Dikejar Cinta MAS INTEL

Dikejar Cinta MAS INTEL
Mau Bermain?


__ADS_3

Galexia menggeliat pelan, dia merentangkan kedua tangannya saat merasakan otot serta persendian nya kamu dan sulit untuk di gerakan. Kedua bola mata abu abunya mengerjap, dia mengedarkan pandangannya, ternyata semalam bukan mimpi. Dia dan Pradivta sudah menikah dan memutuskan untuk mengambil beberapa barang milik pria itu di rumah ini hingga berakhir keduanya diharuskan menginap disini.


"Dia beneran tidur sendiri?"


Galexia berdecak pelan, menyingkirkan selimut abu abu yang sejak tadi malam menemaninya dan memberikan kehangatan untuknya. Kedua kaki telanjang Galexia melangkah pelan menuju pintu, gadis yang hanya memakai shortpant dan kaos kebesaran milik Pradivta itu sesekali menguap sembari merentangkan salah satu tangannya, sementara tangan satunya dia gunakan untuk menutup mulut.


Aromanya sedikit tidak sedap, Galexia mual sendiri mencium aroma mulutnya pagi ini. Sepertinya ini gara gara dirinya tidak membersihkan diri sebelum tidur saking kesalnya dengan pria yang menjadi suaminya beberapa puluh jam yang lalu.


Galexia melangkah menuju dapur, tenggorokannya terasa kering, bahkan perutnya sudah berdendang sejak tadi meminta untuk diisi. Tapi saat dia melewati pintu kamar Pradivta, gadis itu menghentikan langkahnya, dahinya mengernyit. Dia baru ingat dengan pria yang tidak memberinya makan semalam, padahal dirinya sudah meminta, tapi pria itu seakan tidak mendengarnya.


Memang sialan!


Lalu sekarang dimana pria itu?


Galexia mengedarkan pandangannya, dia yakin kalau Pradivta tidak ada dikamarnya. Karena dirinya tahu kalau suaminya itu tidak akan bangun siang sepertinya sekarang. Gadis itu melangkahkan kedua kalinya, dia terus saja berjalan menuju dapur dan berhenti didepan lemari es.


Saat di buka, ternyata benda dingin itu tidak menyimpan apa pun. Hanya beberapa telur, minuman isotonik, dan beberapa sayuran yang dia yakini sudah lama berada didalam sana.


"Dia mau bikin gue mati kelaperan apa ya?" sungut nya.


Braak!


Galexia menutup pintu lemari es dengan kencang, dia hanya mengambil satu botol air putih dingin dan tiga butir telur. Rencananya Galexia akan merebus ketiga telur itu untuk dia jadikan sarapan pagi ini sambil menunggu Pradivta kembali. Dia yakin kalau pria itu tengah berada diluar rumah, entah apa yang sedang dilakukannya pagi ini.

__ADS_1


Jogging mungkin?


"Lama lama gue rebus juga tuh telornya!"


Sepertinya Galexia masih dendam dan kesal pada suaminya. Dia bahkan terlihat sangat masam dan tidak enak dipandang saat memasukan ketiga telornya kedalam air mendidih didalam panci.


Galexia bersandar di meja kompor sembari menatap lurus ke arah telur yang sudah terbenam didalam air mendidih. Dia terlihat melamun sampai tidak menyadari kalau seseorang masuk kedalam rumah, orang itu masih terengah, tubuhnya basah karena keringat membuat kaos hitam polos pres bodynya melekat dan menciptakan guratan indah memanjakan mata.


Di salah satu tangannya ada satu bungkusan besar kantung plastik yang entah berisikan apa.


"Kamu sudah bangun?"


Galexia tersentak dan reflek membalikan tubuhnya, dia membelakangi meja kompor dan menatap pada orang yang baru saja meletakan karung plastik yang dibawanya diatas meja.


Cup!


Ekor matanya melirik kearah Galexia yang masih menatapnya tajam. Gadis itu terlihat marah dan bersiap untuk mendekat kearahnya dan pastinya akan menghajarnya. Namun sayang, belum sempat mulut Galexia terbuka orang yang tadi pelototi itu mendekat dengan cepat dan merengkuh tubuhnya erat, lalu memojokannya di dinding.


Galexia memberontak dan ingin memaki, namun lagi lagi suara serta gerakannya tertahan saat melihat pria yang menjadi suami sahnya ini mendekatkan diri pada wajahnya.


"Tetap seperti ini. Dari arah jam 8 ada orang yang sedang mengintai rumah ini, aku yakin dia bukan orang baik. Tetap seperti ini agar dia tidak dapat melihatmu," bisik Pradivta tepat di depan bibir Galexia.


Posisi keduanya saat ini terlihat begitu dekat dan kalau terus di perhatikan seperti orang yang sedang berciuman.

__ADS_1


"Maksudnya?" Galexia sama sekali belum paham.


Dahinya mengernyit, kemarahannya menguar begitu saja setelah mendengar ucapan Pradivta yang menurutnya sedikit membuatnya penasaran.


"Ada yang mengikutiku saat jogging, aku tidak tahu dia siapa. Tapi aku yakin dia punya niat tidak baik, entah apa tujuannya. Yang jelas aku yakin dia salah satu anggota kelompok para bajingan yang pernah aku tangkap." jelasnya lagi.


Galexia terdiam, namun ekor matanya bergerak ke arah sisi tubuh Pradivta. Dan benar saja, dia bisa melihat ada seseorang yang tengah mengintai rumah ini dengan gerak gerik mencurigakan.


Ada yang mau bermain rupanya!


Sudut bibir Galexia terangkat, bola mata abu abunya kembali bergulir menatap lekat pada pria yang tengah mengukungnya saat ini.


"Oke, jadi sekarang kita bakalan ngelakuin apa, hm?" ucap Galexia pelan, kedua tangannya perlahan naik melingkar dileher Pradivta diiringi dengan seringai nakal.


Glek!


Mata Galexia tertuju pada leher Pradivta, dia melihat jakun pria itu bergerak naik turun, dan dia yakini kalau saat ini pria tampan berwajah polos dan manis ini tengah gugup setengah mati.


Suruh siapa memulai duluan!



MINUM DULU MAS BIAR GAK KESELEK🤣🤣

__ADS_1



RASAIN LO


__ADS_2