
Bukan tentang diriku yang ingin berbohong!
Tapi ini, tentang hatiku yang tak mampu tertolong!
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Waktu terus berjalan, kini Izyla dan Kenta sudah mulai akrab. Namun masih sama seperti dulu, Kenta masih menolak pertemanan gadis itu. Sedangkan Izyla, dia masih berusaha ingin berteman dengan Kenta.
"Hanya gadis aneh yang pengen banget temenan ma gue," kata Kenta kepada 3 sahabatnya itu.
"Entar lo suka sendiri lo bro," kata Rizwan sambil memakan cemilan yang sudah disiapkan Anant.
"Aneh gimana?" Tanya Kastela sambil memainkan stik gamenya-main ps.
"Semua yang ada dalam dirinya aneh. Masak jaman sekarang masih aja tanya kamu mau gak jadi temanku? Padahal kalau orang udah kenal kan secara otomatis udah jadi temen kan," jelas Kenta.
"Mungkin itu modus bro, bisa aja ngode biar bisa lebih dari temen?" Kata Rizwan spontan.
"Dia bukan gadis kek gitu," bela Kenta yang membuat 3 sahabatnya mengerutkan dahi. Baru pertama kali Kenta menyanggah pemikiran Rizwan yang biasanya selalu ia guguh dan ikuti. Tapi benar juga, Izyla buka gadis seperti itu. Ia hanya ingin berteman dengan orang yang juga ingin berteman dengannya. Karena baginya tanpa persetujuan kedua belah pihak pertemanan itu tidaklah sah. Seperti cinta bertepuk sebelah tangan yang hanya dirasa oleh satu orang saja.
***
"Ngalamun aja lo," kata Dhafin sambil menyodorkan coklat kesukaan Izyla. "Nanti mau lihat festival?" Tanyanya yang hanya dibalas anggukan oleh gadis itu.
"Kak Dhafin," panggil seorang gadis yang berada di depan pintu kelas.
__ADS_1
"Sini sayang," balas Dhafin sambil melambai kepada gadis itu.
"Nanti malam lihat festival yuk," ajak Wina yang ketika itu melihat Izyla yang tengah melamun.
"Ngalamun aja lo," kata Dhafin menyadarkan Izyla dengan melambaikan tangan didepan wajah Izyla.
"Iye-iye gue nanti mau lihat," kata Izyla membalas pertanyaan Dhafin tadi tanpa sadar ada Wina disana. Mendengar perkataan itu seketika membuat Wina emosi. Karena jelas, bukan dia yang pertama kali diajak Dhafin malahan Izyla yang hanya sebatas sahabat masa kecil Dhafin.
"Kak," rengek Wina dengan nada manja.
"Iya nanti lihat, sama Izyla juga ya."
***
"Bagus, bawa aja di tempat sepi nanti biar gue suruh penculiknya ngikutin lo dulu," balas seorang gadis diseberang.
***
Karena ini sebuah festival yang diadakan oleh SMA BRIZY seperti biasa Izyla hanya memakai baju biasa tak lupa rambut yang dikucir 2 menyamping.
"Gue udah mandi, udah wangi," kata Izyla yang baru saja keluar dari rumahnya.
"Bagus deh, gak malu-maluin," balas Dhafin sambil menggandeng tangan Izyla.
"Kak," teriak seorang gadis yang juga ada disana.
__ADS_1
"Kamu kok disini? Padahal aku mau jemput," kata Dhafin mendekat tak lupa sambil menuntun adiknya. Melihat tangan Izyla digandeng Dhafin entah dorongan apa kali ini Wina lebih berani menunjukkan sifat aslinya.
"Sayang," kata Wina manja bergelantungan dilengan Dhafin sambil mendorong Izyla menjauh tanpa Dhafin sadari. "Ayo kencan." Jedanya "Tapi cuman berdua."
"Kapan-kapan aja sayang. Aku juga mau ngajak Izyla soalnya." Tegas Dhafin sebagai kakak yang baik karena tidak ingin meninggalkan adiknya sendirian.
Disepanjang perjalanan mereka memilih berjalan karena jarak yang bisa dibilang cukup dekat. Dengan Wina yang berada di tengah membuat Izyla serasa nyamuk. Sebenarnya dari tadi Izyla memilih untuk membatalkan dan tidak ikut dikarenakan pikirannya sedang tidak stabil dan hatinya serasa tak terkontrol apalagi ketika ia mengingat kejadian di restoran tempo hari lalu seketika membuat hatinya dilanda kegalauan.
"Gue yakin lo pakek pelet kan? Sama cowok itu," sambil menunjuk Kenta yang tengah membayar tagihan dikasir "bisa suka sama lo," kata 2 gadis yang bisa dibilang seumuran dengan Izyla.
"Maaf, kami gak pacaran dan kami gak saling suka kok. Kamu salah paham," jelas Izyla sambil merunduk. Buka pertama dia dilabrak seperti ini. Namun bila berhubungan dengan orang baru dia terlalu takut dan tidak berani membalas.
"Halah, sok gak mau ngakuin segalak." Sambil mengintimidasi Izyla dari bawah sampai atas "Udah culun, sok polos, gayanya juga iuhh banget bikin gue enek liatnya," katanya sambil mengambil gelas yang berisi air putih yang masih tersisa dimeja Izyla.
Sedetik kemudian ia melemparkan air itu untuk mengenai gadis yang tengah merunduk. Namun takdir berkata lain, dengan sigap Kenta melindungi gadis itu ke dalam pelukannya dan punggungnyalah yang menjadi korban basah atas apa yang 2 gadis tak dikenal itu lakukan.
"Please don't cry, babe," kata Kenta pelan sambil mensejajarkan tingginya untuk melihat wajah gadis itu dengan jelas.
Melihat gadis itu terus mengeluarkan air mata dalam diam tanpa berpikir panjang Kenta menangkap wajah Izyla.
Cup
Kenta membuat sebuah pemandangan yang membuat 2 gadis remaja itu terbelalak tak menyangka menyaksikan adegan Kenta mencium mata Izyla untuk menghentikan air mata gadis itu.
"Sudah jangan menangis lagi, aku ada disini untukmu," hibur Kenta sambil mengusap air mata gadis itu. "Dan kalian! Gue yang suka sama gadis ini emang masalah buat lo? Hah?" Bentak Kenta kepada 2 gadis itu.
__ADS_1