DISINI

DISINI
Satu


__ADS_3



Miru memarkirkan mobil di tempat parkir gedung 1 salah satu apartement di daerah Brooklyn. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, itu artinya lift utama sudah berhenti beroperasi, terlebih apartement miliknya terletak di lantai 6. Miru takut jika harus jalan menaiki tangga seorang diri. Bagaimana jika nantinya kejadian di Jepang 3 tahun lalu terulang kembali. Ia tidak ingin mengingat kejadian itu.





Grub Chat




Miru_chan33


Gue udah sampe gedung satu nih. Mau masuk lift


[berjalan menuju lobi]





Miru_chan33


Guys. Lift nya gerak gerak nih.


[[nih orang pada kemana sih. Gak tau temennya ketakutan]].





Crisella


Sorry say, malem ini gue gak pulang.





Miru_chan33


Nginep di rumah bos lo lagi?





Crisella


Yes





Miru_chan33


Dasar cabe





Crisella


Chilli? Cantik gini di bilang cabe.





Farah


Apalah gue yang udah gak tinggal bareng kalian. Hiks hiks





Crisella


Setelah project gue nyusul lo say ke Indonesia. Okok





Miru_chan33


[Masuk kedalam lift dan menekan tombol 6] Gue juga ikut..





Farah


Nanti gue ijin suami biar kita bisa liburan bertiga. Biar aja dia gue tinggal sendiri di rumah.





Miru_chan33


Istri durhaka. Hehehe





Juwon_Im

__ADS_1


Mi, pertandingan baseball nya belum selesai. Maaf gak bisa jemput lo.




Real life




Lantai 6. Pintu lift perlahan terbuka. Dihadapannya terlihat pria tinggi berkulit putih tengah menunduk. Miru bisa mendengar suara napas pria itu ia kelelahan.




"Aa...Lift tangga"ucap Miru canggung."cuma lift barang gedung 1 yang beroperasi setelah jam 11"




Miru jarang berbicara dengan pria. Seingatnya hanya Juwon dan Gerald-editor salah satu penerbit di Inggris, editornya.




Pria itu terus berjalan tanpa memperdulikan Miru. '603' ia masuk ke apart 603 yang berada tepat di sebelah apart nya.




'Gak sopan banget' gumam Miru-membenarkan tali tas"Terima kasih" teriaknya sesaat sebelum pria itu menghilang dibalik pintu.




Grub Chat




Juwon_Im


Pertandingannya udah selesai nih Mi. Gue jemput gak nih?






Farah


Mi ada yang khawatir noh.





Juwon_Im


Mi, jadi gak? Lo dimana biar gue kesana






Farah


Bales Mi, daripada grub isinya spam si kuya.





Real Life



KLIK




"Chat gue gak dibales?" tanya Juwon memandang lurus kearah Miru.




Miru berjalan kearah dapur dan meletakkan tas di bangku.




"Kelamaan, gue udah di depan pintu"jawab Miru




"Yaudah sini duduk! Temenin gue nonton film"pinta Juwon sambil menepuk-nepuk bantalan kursi-lembut.




"Ada film baru?"tanya Miru. Ia sangat suka menonton film, terlebih selera film mereka berdua hampir mirip. Kecuali bola dan Comedy. Sangat menyenangkan mengerjai Juwon ketika sedang menonton film horror. Ia mendeklarasikan kalau ia sangat menyukai genre film itu, tapi kau akan lebih sering melihatnya menutup mata daripada memperhatikan film.




"You see...cepet kesini!"




Miru duduk disebelah Juwon sambil memeluk bantal. Ia masih memikirkan kejadian barusan. 'Siapa sebenarnya pria itu? penghuni baru?'



__ADS_1


"Besok-besok tunggu gue. Biar gue jemput"mengelus rambut Miru dan reflex membuatnya menyingkir.




"Awas, kalo nanti gue baper"




"Emang bisa? Gak yakin" goda Juwon




'Gue udah lama suka sama lo, lo aja yang gak pernah peka'. Memandang Juwon-kesal "Kagak bakal juga. Gak akan"




"Oya Mi, maaf soal kemarin. Gue lupa bilang ke Jieun buat gak masuk ke kamar lo"




"Gue udah lupa" ucapnya ketus "jadi namanya Jieun? baru lagi?"




"Baru 2 minggu" jawab Juwon.




"Oya. lo tau kalau apart sebelah udah keisi? tadi gue gak sengaja ketemu pemiliknya"




"Cewe?masih muda?"




"Sayang sekali cowo, jadi gak bisa lo modusin"




"Kalo cowo berarti bisa lo modusin tuh mi"




Miru mengambil bantal dan memukul Juwon keras "Gue mah setia gak kayak lo"




"Sama siapa? Si B*****k itu? Masih berani lo sama dia?" Juwon menjadi sangat emosi, sementara Miru fokus menatap layar tv.




"Bukan dia"




"Trus?"




"Gue gak tau namanya dan gue liat dia sama cewe, jadi gue putusin buat diem-diem suka sama dia"




"Bodohnya temen gue yang satu ini"kata Juwon-menggelengkan kepalanya.




Miru memperhatikan wajah Juwon. Cuma teman. Kata-kata itu sangat tepat untuk menggambarkan keadaan mereka berdua saat ini. Juwon terlihat biasa saja, tidak seperti Miru yang menginginkan pria itu sekali saja memandang kearahnya.




"Besok pagi ada barang dateng. Lo masih harus ngunjungin β„’Miss Anita di rumahnya?"




"Gak. Asalkan gak ketemu orang kayak lo gue bakal aman, katanya"




"Gue serius kali Mi"




"Bener gak perlu ke sana lagi"




"Besok pagi gue hubungin Miss Anita, buat mastiin"




Malam itu mereka habiskan dengan menonton.



__ADS_1


πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€


__ADS_2