
Beberapa hari meliburkan diri membuat Pradivta sudah merasa bosan. Selama ini belum pernah dirinya meliburkan diri setelah selesai bertugas, biasanya dia akan kembali bekerja tanpa mengambil cuti. Tapi sepertinya setelah menikah Pradivta akan mengambil masa cuti yang selalu dilupakannya, mulai sekarang dia berusaha adil pada tugas wajibnya serta perannya sebagai suami sekaligus Ayah nanti.
Pradivta menarik resleting jaket hitam yang membalut tubuhnya. Kedua matanya menatap tampilannya di cermin, tidak ada yang istimewa. Hanya kaos hitam, jaket berwarna hitam yang sering dipakainya dan juga celana bahan berwarna senada dengan sepatu boots berwarna hitam. Jangan lupa topi hitam yang tidak pernah Pradivta lupakan kalau dirinya bekerja, kalau tidak ada penyamaran Pradivta akan memakai benda itu sepanjang hari.
Praang!
Hoek...!
Bola mata Pradivta bergerak cepat kala telinganya mendengar sesuatu dari arah kamar mandi. Pria yang sudah berpakaian rapih itu bergegas melangkah, tanpa mengetuk Pradivta membuka pintu kamar mandi cukup keras.
"HEEEEII KENAPA ENGGAK KETUK PINTU DULU!" Teriakan seorang wanita menggema. Kedua mata abu-abunya menatap tajam pada Pradivta yang terlihat khawatir. Seakan tuli pria itu tidak peduli dengan teriakan istrinya dan juga delikan tajam yang diarahkan padanya.
"Kenapa? Apa yang tadi jatuh?" Tanyanya beruntun.
__ADS_1
Kedua bola mata Pradivta mengedar. Dia tengah mencari sesuatu yang membuat tadi terdengar jatuh dan membuat gaduh, Pradivta tidak peduli dengan istrinya yang tengah telanjang bulat dibawah shower sembari menutupi kedua area sensitifnya.
"Mas, keluar!" Bukannya menjawab Galexia malah semakin mendelik dan mengusir Pradivta terang-terangan.
Mau bagaimana pun dirinya tetap malu, walaupun Pradivta sudah sering melihat tubuh polosnya bahkan memiliki dan menikmatinya. Tapi tetap saja rasa malu itu ada karena dirinya tidak terbiasa mengumbar aurat, Galexia lebih menyukai pakaian tertutup walaupun sesekali memakai yang terbuka saat menghadiri acara.
"Kamu kenapa? Tadi muntah kenapa?" Pradivta tidak mau ambil pusing dengan usiran yang dilakukan oleh Galexia.
Dia tetap mendekat pada sang istri setelah meraih handuk yang terlampir di dinding kaca. Dengan cekatan dan penuh perhatian dan terkesan tidak peduli dengan aura hitam yang dikeluarkan oleh Galexia, Pradivta terlihat membasuh tubuh polos istrinya setelah semuanya selesai dia segera memakaikan handuk pada tubuh wanita itu.
Pria itu terlihat mengobrak-abrik tumpukan pakaian milik istrinya, dan memilih pakaian rumahan yang nyaman dan tidak terlalu terbuka. Kaos oblong berwarna abu-abu dengan celana pendek selutut.
"Kalau mandi jangan mainan air. Lihatkan masuk angin jadinya, sini biar Mas olesin minyak angin dulu biar enakan perutnya." Cetus nya lagi.
__ADS_1
Tanpa bisa membatah Galexia menuruti semua ucapan suaminya. Dia terlihat pasrah saat Pradivta melepas handuk yang membelit tubuh polosnya dan melemparkan benda itu jauh kearah keranjang.
Dengan lembut Pradivta memberikan minyak angin pada perut serta punggung Galexia, memberikan pijatan kecil dan lembut membuat wanita cantik itu malah terlena. Galexia memejamkan kedua matanya saat merasa nyaman, bahkan rasa mual yang tadi dirasakannya perlahan menghilang berganti dengan kantuk yang amat sangat meresahkan.
"Mas udah, aku malah ngantuk," Cetusnya tanpa beban.
Tapi sayang bukannya berhenti Pradivta malah terus melanjutkannya hingga membuat Galexia benar-benar terlelap dengan posisi tertelungkup. Dengkuran kecilnya terdengar, Pradivta bahkan reflek menghentikan gerakannya, dahinya berkerut dalam, dia memiringkan kepalanya untuk memastikan sesuatu.
"Beneran tidur?" Gumamnya pelan.
Pradivta terkekeh, dia kembali melanjutkan pijatan nya lalu setelah merasa semuanya selesai pria itu dengan pelan dan hati-hati memakaikan pakaian pada tubuh polos istrinya. Pradivta menggelengkan kepala saat Galexia sama sekali tidak terganggu oleh ulahnya, padahal biasanya wanita itu akan terusik saat tempat tidur bergerak walau hanya sedikit. Tapi entah mengapa akhir-akhir ini Galexia sedikit malas untuk sekedar bangun dan bergerak di pagi hari, bahkan untuk mandi pun kalau Pradivta tidak menyeretnya ke kamar mandi rasanya enggan.
Ada apa dengan Galexia?
__ADS_1
BERTUGAS SETELAH MANDIIN SAMA MIJAT ISTRI🤣🤣🤣🤣