
Meja makan
Miru kembali dari pasar sebelum Juwon dan Crisella pulang kerja. Ia berniat menyiapkan makan malam hari ini.
Menaruh belanjaan di atas meja dan mengambil talenan, serta pisau di laci. Apa sup cocok untuk makan malam?. pikir Miru.
Gadis itu mulai memanaskan air dan memasukkan Ayam serta beberapa bumbu kedalamnya. Ia berniat membuat kaldu untuk sup, kemudian mengiris jamur, wortel, dan kentang.
Miru mengambil smartphone, mengabari yang lain untuk tidak pergi.
Grub Chat
Miru_chan33
Aku hari ini masak. Jadi, tidak ada yang boleh makan diluar.
Miru_chan33
Aku peringatkan.
Miru_chan33
😘
***
1 Jam kemudian
KKlik
Membuka sepatu"Tumben Mi, masak"ujar Crisella.
"Udah duduk dulu. Juwon belom kasih kabar?"
"Dia sih pasti pulang"
Miru menyendokkan sup kedalam mangkok dan menaruhnya di hadapan Crisella. Begitu juga dengan nasi dan beberapa lauk lain.
"Lo makan dulu aja Sel. Nanti keburu dingin"
"Kenapa sih lo Mi? Sakit?"
"Udah makan aja dulu"
.
.
.
30 menit kemudian
Juwon Chat
__ADS_1
Juwon_Im
Tiga hari ini gue gak pulang. Jieun sakit dan gue perlu jaga dia. Tolong bilangin Miru. Sorry
___
"Mi,.."
"Em.." memandang Crisella.
"Juwon gak bisa pulang. Jagain pacarnya"
"Ow...ok"
****
Mereka berdua makan dalam diam. Miru membereskan meja makan.
"Besok gue mau balik ke Jepang" Ujar Miru sambil mencuci piring.
"Lo bercanda kan Mi?"
"Maaf baru bilang. Gue gak tau harus ngomong kayak gimana"
Menggeleng"Kayaknya gak"
"Apa lo lupa yang udah terjadi disana? Gimana kalau orang-orang itu dateng lagi dan mengancam hidup lo. Siapa yang bakal jagain lo di sana" memeluk Miru-menangis.
"Gue juga tau soal itu. Dan gue gak boleh terus kayak gini. Sudah 3 tahun, mereka pasti lupa siapa gue"Crisella memeluk Miru semakin erat.
"Malam ini gue tidur sama lo."
"Ia"
"Farah sama Juwon udah tau?"
"Udah. Cuma gue belom bilang Juwon kalo bakal pergi besok"
"Biar gue yang sampein ke dia"
"Gak usah. Jieun lagi butuh dia"
****
__ADS_1
Miru pergi ke bandara tanpa ditemani siapapun. Crisella ada rapat penting siang ini. Meskipun ia bersikeras untuk tetap mengantar, Miru terus saja menolak. Lucas yang menawarkan diri untuk mengantarkan juga ada pemotretan hari ini.
Beberapa langkah sebelum memasuki pintu. Miru melirik kebelakang. Ia menyukai negara ini. Tapi entah kenapa hati nya memilih untuk melarikan diri. Tubuhnya terasa diikat didalam ruangan hampa udara. Dengan kembali ke Jepang mungkin perasaannya akan lebih baik.
🌀🌀🌀
Flashback
Semalam
Setelah makan malam dengan Crisella, Jieun masih tetap di meja makan, sementara Crisella tidur terlebih dahulu.
Pandangannya tidak bisa lepas dari kursi dihadapannya.
Kursi yang biasa dipakai Juwon itu mulai membentuk sosoknya. Dengan pakaian dan senyum yang biasa ia tampilkan. Senyuman yang juga akan membuatmu tersenyum, ketika melihatnya.
Miru tersenyum, memperhatikan tiap gerakan Juwon.
Tapi ia sadar
Berapa kalipun ia berusaha mencari perhatian pria yang saat ini duduk dihadapannya, berapa kali juga ia tersadar kalau pria itu bukan untuknya.
Senyuman yang pria itu kasih untuknya,
Perhatian yang ia berikan,
Cinta yang ia miliki,
Memiliki arti yang berbeda.
Ia sudah terlanjur jatuh hati.
Andai ia bisa kembali ke masa lalu, ia tidak akan menyesal pernah memiliki rasa itu.
Begitulah cinta yang ia rasakan.
"Terimakasih, selamat tingal. Pria yang aku cinta. Juwon"
🌀🌀🌀
Sekelompok pria -tim sepak bola sekolah-berkerumun tidak jauh dari tempat yang akan Miru lalui. Tubuhnya bergetar. Meremas tali tote bag hingga buku tangannya memutih. Ia ketakutan.
Sebenarnya ia berbohong kepada Juwon mengenai keadaannya. Menurut Asly tidak ada kemajuan yang pasti, meskipun kadang ia bisa menahan diri di tengah keramaian. Tapi ia berkata kepada Juwon kalau keadaannya sudah membaik.
Miru mendorong kopernya mendekati tembok. Menjaga jarak agar tidak terlalu dekat dengan mereka. Dan berhasil.
...
Sebelum masuk kedalam pesawat Miru mengirim pesan kepada Juwon.
Juwon Chat
Miru_chan33
Hari ini aku pergi ke Jepang. Terima kasih untuk segalanya. Bye
.
.
Miru menghela napas panjang dan tersenyum. Memasang sabuk pengaman.
__ADS_1