Dikejar Cinta MAS INTEL

Dikejar Cinta MAS INTEL
Pasangan Aneh


__ADS_3

Tidak ada pembicaraan diantara keduanya. Sepasang pengantin baru itu masih saling diam, namun ekor mata kedua anak manusia itu diam diam saling lirik. Terlihat memalingkan wajah kala bola mata beda warna itu tidak sengaja bertabrakan.


"Kenapa manten baru pada diem dieman gini sih?"


Galexia dan Pradivta tersentak kaget saat Shaka tiba tiba menepuk pundak saudara ipar sepupunya. Pria berwajah tampan namun tengil itu terlihat menyunggingkan senyuman jahilnya pada Galexia. Shaka mewarisi sifat Cia sepenuhnya, sementara Aska pria yang sedikit bicara banyak bertindak itu adalah fotocopyan Ayahnya, Pak Penguhulu Alkan.


Kedua saudara kembar dari tiga bersaudara itu memang serupa, namun tetap saja ada hal yang membedakan mereka berdua dimata orang-orang terdekatnya.


"Gak usah ganggu deh, udah ayo pulang! Xia, kita pulang dulu ya. Besok Kakak sama Abang kamu harus ke Jepang lagi, do'ain aja pas resepsi nanti kita bisa kesini lagi." wanita berwajah oriental dengan mata sipit itu memeluk Galexia erat dan memberikan kecupan di kedua pipinya sebelum dia kembali menyeret suaminya pulang. Keduanya masih terlihat tidak akur hingga sekarang walaupun sudah resmi menjadi suami istri, bahkan kadang mereka kembali adu mulut seperti saat belum menyadari perasaan masing masing.


Tapi justru dimata orang yang melihatnya hubungan keduanya begitu hangat, banyak canda dan tawa yang tidak terpaksa walaupun belum ada buah cinta didalam biduk rumah tangga yang sudah mereka berdua jalani selama bertahun-tahun. Shaka tidak mempermasalahkan semua itu, justru dia memanfaatkannya dengan lebih bermanja pada istrinya.


"Bang Aska juga mau pulang? Kenapa pulang semua sih? Kak Ais pulang, Bang Shaka pulang, Tante Cia pulang, semuanya pulang, terus aku siapa yang nemenin?" Galexia mulai protes. Dia tidak mau kalau hanya berdua dengan Pradivta di rumah ini, walaupun kenyataanya mereka tidak akan pernah berdua, karena masih ada Galaska, Crystal, Opa Nagara, Oma Lovy, Eyang Sari dan para pelayan dirumah ini.


"Ada suami kamu, apanya yang sendiri." cetus Aska ringan.


Pria itu mendeka pada Pradivta, menepuk pundak sepupu iparnya cukup keras.

__ADS_1


"Sabar sabar aja kalo ngadepin dia ya," pesannya. Aska terkekeh kecil melihat pelototan adik sepupunya, wajah khas bulenya terlihat aneh saat melotot seperti itu.


"Hati hati!"


Aska mengangguk pada Pradivta, dia mengangkat ibu jarinya tanpa ingin berbalik atau sekedar menoleh pada pria yang sudah menjadi suami dari adik sepupunya itu.


"Sudah jangan dilihatin terus. Kita cari Eyang, nanti sore aku harus ke rumah dulu untuk mengambil barang barangku yang tidak bisa aku tinggalkan begitu saja walaupun sedang tidak bekerja."


Pradivta berbicara panjang lebar, dia meraih tangan Galexia yang ada di atas lututnya lalu beranjak dan membawa gadis itu bangkit, berjalan pelan menuju area yang saat ini tengah dijadikan tempat mengobrol para orang tua.


"Kita mau istirahat dulu. Nanti malam aku harus ke kantor, ada hal yang harus dibahas bersama tim."


🥷


🥷


🥷

__ADS_1


Malam menjelang, suasana di kediaman Galaska masih begitu ramai. Anggota keluarga yang tersisa di rumah itu tengah menikmati makan malam, termasuk Eyang Sari yang dilarang pulang oleh Crystal dan Oma Lovy, tapi sayang sepasang pengantin yang menjadi tokoh utama tidak bisa hadir lebih lama karena keduanya harus mengambil sesuatu di kediaman Eyang Sari.


Disana Pradivta tengah memasukan beberapa benda yang sering dia bawa ke tempat kerjanya. Pakaian, sepatu, topi dan berbagai hal yang pastinya selalu melekat di dalam dirinya setiap hari.


"Ini semua di bawa juga?"


Pradivta menoleh, dahinya mengerut saat melihat Galexia menunjukkan sesuatu padanya. Beberapa borgol dan sebuah pistol yang memang miliknya dan selalu dia bawa saat bertugas.


"Tentu, apa lagi borgol nya nanti pasti kita butuhin buat ngiket seseorang." cetus Pradivta. Bahkan pria itu berkedip genit pada Galexia yang terlihat mendaftarkan wajahnya dengan ekspresi yang terlihat waspada.


Pradivta terkekeh melihatnya, dia kembali memasukan benda itu kedalam tas ransel miliknya mengabaikan lirikan yang Galexia tujukan padanya.


Malam pertama yang belum menjadi malam pertama penuh kehangatan dan gairah cinta untuk keduanya, sepasang pengantin itu malah sibuk mengobrak abrik barang barang yang sering di pakai oleh Pradivta saat bertugas sebagai intel dilapangan.


Pasangan aneh.


__ADS_1


BELOM ML UDAH KUDU NGINTEL LAGI🤣🤣🤣


__ADS_2