Dikejar Cinta MAS INTEL

Dikejar Cinta MAS INTEL
Si Kembar L


__ADS_3

Beberapa minggu terlewati, kehamilan Galexia semakin mendekati hari perkiraan lahir. Perutnya terlihat dua kali lebih besar dari wanita hamil umumnya yang hanya mengandung satu bayi saja, geraknya tidak sebebas dulu ketika dirinya belum mengandung.


Bahkan untuk sekedar memakai sepatu atau sandal saja Galexia tidak bisa melihat kakinya dengan baik karena terhalang perut buncitnya. Setiap hari dia hanya bisa melakukan aktivitas fisik ringan, kadang ikut berjalan pagi bersama Pradivta, atau sekedar mengelilingi area rumah dengan santai agar kedua kakinya tetap aktif.


Kedua janin yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu lebih aktif saat Galexia sedang beristirahat, seperti sekarang ini. Wanita yang tengah hamil tua itu terus saja meringis saat gerakan si kembar semakin tidak beraturan.


"Mas...," Panggilnya dengan ringisan.


Galexia hanya bisa merebahkan diri di tempat tidur, dia tidak diizinkan turun dari sana oleh Pradivta terlebih saat pria itu sedang berada di rumah seperti ini. Pradivta akan menyiapkan apapun yang diinginkan oleh Galexia, bahkan saat akan membersihkan diri Pradivta ikut andil.


"Sebentar!" Sahutan seseorang dari arah luar kamar.


Pintu kamar yang terbuka membuat suara keduanya dapat terdengar dengan jelas. Di luar kamar Pradivta sedang membawa sebuah nampan berisikan satu mangkuk salad dan beberapa camilan jajanan pasar yang di beli Eyang Sari tadi saat wanita sepuh itu pergi ke pasar bersama Pradivta.


Sama halnya dengan Pradivta, Eyang Sari juga sempat shock dan tidak menyangka kalau cucu menantunya hamil anak kembar. Wanita yang sudah memiliki banyak uban itu tidak henti-hentinya berucap syukur pada Tuhan dan berterimakasih pada Galexia karena sudah mau memberikan cicit untuknya, kembar lagi.


"Ssshhh... Mas!"


Suara Galexia kembali terdengar, dengan susah payah di berusaha menurunkan kedua kakinya dari tempat tidur. Beruntung kakinya tidak mengalami pembengkakan, mungkin kalau dia mengalami hal itu akan semakin merepotkan saja.


Prangg...!


Bunyi cukup keras yang berasal dari vas kaca dinakas membuat Galexia memejamkan kedua matanya sejenak, benda itu sudah terburai dilantai karena tidak sengaja tersenggol oleh tangannya saat tadi tengah mencari pegangan.


"Sayang... Astaga, sudah Mas bilang diam disana!"


Belum sempat Galexia melangkah menjauhi pecahah vas itu suara Pradivta kembali terdengar, penuh rasa khawatir. Bahkan raut wajahnya terlihat pucat saat melihat pecahan kaca didekat sangat istri, tadi dia mengira Galexia terjatuh dan menyenggol sesuatu.


"Vasnya pecah," Ringisnya.


Pradivta tidak menyahut, dia segera meletakan nampan yang dibawanya di tempat tidur lalu mendekat pada sang istri dan memeriksa setiap jengkal tubuh wanita yang dicintainya itu.


"Duduk lagi! Kan sudah Mas bilang diam, kenapa masih bandel sih?!" Gemasnya.


Bibir ibu hamil itu mengerucut, dia pasrah dan menurut saat Pradivta kembali membawanya menuju tempat tidur. Dengan penuh perhatian Pradivta mulai menyuapi Galexia salad buah yang dibawanya.


Sesekali pria itu menyeka sudut bibir sang istri dan menjilati sisa saus salad yang menempel di sendok tanpa rasa jijik.

__ADS_1


"Enak,"


Dahi Galexia mengernyit, dia menoleh menatap langsung pada Pradivta. Tanpa berkedip dia melihat sudut bibir pria itu tertarik, mengukir senyuman samar yang malah terlihat seperti sebuah seringai.


Galexia perlahan mulai menggeser tubuhnya, sedikit menjauh saat melihat Pradivta meletakkan mangkuk salad serta sendoknya dinakas. Tatapan pria itu terus saja terarah kepadanya, lebih tepatnya pada bibir basah yang sempat dia jilatin tadi. Hingga tanpa aba-aba Pradivta menarik lengannya lalu merengkuh pundaknya sebelum menempelkan kedua bibir lembab milik mereka.


Berawal hanya kecupan hingga akhirnya semakin intens dan panas. Saking panasnya Galexia bahkan bisa merasakan sesuatu merembes dari organ intimnya, hangat dan basah.


Apa itu? apa mungkin dirinya terangsang karena ciuman yang Pradivta berikan atau-


"Mas, kok aku pipis di kasur?" Cetus nya polos setelah Pradivta menyudahi pagutan hot mereka.


💞


💞


💞


Suara derit roda hospital bad yang tengah didorong oleh Pradivta dan dua orang perawat begitu memekakkan telinga. Mereka bertiga terlihat cemas dan bergegas menuju ruang tindakan agar pasien yang tengah terbaring dan meringis diatas tempat tidur itu cepat di tangani.


