
#Setelah Galexia di nyatakaj hamil anak kembar, kehidupan yang awalnya terasa flatt, lurus, tak ada gelombang-gelombang petualangan kini malah terasa semakin menantang.
Kehamilannya yang sudah menginjak awal trimester ke dua membuat Galexia sering kali berhasil membuat Pradivta mengepul kan asap dari lubang telinga serta ubun-ubunnya. Seperti waktu itu, entah apa yang membuat ibu hamil itu meradang dan marah pada sang suami yang tidak lain adalah Pradivta Agas, Komandan Tim Black Mamba yang sangat di agungkan oleh anggota timnya.
Tapi hari itu Pradivta malah mendapatkan amukan dari sang istri, bahkan Galexia meminta untuk memulangkan nya ke kediaman Galaska tanpa alasan. Pradivta yang sempat emosi hampir saja lepas kendali, padahal sebelumnya dia tidak pernah seperti itu.
Mungkin kalau dirinya tidak melihat air mata serta isak tangis Galexia entah apa yang terjadi, apakah saat ini mereka masih menjadi suami-istri yang sah dimata agama, karena saat itu Pradivta hampir saja mengiyakan kemauan Galexia.
Beruntung akal sehatnya cepat mengambil alih. Sang Komandan segera merengkuh tubuh lunglai Galexia dan mendekapnya, memberikan kata-kata penenang serta usapan lembut yang pada akhirnya berhasil membuat wanita hamil itu tertidur.
Dan saat Galexia terbangun, Pradivta tidak mengambil waktu lama untuk mengkonfirmasi alasan dibalik murkanya sang nyonya. Lalu apa alasan Galexia dibalik marahnya pada sang suami beberapa waktu sebelum dirinya tertidur, itu semua gara-gara drama Korea yang dia tonton semalam sembari menunggu kepulangan Pradivta dari bertugas.
Sepertinya terbawa mimpi, Galexia meresapi dan menganggap mimpi itu adalah kenyataan saat bangun, karena dimimpinya semalam dia melihat Pradivta ternyata menduakannya. Pria itu menikah secara diam-diam dengan wanita lain, persis seperti adegan yang ada di drama.
Pradivta hanya mampu menatap tanpa ekspresi pada Galexia setelah wanita hamil itu selesai berbicara. Sedangkan sang pelaku terlihat tidak menunjukkan rasa bersalah apapun setelah berhasil membuat dirinya lepas kendali.
Dan sekarang setelah beberapa waktu terlewati mood Galexia yang selalu berantakan perlahan membaik, perut buncitnya terlihat selalu menggemaskan di mata Pradivta. Saat dia sedang bertugas pun Pradivta tidak lupa untuk menghubungi Galexia lewat hanya untuk sekedar melihat perut buncit sang istri.
"Nanti sore aku pulang. Hari ini enggak terlalu sibuk, kamu mau Mas beliin apa Sayang?"
Galexia menarik sudut bibirnya mendengar ucapan Pradivta. Pria yang saat ini tengah menghubunginya lewat video itu memang tidak pernah lupa untuk membelikannya sesuatu saat pulang, kecuali kalau Pradivta pulangnya dini hari.
"Eemm.... Aku mau nasi goreng kambing sama bakso, masing-masing dua porsi." Ucapnya enteng.
__ADS_1
Sepertinya semenjak hamil Galexia tidak memperdulikan bentuk tubuhnya, yang penting untuknya sekarang adalah gizi kedua calon anak kembarnya terpenuhi selama dia tidak mual dan muntah, Galexia akan menikmati makanan yang dia inginkan.
Cukup di trimester pertama dirinya sedikit kurang naf*su makan dan terkadang muntah, sekarang sudah melewati masa itu dengan baik dan tinggal menikmati kehamilannya yang semakin membesar.
"Oke, ada lagi?" Tawar Pradivta.
Pria itu terlihat memakai sepatu yang sempat di lepaskan nya tadi. Bibirnya tersenyum kearah kamera saat melihat Galexia tengah berpikir, dia yakin istrinya yang sudah semakin berisi karena kehamilannya itu sedang memikirkan makanan atau minuman yang diinginkannya.
Pradivta tidak mempermasalahkan, selama itu baik dan tidak berpengaruh pada kesehatan janin serta ibunya dia akan mencarinya sekalipun ke luar kota.
"Sama sate kambing!" Seru Galexia berbinar.
Sayangnya binar dimata Galexia tidak disambut baik oleh suaminya. Pria itu menggeleng pelan, menggerakkan jari telunjuknya di depan kamera mengisyaratkan tidak setuju.
"Makan kambing terus, nanti tekanan darah kamu naik. Mas beliin sate ayam saja ya, lagian kalau makan bakar-bakaran terus gak baik buat dede bayinya, buat kamu juga Sayang." Bujuknya.
Percakapan keduanya berakhir, beberapa jam setelahnya Pradivta akhirnya pulang dengan membawa pesanan yang tadi diinginkan oleh Galexia.
Senyuman pria itu tidak luntur sedikit pun, terlebih saat melihat istrinya sudah menyambutnya di depan teras dengan tangan merentang. Pradivta tersentak saat melihat Galexia berlari kearahnya, untung saja dia tidak melemparkan plastik yang ada di tangannya.
Ingin sekali dirinya marah tapi saat melihat senyuman dan wajah antusias Galexia. Pradivta menghela napas pelan, dia kembali menarik sudut bibirnya dan menyambut kedatangan sang istri dengan merentangkan kedua tangannya. Tapi sayang ternyata Galexia tidak memberikan pelukan, wanita hamil itu malah meraih bungkusan yang ada di tangannya dengan ceria.
Tapi wajahnya ceria itu surut seketika berganti dengan ekspresi kesal dan menyipit tajam pada Pradivta.
__ADS_1
"Kenapa nasi gorengnya cuma pake telor 2, aku kan mintanya yang kambing!" Protesnya.
Galexia kembali menyerahkan bungkusan plastik ke tangan suaminya dengan wajah cemberut, terkesan kesal dan kecewa.
"Ini spesial sayang, lebih dari kambing, pake telor dua loh." Bujuknya.
Sejujurnya dia memang sengaja melakukannya, Pradivta tidak ingin Galexia terus memakan makanan yang berbau kambing.
"Enggak mau!" Tolak nya mentah-mentah.
Wanita hamil itu berbalik dengan kesal, dia menghentakkan kakinya ke paving blok terlihat begitu kesal sampai ingin menangis rasanya.
"Sayang....," Panggilnya.
"Enggak mau! aku enggak mau yang pake telor!" Tolak nya lagi.
"Tapi ini dua loh telornya," Bujuknya lagi tidak mau menyerah.
Langkah Galexia terhenti, dan itu membuat senyuman di bibir Pradivta kian merekah. Dia yakin kalau istrinya akan luluh karena nasi gorengnya spesial dengan telor 2.
Tapi sayang itu sepertinya hanya angan Pradivta belaka, yang sebenarnya terjadi justru-
"Ngapain beliin aku nasi goreng pake telor 2, dirumah aja udah ada kalo cuma telor 2!" Kesalnya dengan kedua kaki kembali menghentak dan melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
SINI TELOR 2 MU KU JADIIN NASI GORENG😒😒