Dikejar Cinta MAS INTEL

Dikejar Cinta MAS INTEL
Calon Manten On The Way


__ADS_3

Pradivta tidak dapat menyembunyikan senyumannya saat mendengar sorak sorai penonton yang menyambut kemenangannya. Pria ber masker itu terlihat turun dari kuda besinya sembari menyugar rambutnya kebelakang, kedua matanya tertuju pada gadis berwajah bule yang sedari tadi tidak berminat untuk ikut menyambut kemenangan nya, karena kemenangan yang di raih Pradivta malam ini adalah sebuah kejutan tidak terduga.


Dia kira pria intel itu tidak akan menang dan membuatnya bisa memundurkan hari pernikahan mereka, namun ternyata soalnya dia harus menepati janji yang diucapkannya tadi, menikahinya minggu depan.


"Gimana, apa kamu gak mau menyambut kemenangan ku? Gak lupa kan sama janji yang kamu ucapin tadi?"


Pradivta menyeringai di balik masker hitam yang di pakainya. Pria itu terlihat puas melihat wajahnya tegang gadis yang menjadi calon istrinya itu.


"Galexia pantang ingkar janji, puas lo!"


Pradivta terkekeh renyah mendengarnya, terlebih melihat Galexia pergi begitu saja dengan wajah tertekuk. Dia yakin kalau gadis galak dan judes itu tengah kesal, karena janji yang di ucapannya Galexia sekarang tidak dapat menolak pernikahan itu, bahkan waktunya di percepat.


"Gal, gimana hadiahnya? Temen lo kan menang, mau di transfer ke rekening lo atau-,"


"Sumbangin aja ke panti jompo sama panti asuhan. Laporannya tolong kasihin ke dia, kita gak bakalan ambil sepeser pun!"


Pradivta menyela cepat, dia tadi bergegas menyusul Galexia dan kebetulan mendengar ucapan pria bertato yang menjadi teman calon istrinya tersebut. Pradivta sampai tidak percaya kalau Galexia memiliki teman seperti mereka, ternyata pergaulan gadis ini memang tidak bisa dianggap main main, pantas saja Galaska dan Nagara menginginkan dirinya agar segera mengikat gadis ini.


Pradivta mengembangkan senyumannya saat melihat raut wajah Galexia. Dia yakin kalau gadis itu ingin bertanya kenapa dirinya mengambil keputusan itu tanpa berunding.


"Kasih 25 persennya buat anak anak. Sisanya bisa lo sumbangin!" cetus Galexia memberi usul.

__ADS_1


Ekor mata gadis itu terus saja melirik pada Pradivta yang masih terdiam sembari menatap ke arahnya. Perlahan dia melihat Pradivta mengembangkan senyumannya dan mengangguk setuju. Dan berhasil membuat pria bertato itu membalas senyuman Pradivta tak kalah lebar.


"Oke, gue kabarin anak anak dulu. Thanks Gak, Bang, gue kesana dulu!"


Pradivta dan Galexia tidak menyahut, mereka berdua hanya mengangguk dan menatap ke arah dimana hadiah uang tunai itu siap untuk di berikan pada sangat pemenangan.


"Mau pulang atau-,"


"Gue mau pulang, badan gue udah capek mau mandi!"


Setelah mengatakan itu Galexia segera berbalik, dia berjalan menuju motor yang tadi di tunggangi oleh pradivta. Gadis itu segera menaikinya dan memakai helm full face yang di pakai oleh calon suaminya tadi.


"Ikut! Aku juga sudah lelah dan lengket. Bau knalpot, keringat, gak enak banget!"


Galexia tidak menyahut, bahkan berdehem saja tidak. Dia membiarkan Pradivta menaiki motornya lalu Galexia segera menyalakan mesin dan melakukan dengan kecepatan sedang.


Gadis itu menjadi pusat perhatian karena membawa sang pemenang baru di lintasan baru ini, namun Galexia tidak peduli, dia tetap menjalankan motornya biarpun banyak orang yang tidak menginginkan dirinya pergi. Tidak bukan diri nya, melainkan pria yang ada di belakang nya saat ini.


"Gue gak bisa bantu lo besok, soalnya adik sepupu gue mau nikah. Jadi lo harus gerak sendiri, dagang nya di tempat yang cukup strategis biar gak ada yang curiga."


"Aku bakalan ikut kamu besok." ucapnya ringan.

__ADS_1


Suara keduanya seakan tertiup angin, tapi masing masing telinga mereka masih dapat mendengar.


Galexia terlihat pasrah, dia tidak mau membalas ucapan Pradivta karena pastinya percuma saja.





Suasana di kantor KUA terlihat cukup ramai, terlebih saat melihat sepasang pengantin lawas sudah sampai di tempat tujuan.


"Minggu depan kita juga bakalan kesini lagi,"


Galexia menoleh, kedua matanya menatap tajam pada pria yang saat ini sudah pergi menjauh dari nya setelah mengatakan hal yang membuatnya kembali pasrah. Bahkan saat Dirinya dan Pradivta membicarakan hal ini pada Galaska dan Eyang Sari, kedua orang tua itu menyetujuinya tanpa tapi.


Galexia kalah lagi rupanya, sial sekali nasib nya ya Tuhan!



seneng banget lu ye bang🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2