Dikejar Cinta MAS INTEL

Dikejar Cinta MAS INTEL
Pasar Malam


__ADS_3

Galexia tengah merapihkan barang barang miliknya yang dia bawa dari kediaman Galaska. Siang ini mereka memutuskan pulang ke rumah Eyang Sari, berhubung Pradivta ternyata pulang lebih awal akhirnya mereka bertiga bisa kembali bersama, padahal rencananya hanya Galexia dan Eyang Sari yang akan pulang, Pradivta akan menyusul mereka nanti.


"Lusa aku harus membuka jahitan, apa kamu mau ikut?" tanya Pradivta yang baru saja masuk sembari menggosok kepalanya yang basah, pria itu baru saja selesai membersihkan diri. Lengannya yang terluka tidak dibiarkan terkena air maka dari itu dia harus mengangkat sebelah tangannya saat mandi tadi.


Kenapa tidak meminta tolong pada istrimu saja mas?


Galexia hanya melirik, dahinya berkerut sedikit dan tidak lama mengangguk. Ya mau bagaimana pun Pradivta tetap suaminya, disaat pria itu sedang terluka seperti ini dirinya harus ikut serta, karena Galexia tahu Pradivta terluka demi kelangsungan hidup mereka kedepannya.


"Nak, Eyang mau arisan dulu ya ketempat Pak Rt, sekalian pengajian." Eyang Sari tiba tiba saja masuk kedalam kamar cucunya, kebetulan pintu kamar mereka juga sedikit terbuka jadi tidak masalah.


"Iya Eyang," sahut Galexia.


Setelah mengatakan itu Eyang Sari bergegas pergi, wanita tua itu terlihat sibuk membenarkan hijab besar yang di pakainya, serta gamis berbahan sifon yang jarang sekali dipakainya. Eyang Sari lebih suka memakai gamis biasa atau daster rumahan.


"Kamu gak bosen dirumah terus?"


Suara Pradivta kembali terdengar setelah kepergian Eyang nya. Pria itu mendekat pada Galexia, mendudukkan dirinya di atas tempat tidur sembari menatap gadis yang tadi pagi memending acara pagi pertama mereka.


Luka sialan!


Dan sore ini Pradivta harus membuktikan kalau lukanya sudah sembuh dalam waktu singkat demi bisa mendapatkan malam pertama mereka yang terpenting beberapa kali.

__ADS_1


"Tangan kamu masih luka Mas, gak usah macem macem! Diem di rumah kenapa sih, heran deh!" omelnya.


Makin kesini Galexia semakin banyak mengomel layaknya emak emak, sepertinya dia begitu karena terlalu sering berinteraksi dengan Pradivta. Walaupun nada bicaranya memang tetap sama jutek da judes, padahal dia sudah mengganti kata lo gue dengan aku kamu.


"Katanya di deket lapangan ada pasar malam, kamu gak minat buat li-,"


"Bentar aku mandi dulu!" selanya cepat.


Tanpa disuruh dua kali Galexia segera beranjak, bahkan dia membiarkan barang barang miliknya berserakan karena belum selesai di rapihkannya. Sudut bibir Pradivta terangkat, dia menatap lekat pada Galexia yang sudah keluar dari kamar. Sebenarnya Pradivta ingin membuat kencan pertama untuk keduanya, memang tidak romantis dan mahal yang terpenting dia dan Galexia bisa keluar setelah keduanya menikah. Walaupun hanya menonton acara pasar malam yang tidak jauh dari kediamannya, lokasi yang menjadi tempat tinggal Pradivta memang bukan perumahan elit, di sana malah terlihat seperti perkampungan kecil yang ramai, terutama oleh anak anak. Dan pasti di pasar malam nanti akan lebih padat lagi, Pradivta harus ekstra menjaga istrinya agar tidak hilang.


🥀


🥀


🥀


"Pegang tangan Mas, nanti kamu kesasar kalau sampai lepas!"


Galexia hanya menoleh mendengar bisikan suaminya, gadis itu tidak mematuhi perintah Pradivta, dia hanya berpegangan pada ujung kaos yang dipakai suaminya dan mulai berjalan mengkuti langkah pelan Pradivta.


Suasana kian sesak, di tangan Galexia sudah ada catton candy berwarna biru. Satu tangannya terus saja berpegangan pada Pradivta, padahal dia bisa saja melepaskan diri dan tidak akan mungkin kesasar dirinya bukan balita.

__ADS_1


Tapi entah mengapa Galexia malah menikmatinya, dia bertingkah seperti gadis lemah yang ingin dilindungi oleh pria yang saat ini tengah fokus menikmati pentol bakar yang diinginkannya.


"Kamu mau apa lagi?" tanya Pradivta.


Pria itu menoleh pada gadis yang sejak tadi hanya diam, tapi kedua mata indahnya terus saja jelalatan menatap para pedagang makanan yang beberapa kali mereka lewati. Paras ayu rupawan khas bulenya membuat atensi orang orang tertuju pada keduanya, lebih tepatnya pada Galexia. Mereka heran kenapa gadis bule sepertinya sudi pergi ketempat murahan tapi mengasyikan seperti ini.


Orang orang itu tidak tahu saja kalau hanya wajah Galexia yang bule, tapi hatinya tetap melokal. Dia lahir dan hidup di negara ini jadi tidak mengenal cara hidup orang bule asli di luar negara ini terlebih di Spanyol, negara asal Opa Nagara dan Kakek buyutnya.


"Aku mau lihat itu!" telunjuk Galexia mengarah pada bangunan besar seperti tabung dan orang orang tengah berimpitan naik kesana lewat tangga yang sudah disediakan.


Area motor gila!


Pradivta tidak bisa menolak, di bahkan didahului oleh istrinya saat dirinya masih sibuk melamun. Suara bising yang berasal dari area itu kian membuat langkah keduanya semakin cepat, orang orang sibuk mengantri membeli tiket begitu pula dengan pasangan muda itu.


Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Galexia segera menyeret suaminya naik ke atas arena. Banyak penonton yang merekam aksi gila yang dilakukan para joki motor di dalam arena. Ada yang sengaja menebar rupiah agar para joki itu mendekat, ada pula yang terlihat takut tapi enggan menjauh.


Galexia begitu menikmati nya, dia terlihat gemas sampai meremas lengan suaminya sendiri. Jujur dirinya sangat gatal ingin mencobanya, tapi itu tidak akan mungkin terwujud. Pria yang sedang memeluk pinggangnya posesif ini pasti tidak akan mengizinkannya dan memilih menyeret dirinya pulang.



SENENG BANGET DAH NENG🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2