DISINI

DISINI
Season 2 : #25


__ADS_3



Selama satu bulan, Kazuto selalu pulang pukul 3 malam dan kembali bekerja dipagi hari-sekitar pukul 10. Sementara Miru menghabiskan waktunya dikamar-belajar, mempersiapkan keberangkatannya ke Brooklyn yang tinggal menghitung hari.





Seperti biasa, Kazuto kembali menemukan Miru tertidur di meja belajar dengan lampu menyoroti sebelah wajahnya.





Perlahan Kazuto masuk, menuntun Miru kembali ke kasur.



.


.


.



"Ayah...apa kau melihatnya?" gumam Miru dalam tidur.


.


.


.



Kazuto sangat lelah hari ini. Sebenarnya pekerjaannya tidaklah sulit. Ia hanya perlu mengawal atasannya ketempat ju❌i dan membawa koper berisi uang tunai. Sementara atasannya bermain.




Tempat ju❌i




Berdiri di samping atasannya yang tengah bermain.





"Aku menang lagi" seru atasan Kazuto, tersenyum.





"Berikan aku ¥xxx. Aku harus menang hari ini" jelas pria gemuk dihadapannya.





"Aku tidak meminjamkan uang sedikit itu. Terlebih bunganya 45%, apa tidak keberatan?"





"Kalau begitu, berikan aku ¥xxx. Perusahaanku sedang berkembang pesat, kau tidak perlu khawatir"





"Berikan uang itu!" perintahnya pada Kazuto.



.


.


.




Tapi suatu ketika, ia mengetahui keberadaan Miru dan berusaha memilikinya.





Kazuto berlari menghampiri mobil atasannya, setelah bertemu Miru di cafe.





Atasan Kazuto tersenyum dimobil, melihat Miru yang tengah tersenyum. Bahkan ketika Miru melambaikan tangannya kearah Kazuto, wajah pria itu semakin memancarkan kebahagiaan. Seakan gadis itu tengah melambaikan tangan padanya.





Membuka pintu "Maaf membuat anda menunggu" ujar Kazuto.





"Siapa gadis itu?" tanyanya. Masih memandang kedepan.





"Adikku" jawab Kazuto, singkat.



__ADS_1



"Berikan dia padaku!"





"Maaf aku tidak bisa melakukannya. Sebagai gantinya, aku akan mencarikanmu gadis lain"





"Ah... maaf. Lupakan. Cepat tinggalkan tempat ini.



.


.


.




Hampir setiap hari atasan Kazuto menyuruh orang mengikuti Miru dan memotret nya.





Atasan Kazuto tersenyum melihat lembaran foto Miru diatas Meja. Semakin dilihat, ia semakin menginginkan gadis itu.





Tapi tentu tidak berlangsung lama, karena Miru pergi menuju Brooklyn.





Keadaan itu membuat Kazuto lega, karena Miru terbebas dari atasannya. Yang bisa menghalalkan segala cara, untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.




🌀🌀🌀




Bandara




"Aku berangkat."Ucap Miru, berjalan mundur agar bisa tetap melihat Kazuto.








"Aku akan sering menelepon mu"




🍂🍂🍂




Hampir dua semester Miru tidak memiliki teman, dan setiap hari ia hanya Kerja, Kuliah dan kembali ke asrama.





Tapi suatu ketika, ia bertemu Crisella yang salah masuk kamar. Ia terlihat mab❌k dan salah mengira kamar Miru adalah kamarnya.





Kamar Crisella berada diruang 303, satu tingkat diatas Miru.





Crisella terjatuh, dan membuat Miru mengijinkannya tidur di kasur. Saat itu Miru tidak tau dimana kamar Crisella, dan bertanya pada orang lain hanya akan menggangu mereka. Karena saat itu sudah malam sekali.





Setelah susah payah mengangkat Crisella kekasur, Miru duduk di bangku sambil memandangi gadis itu.





"Sehari tidur di bangku, tidak jadi masalah" ujarnya, berbalik badan-melanjutkan menonton dorama Jepang.





Crisella tidak mendengkur saat tidur. Untunglah, karena tidak akan membuat Miru kesal.



.

__ADS_1


.


.




Pagi harinya




Miru keluar dari kamar Mandi, mengeringkan rambut dengan handuk.





Sementara Crisella menggeliat-merentangkan kedua tangannya "Morning"





"Sudah bangun?"





"Boleh minta minum dan sandwich kalau ada?" pinta Crisella dan disambut tertawa mereka.





Masih tertawa, berjalan ke dapur kecil didekat pintu masuk. "Tidak sekalian uang saku untuk pergi kuliah?" canda Miru.





"Boleh kalau kau tidak keberatan"





Mengambil roti dan mengoleskan selai kacang dan strawberry di sisi satunya. Memotong, membaginya menjadi dua.





Miru menggeleng mendengar ucapan Crisella.





"Sepertinya aku salah masuk kamar. Aku tinggal di ruang 303, Crisella" menjulurkan sebelah tangan.





"Miru. Namaku Miru."





Pertemanan mereka mengalir begitu saja.





"Bisa kau keluarkan meja kecil dipojokan sana!"





"Yang ini?" Menunjukkan meja kecil berwarna coklat.





"Ia itu. Tolong letakkan di bawah!" pinta Miru "Kau suka Susu atau Kopi?"





"Kopi"





"Ok"




🍂🍂🍂




'Akhirnya aku mendapatkan seseorang teman'_Miru




__ADS_1


__ADS_2