangkan pelukannya.
"Aku gak bisa bernafas," kata Izyla berusaha mengendorkan pelukan Kenta.
__ADS_1
"Mau aku bantu?"
"Apaan, udah ihhhh." Sebel Izyla sambil lengan Kenta.