Dibelakang mereka ada beberapa orang yang mengikuti dengan wajah khawatir dan juga panik, sama paniknya dengan Pradivta. Pria itu mengumpat berulang kali dalam hatinya, dia sedikit terlambat menyadari cairan apa yang mengalir dari **** ***** sang istri. Awalnya dia mengira kalau Galexia memang buang air kecil, tapi setelah otaknya tersadar ternyata itu bukan urine melaikan air ketuban.


"Bapak tunggu diluar saja, pasien akan segera kami tangani!" Ucap perawat itu sopan.


Dengan raut wajah yang tidak puas Pradivta harus puas mengantarkan Galexia hanya sampai pintu ruang operasi. Sebenarnya dia tidak tega melihat kondisi istrinya dan ingin ikut mendampinginya didalam, tapi karena peraturan rumah sakit jadi dia tidak bisa masuk.


"Sudah, kita tunggu saja disini." Galaska menepuk pundak menantunya dan membawa Pradivta duduk agar lebih tenang.


Si calon Papa itu terlihat menundukkan kepala, meraup wajahnya kasar, terus saja berdoa di dalam hati meminta keselamatan untuk istri serta kedua anaknya di dalam ruang operasi.


Pukul 1 siang Galexia masuk kedalam ruang operasi, satu jam kemudian dia dibawa keluar oleh dua orang perawat laki-laki, sebelumnya kedua anak kembarnya sudah terlebih dahulu keluar dan kini sudah berada di dalam gendongan Pradivta. Bersyukur si kembar tidak sampai menelan air ketuban hingga tidak perlu masuk kedalam inkubator di NICU.


Galexia terlihat sadar, kedua matanya berkaca-kaca melihat si kembar, tubuh bagian bawahnya masih tidak bisa dia kendalikan karena efek bius yang beberapa saat yang lalu masuk kedalam tubuhnya melalui tulang belakang. Pada akhirnya Galexia kembali teringat hal itu, rasa sakit saat kontraksi ternyata bisa di kalahkan oleh Epidural yang berhasil mengeluarkan air matanya. Bayangkan saja, sudah kontraksi hebat masih disuruh untuk membungkukkan badan agar perawat mudah menyuntikkan biusnya.


Rasanya jangan ditanya, Galexia sampai tidak ingin mengulanginya lagi, ada rasa trauma yang menghantuinya.


"Kita bawa ibu dan bayinya ke ruang perawatan ya,"

__ADS_1


Dua orang perawat wanita membawa Galexia, diikuti oleh keluarga wanita yang sudah menyandang status sebagai mama baru. Senyuman tidak pernah luntur sedikit pun dari bibir Pradivta yang sedang menggendong bayi perempuan cantik yang memiliki paras lebih condong kepadanya, lain dengan bayi laki-laki yang sedang di gendong oleh Crystal Mama mertuanya, bayi itu memiliki rupa kebule bulean persis Galexia dan Galaska.


Setelah beberapa menit mereka akhirnya sampai di ruang rawat VVIP sesuai permintaan Pradivta dan dan Galaska. Selepas kedua perawatan itu pergi mereka segera mendekat pada Galexia, memberikan banyak kecupan dan ucapan selamat serta penyemangat.


Crystal dan Eyang Sari bahkan sampai menangis dibuatnya, kedua wanita beda usia itu akhirnya harus di tenangkan terlebih dahulu sebelum tangisannya menular pada si kembar.


"Jadi nama mereka siapa? kalian sudah siapin namanya kan?" Tanya Galaska.


Galexia yang masih belum bisa menggerakkan anggota tubuhnya dengan leluasa hanya tersenyum, lalu menoleh pada Pradivta yang sedang duduk di dekatnya sejak tadi.


"Lingga dan Lintang." Sahut Pradivta dengan senyuman lebarnya.


Nama yang begitu sederhana namun sarat akan arti. Dia berharap kedua anak kembarnya akan menjadi manusia berakhlaq baik, apapun yang mereka cita-citakan saat besar nanti bisa terwujud selama itu tidak melanggar hukum agama dan negara.


Waktu yang akan mewujudkannya, akankah kedua anak kembarnya ada yang mengikuti jejaknya sebagai aparatur negara, melanjutkan jejaknya sebagai seorang Intel? atau keduanya justru memilih jalan lain saat dewasa nanti dan tidak bersinggungan dengan hal-hal yang selama ini sering dialami oleh Sang Papa.


Kita lihat saja nanti, yang pasti akan ada sequelnya ya jadi tunggu saja. Dan untuk cerita ini author tamatkan dan generasi berikutnya akan segera on going, nantikan ya.


Maaf kalau last part ini kurang feelnya, author hanya manusia biasa yang jauh dari kata sempurna 🙏🙏


Tapi mungkin TIGER akan tayang terlebih dahulu, siapa yang nungguin hayo?????? 🤣🤣🤣🤣


💞


💞


💞


💞


💞


💞


TAMAT


__ADS_1


NANTIKAN OKE💞💞💞💞


__ADS_2