Dikejar Cinta MAS INTEL

Dikejar Cinta MAS INTEL
Sendiri Lagi


__ADS_3

Galexia berguling kesana kemari diatas tempat tidur. Mata abu abu indahnya menatap layar ponsel yang sedang menampilkan sebuah game ciptaan GG MOBILE.


Gadis itu terlihat sibuk sendiri, masa bodo dengan orang yang tengah serius membongkar sebuah pistol dilantai. Saat ini keduanya masih berada di kediaman Eyang Sari padahal waktu sudah tidak lagi siang ataupun sore, melainkan sudah hampir pukul 8 malam. Sepertinya mereka memutuskan untuk bermalam di rumah ini, atau mungkin akan pulang ke kediaman Galaska sedikit agak larut.


"Gu- Aku lapar!" seru Galexia tiba tiba. Bahkan dia mengubah semua tata bahasanya yang dulu sedikit kasar menjadi lumayan enak didengar, sesuai dengan perjanjian mereka selain menikah cepat tentunya.


Gadis itu bangkit, dia menatap datar pada pria yang masih sibuk mengisi magazine dengan beberapa peluru. Terlihat tidak terganggu oleh apa pun, sekalipun itu adalah gadis yang dinikahinya beberapa jam yang lalu.


"Mas!" panggilnya lagi.


Perlahan Pradivta menoleh, dia melepas sesuatu dari kedua telinganya. Dahinya mengerut dalam saat melihat wajah tak mengenakan yang tengah dipamerkan Sang istri padanya.


Istri?


Sudut bibir Pradivta berkedut, dia menatap dalam pada gadis yang tengah menatap tajam kearahnya. Jujur tatapan itu terlihat begitu tajam seakan bisa mengulitinya dalam diam.


"Ada apa Sayang? Mau apa hm, sebentar ya aku masih-,"

__ADS_1


Ucapan Pradivta terputus saat melihat Galexia turun dari tempat tidur. Gadis itu melangkah lebar keluar dari kamar Pradivta dan menuju kamar yang biasa ditempatinya saat berkunjung kerumah ini.


"Mau kemana?"


Pradivta panik, akhirnya dia meningalkan kekasih gelapnya yang sedari tadi dielus, dipijat, dimasukan dengan lembut hingga mengabaikan istri tersayangnya yang kini mulai memberontak karena diabaikan.


"Aku tidur di sini, Mas Divta terserah mau tidur dimana aja. Jangan pernah berani masuk, awas!"


Braak!


Pradivta memejamkan kedua matanya saat pintu tertutup kencang tepat di depan hidungnya. Beruntung masih ada jarak antara mereka, karena kalau tidak mungkin hidung mancungnya akan sedikit berkurang karena benturan tersebut.


Braaak!


"Jangan berani buka pintu, aku mau tidur!"


Seruan kencang dan lemparan sebuah benda dari dalam kamar membuat Pradivta mengurungkan niatnya, dia men*desah pelan. Pradivta menyugar rambutnya kasar, helaan napasnya terdengar berat. Dia tidak tahu harus berbuat apa, ini memang salahnya, harusnya dia tidak mengabaikan gadis itu tadi.

__ADS_1


"Aku kira dia bakalan anteng main game," gerutunya.


Pradivta berjalan menjauh dari pintu, dia berjalan menuju arah dapur. Kedua kaki telanjangnya bergerak lincah saat sudah sampai ditempat itu, Pradivta membuka lemari es, namun sayang tidak ada bahan makanan yang bisa dimasak lalu dinikmatinya.


Jujur ini bukan bagian dari rencana, padahal rencananya Pradivta ingin berduaan dengan Galexia disini tapi ternyata ada saja yang membuat mereka kembali berjauhan. Hingga pada akhirnya Pradivta memesan makanan lewat online, dia sebenarnya mendengar kalau Galexia merasa lapar, hanya saja pria itu berpura pura memasang headset di kedua telinganya seakan tidak mendengar.


Pradivta menyukai panggilan yang Galexia berikan walaupun itu melalui kesepakatan. Berharap Sang istri merayunya karena lapar, dia malah mengalami hal yang menyedihkan saat malam pertama.


Tidur sendirian, lagi!


Pradivta memang belum berharap kalau Galexia akan dengan suka rela melakukan kewajibannya sebagai istri, itu tidak masalah yang paling penting untuknya adalah Galexia akan selalu ada disaat dirinya membuka mata saat bangun di pagi hari, dan malam ini adalah awal yang dinantikan.


Tapi ternyata kenyataan tidak sesuai ekspetasi, bayangan indah itu hilang tersapu angin karena dirinya berpura-pura sibuk membongkar pasang pistol kesayangannya.


"Sendiri lagi, sendiri lagi," gumamnya pelan.


Pradivta kembali melangkah meninggalkan dapur, dia berjalan menuju kamarnya dan segera membereskan semua barang kesayangannya selain Sang istri tentunya.

__ADS_1



SAYANG AJA SONO TUH PISTOL


__ADS_2