
Caitlyn segera dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulance karena mengalami pendarahan hebat. Beruntung dia langsung mendapatkan perawatan intensif, hingga dapat menyelamatkan nyawa mereka bertiga.
Dokter Isabella sempat memarahi Aileen setelah mengetahui kondisi Caitlyn. Aileen hanya bisa pasrah. Saat ini dia hanya memikirkan kondisi Caitlyn.
Caitlyn sendiri belum sadarkan diri, tetapi dia telah dipindahkan ke ruang perawatan.
Beberapa saat kemudian Laura menyusul. Aileen lamgsung menanyakan pada Laura soal Owen.
"Apakah Owen pernah menghubungimu Laura?" tanya wanita itu.
Laura menggelengkan kepala. "Beliau hanya menghubungi saya saat awal-awal kepergiannya. Setelah itu tidak lagi. Saya pernah mencoba menghubungi tetapi ponselnya tidak aktif."
Aileen berdecak kesal. Baru saja dia hendak menghubungi keluarganya yang lain, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi.
Sebuah nomor tidak dikenal muncul di layar pinsel Aileen. "Halo," sapa Aileen begitu mengangkat teleponnya.
"Ini aku," ucap suara di balik sambungan teleponnya.
"Owen!" pekik Aileen. "Kau gila! Kenapa nomormu tak bisa dihubungi, Bodoh!" bentak Aileen.
"Ke mana kau membawa Caitlyn pergi?" Bukannya menjawab, Owen malah mengajukan pertanyaan aneh yang membuat sepupunya tersebut terkejut.
"Tahu dari mana kau?" Aileen balik bertanya.
"Beritahu aku, Ail. Besok pagi aku akan sampai di sana."
Mendengar perkataan Owen, Aileen tertawa mengejek. "Lucu sekali kau. Berbulan-bulan tak bisa dihubungi dan tak sudi pulang, kini dalam sekejap kau bilang akan datang."
"Aku bukan tak sudi pulang. Kau tak mengerti keadaanku. Kau—"
"Aku tak peduli, Owen! Yang aku tahu, kau sudah menelantarkan istri dan anak-anakmu. Kau lah yang meminta Caitlyn untuk datang dan menerima pinanganmu, jadi bukankah seharusnya kau mampu berdiri di depan Caitlyn dan membelanya?" ujar Aileen marah.
__ADS_1
Tak ada sahutan apa pun dari Owen. Pria itu tampaknya tersentil dengan kata-kata Aileen.
"Aku memang pengecut. Aku tak mampu melindungi mereka. Namun, beri aku kesempatan untuk menebusnya, Ail," ucap Owen lirih.
"Untuk apa meminta padaku. Mintalah pada Caitlyn," jawab Aileen.
"Maka dari itu beritahu aku di mana Caitlyn berada."
Aileen terdiam sejenak, sebelum kemudian mengatakan pada Owen untuk mencari tahu sendiri. Tanpa menunggu tanggapan dari Owen, dia langsung menutup sambungan teleponnya.
Saat itulah Caitlyn tersadar. Dengan suara lemah dia memanggil-manggil nama Aileen.
"Caitlyn!" seru Aileen sembari berlari menghampirinya.
"Bayi-bayiku?" tanya Caitlyn.
Aileen tersenyum. "Kau tak perlu khawatir, mereka dalam keadaan baik."
Caitlyn sendiri tak tahu bagaimana bersikap. Dia tentu marah dengan kebohongan Sean. Namun, dalam hati, dia tidak bisa benar-benar menghilangkan perasaannya pada pria itu. Terlebih, Sean adalah orang pertam yang dicintai Caitlyn.
Air mata kembali mengalir membasahi pipinya.
Melihat itu, Aileen berusaha menenangkan Caitlyn.
...**********...
Aileen keluar dari kamar perawatan Caitlyn, saat wanita itu masih terlelap. Dia berniat untuk pulang ke rumah untuk melihat anaknya dan anak-anak Caitlyn terlebih dahulu, sebelum kembali ke rumah sakit.
Wanita itu sontak terkejut saat berpapasan dengan Owen yang baru saja keluar dari lift bersama Chloe dan Wayne. Pria itu rupanya pulang dulu ke rumah.
"Aileen!" panggil Owen.
__ADS_1
Aileen tak bisa mengelak. Terlebih, pria itu datang membawa kedua anak mereka. Aileen menghela napasnya sejenak, sebelum akhirnya berjalan mendekati Owen sekaligus menyapa Chloe dan Wayne.
"Ibu dan adik-adik baik-baik saja kan, Aunty?" tanya Chloe dengan mata berkaca-kaca.
"Tentu saja. Ibu dan adik-adik sangat kuat, jadi, kau tak perlu khawatir, oke?" Aileen mengelus lembut surai Chloe lembut. Dia pun memberitahukan di mana kamar sang ibu berada pada gadis kecil itu.
Mau bagaimana lagi, Aileen sebenarnya tidak berhak melarang Owen dan Caitlyn bertemu. Apa lagi melihat keadaan Caitlyn yang sangat menyedihkan. Semalam emosinya masih menguasai diri.
Aileen pun kemudian berpamitan untuk pergi sebentar dan akan kembali beberapa jam lagi.
Setelah Aileen pergi, barulah Owen dan kedua anaknya berjalan menuju ruang VVIP yang berada tak jauh dari sana.
Begitu pintu terbuka, jantung Owen berdegup keras.
Di sana, terbaring sang istri dengan wajah pucat. Perutnya juga terlihat membesar.
Mendengar suara pintu ruangannya berbunyi, mata Caitlyn tiba-tiba terbuka. Wajahnya sontak terkejut mendapati sosok sang suami yg tiba bersama Chloe dan Wayne.
"Ibu!" Chloe dan Wayne serempak memanggil dan berlari ke arah Caitlyn.
Caitlyn tersenyum lemah. Wanita itu mengulurkan tangannya guna menggapai mereka berdua.
Owen dengan lembut meminta Chloe dan Wayne untuk berhati-hati.
"Ibu, apa yang sakit, Bu? Apa adik-adik bayi juga sakit? Wajah Ibu pucat sekali," ujar Chloe khawatir.
Caitlyn menggeleng. "Ibu dan adik-adik baik-baik saja. Ibu hanya butuh tidur," jawab wanita itu lembut. Pandangannya kemudian beralih pada sosok Owen.
Owen membalas tatapan Caitlyn dengan penuh kerinduan dan perasaan bersalah. Dia ingin memeluk wanita itu, tapi hatinya berkata, bahwa dia tak pantas melakukannya.
Caitlyn sendiri tidak mengatakan apa-apa, sebab saat ini ada Chloe dan Wayne di antara mereka.
__ADS_1