Dikejar Cinta MAS INTEL

Dikejar Cinta MAS INTEL
Kehamilan Galexia


__ADS_3

Crystal menangis tergugu sembari memeluk putri semata wayangnya. Mendapat kabar bahagia dari menantu serta putrinya membuat crystal histeris bahagia, wanita setengah bayar itu melompat heboh memeluk tubuh Galaska suaminya dan bergelayut bagaikan anak koala.


Dan sekarang Crystal sudah bisa mendekap Galexia, memberikan banyak kecupan di wajah serta pucuk kepala wanita muda itu. Crystal masih tidak menyangka kalau putrinya yang tomboi, suka balapan, tawuran, keras kepala, bisa memiliki anak dan kembar lagi.


Dirinya saja bahkan tidak bisa lagi memberikan keturunan untuk Galaska karena rahimnya rusak setelah melahirkan Galexia. Obat-obatan yang dulu masuk kedalam tubuhnya membuat sebagian alat vital didalam sana tidak dapat berfungsi dengan baik, bersyukur Tuhan masih bisa memberikan anugerah terindah padanya dan Galaska dengan menghadirkan Galexia.


"Jaga cucu-cucu Mami ya, jangan capek-capek, banyak pikiran juga, pokoknya plongin aja jangan mikirin apapun. Kalau bisa tinggal disini sama Mami biar Mami juga bisa ngerawat kamu," Dengan mata yang berkaca-kaca Crystal menatap Galexia penuh harap.


Wanita paruh baya itu juga melirik pada Pradivta dan Eyang Sari yang tidak jauh darinya. Sementara Galaska, pria berwajah bule itu hanya melipat kedua tangannya di dada sembari menatap lekat pada Galexia.


Dia tengah berpikir keras, Galaska sudah membayangkan bagaimana nanti saat cucu kembarnya itu lahir. Sudah pasti biang keributan ada diantara dua bibit itu, Galaska hanya berharap kalau cucunya lahir nanti tidak akan menyerupai Galexia sifatnya, dia memohon dalam hati agar dua janin itu mirip dengan Papanya saja.


Kalau sampai diantara mereka ada yang condong ke putrinya, sudah pasti umurnya yang sudah tua ini akan semakin pendek dan akhirnya habis.


Jangan sampai!


"Aku terserah Xia saja, Mi. Kalau dia mau disini enggak apa-apa, aku akan-,"


"Mi, aku kan udah nikah sama Mas Divta. Jadi mau enggak mau harus ikut sama suami aku dimana pun, kalau Mami kangen Mami bisa datang ke rumah Eyang Sari sama Papi. Maaf, Xia enggak bisa nurutin kemauan Mami." Galexia memotong ucapan suaminya.


Ekor matanya melirik pada pria yang saat ini tengah menyunggingkan senyuman tipis kearahnya, Galexia hanya membalasnya dengan kedipan mata lalu kembali fokus pada Crystal yang ada dideketnya. Jujur Galexia sebenarnya takut saat mengatakan hal itu pada Sang Mami, takut Mami nya sedih dan tidak menerima keputusannya.

__ADS_1


"Sejak kapan anak manja Mami sedewasa ini, hm?" Lagi-lagi Crystal menangus. Kali ini dia terharu dengan sikap yang ditunjukkan oleh putri semata wayangnya. Crystal baru tahu kalau Galexia sudah banyak berubah setelah menikah dengan Pradivta, gadis jutek galak dan cuek itu kini berubah keibuan dan bijaksana.


"Udahlah Sayang, kenapa malah nangis lagi? Udah sini kamu sama Papi jangan bikin Mami kamu nangis lagi!" Galaska berdecak. Tapi tak urung pria itu merentangkan kedua tangannya meminta agar Galexia masuk kedalam dekapannya.


Tidak menyia-nyiakan kesempatan Galexia segera mendekat, dia memeluk tubuh tinggi Sang Papi dengan erat. Ada perasaan bersalah serta haru menyelinap dalam hatinya saat dia mengingat bagaimana nakalnya dirinya saat dulu hingga membuat migrain Sang Papi sering kambuh.


"Maafin Xia ya Pi, Xia sering bikin Papi hampir stroek." Ucapnya pelan tapi masih bisa didengar oleh orang disekitarnya termasuk Galaska.


Pria tua itu kembali berdecak mendengarnya dan semakin mengencangkan dekapannya, tidak membiarkan Galexia lepas.


"Papi bakalan maafin kamu kalau Papi di buatin banyak cucu. Pokoknya yang banyak biar rame, terus kalau marahin mereka gak bosen bisa gantian, kalo dikit lama-lama stroek beneran nanti Papi. Itu lagi itu lagi yang diomelin kan bosen," Ujarnya sungguh diluar galaksi.


💕


💕


💕


Hidup Galexia yang tadinya lurus dan sesuka hati kini berubah total semenjak mengenal lalu menikah dengan pria yang bernama Pradivta Agas. Pria yang dia ketahui sebagai pria biasa itu ternyata menyimpan banyak rahasia, berawal dari penjual Es yang tidak memberikan pesanannya hingga pada akhirnya Galexia sadar dan tahu kalau Pradivta adalah seorang Intel.


Profesi yang sangat rahasia, memiliki banyak peran, lokasi kerja, bahkan semua bidang pekerjaan mau itu halus atau kasar bisa dikerjakan olehnya termasuk menjadi tukang es doger menyebalkan dimata Galexia.

__ADS_1


Tapi sekarang sepertinya sudah berbeda, si Tukang Es Doger menyebalkan itu sudah jinak dan menjadi budak cintanya. Sudut bibir Galexia terangkat tinggi, dia merasa menang karena sudah berhasil menaklukkan pria yang pernah membuatnya menikmati es gratisan.


Tapi sepertinya dia tidak sadar kalau selama ini yang menang adalah Pradivta. Pradivta berhasil menjinakannya bahkan sampai menghamilinya, lihat siapa yang lebih hebat?


"Sayang minum dulu vitaminnya! Nanti jam 10 minum susunya ya!" Suara Pradivta yang semakin mendekat memecah lamunan Galexia dimasa lalu.


Wanita yang akan menjadi Mama muda dari 2 orang anak kembar itu terlihat meraih beberapa bungkus vitamin ibu hamil lalu menegaknya tanpa ragu.


Bibirnya kembali terangkat, tangannya mengusap perutnya yang sudah terlihat membuncit padahal masih berada di trimester pertama.


"Kalian sehat-sehat ya didalam, jangan pada berantem. Mami udah ngasih kalian adil kok vitaminnya," Gumam Galexia lembut.


Wanita itu bangkit, dia berjalan pelan menuju keluar kamarnya. Galexia ingin menemui Pradivta dan Eyang Sari yang sudah menunggunya sarapan, padahal dia sendiri sudah sarapan duluan tadi pagi.


Entah mengapa selama hamil Galexia selalu merasa kelaparan, tidak tahu waktu dan jam. Lebih parahnya lagi dia pernah ingin memakan buah kedondong di tengah malam tapi Pradivta harus mengambil buah asam itu langsung dari batangnya.


Beruntung saja di depan rumah Eyang Sari ada kedondong mini yang memiliki batang kecil, hingga Pradivta tidak harus berkeliling pemukiman untuk mencari batang buah asam itu dan memanjatnya di tengah malam.


Bisa dikira suaminya mbak kunti kalau ketahuan.


__ADS_1


COSPLAY JADI SUAMI MBK KUNTI 🤣🤣🤣


__ADS_2