
Sore hari
Miru menaiki sepeda mengelilingi taman.
Beberapa pasangan dan satu keluarga terlihat melintas diantara Miru. Membuat dirinya tersenyum senang.
Dulu Kazuto sering mengajaknya berlibur. Kazuto jauh lebih dekat dengannya ketimbang ayah. Ayah Miru cenderung cuek.
Ia terus mengayunkan sepeda hingga tiba di tepi pantai. Menaruh sepedanya asal dan duduk sambil memandangi langit yang semakin menghitam.
"Hhuu....Akhirnya aku bisa istirahat." meregangkan tubuh yang seharian berdiri, karena banyaknya penggunjung yang datang.
"Langitnya cantik" tersenyum.
Mengangkat tangan, menutup matahari yang kian menghilang "Bagaimana kabarmu?" tanya Miru. Tersenyum.
"Apa langit disana juga sama cantiknya?"
"Anehnya aku merindukanmu"
🍂🍂🍂
Juwon tiba di bandara dan langsung menuju tempat tinggal Miru. Gadis itu pasti terkejut melihat Juwon datang atau mungkin sebaliknya.
Tapi Juwon siap dengan apa yang akan dilakukan Miru padanya. Memikirkan nya saja sudah membuatnya senang.
.
.
Semakin dekat dengan tempat tinggal Miru, semakin banyak yang ia pikirkan.
Mengetuk pintu
KREK
"Siapa?" tanya pemilik rumah
Ternyata yang membukakan pintu bukanlah Miru, melainkan seorang wanita tua yang tidak pernah ia temui sebelumnya.
"Apa Miru ada didalam?"tanya Juwon.
"Siapa.. Miru?"
"Ya. Apa dia ada di dalam?"
"Maaf sepertinya kau salah rumah. Aku pemilik baru rumah ini"
"Apa kau tau dimana pemilik sebelumnya?"
"Maaf"
"Terimakasih"
Juwon segera menelepon Miru. Tapi ponselnya tidak aktif.
Miru Chat
Juwon_Im
"Mi. Kamu dimana?"
Juwon_Im
📞
Juwon_Im
📞
Juwon_Im
📞
Grub Chat
Juwon_Im
"Ada yang tau dimana Miru"
Juwon_Im
"Cepat bales!"
Farah
"Napa sih lo kuya. Bukannya udah gue kasih tau lo alamatnya"
Juwon_Im
__ADS_1
"Dia udah gak tinggal di situ"
Crisella
"Nanti gue hubungin dia. Udah lama gue gak tau kabar dia"
Farah
"Udah gue telfon, cuma gak bisa dihubungin"
Farah
"Tapi, ngapain lo cari Miru? Bukannya lo udah tunangan sama Jieun?"
Juwon_Im
"Nanti gue ceritain. Sekarang tolong cari info dimana Miru!"
Juwon_Im
"Sel, lo punya nomor Gerald. Kirimin ke gue!"
Juwon_Im
"Sekarang"
Crisella
"917.xxx.xxx"
Crisella
"Kabarin gue kalo udah ada kabar. Nanti gue juga tanya ke yang lain"
Juwon_Im
"Nanti gue kabarin lagi"
🍂🍂🍂
Juwon menghubungi Gerald. Tapi jawabannya tetap sama. Ia juga tidak tau dimana Miru. Sebulan ini mereka hanya berkomunikasi melalui email dan ketika tidak membahas perihal buku, Miru sama sekali tidak memberikan respon.
Meskipun begitu, Gerald berjanji akan memberi kabar jika mengetahui dimana Miru.
Grub Chat
Crisella
Farah
"Masih belum ada balesan dari dia"
Farah
"Apa perlu lapor polisi?"
Farah
"Tapi jangan deh. Nanti malah ribet."
Farah
"Atau mungkin gue aja yang kesana, cari dia"
Crisella
"Gak perlu. Gue udah minta David cari dia"
Crisella
"Lo cuma bakal ngeribetin Juwon, kalo dateng ke sana."
Juwon_Im
"Untuk sementara gue balik ke Brooklyn."
🍂🍂🍂
Miru masih membaringkan tubuhnya dipasir. Tanpa sadar air mata mengalir diwajahnya dan langsung mengering ketika tersapu angin.
"Sudah malam, kenapa masih disini?" tanya Taka yang datang dari arah kanan. Ia mengenakan kaos putih dan celana jeans pendek basah.
"Baru pulang?" tanya Miru dan teringat kalau ia melupakan janji tadi pagi. "Maaf" ucapnya bersalah.
Taka tersenyum melihat ekspresi Miru yang lucu. Ia benar-benar seperti anjing kecil yang merayu untuk diberi makan. Menggemaskan.
"Maafkan aku. Aku ketiduran" ucapnya lagi. Membentuk posisi memohon.
"Tidak apa" mengelus rambut Miru dan duduk disebelahnya. "Aku tau" mengingat Miru yang tengah tertidur pagi itu.
__ADS_1
"Kau melihatku?" tanya Miru. Bingung.
"Aku mendengarmu mendengkur" jawab Taka asal.
"Ckk. Aku tidak pernah mendengkur. Dan bagaimana kau bisa masuk? aku..." mengingat-ingat " Aku lupa mengunci pintu....Aish" kesal.
"Aku menunggumu di depan gerbang." Ujar Taka, memperbaiki keadaan.
.
.
.
"Kau suka tinggal disini?" tanya Taka. Ia benar-benar berharap gadis itu bisa terus tinggal. Senang rasanya memiliki seorang yang bisa diajak bicara. Terlebih jarak usia mereka yang tidak terlalu jauh.
"Aku menyukai tempat ini. Begitu tenang dan cantik. Tempat dimana kau tidak akan merasa aneh jika berjalan seorang diri. "
"Nantinya kau akan tau, kalau tempat ini jauh lebih cantik jika dinikmati bersama-sama" berbaring dipasir "Ahh.... sangat nyaman"
Miru juga ikut berbaring disamping Taka. Memandangi langit.
"Pulanglah! kau akan sakit, kalau diluar dengan pakaian basah begitu"
"Biarkan aku disini lebih lama"
"..."
"..."
"Apa tidak masalah aku tetap tinggal dirumahmu?"
"Kau punya kekasih?" tanya Taka, memandang kearah Miru. Dan tentu membuat Miru melakukan hal yang sama.
Terkejut "Ehh..."
"Sepertinya ada"
"Tidak...Berhenti berasumsi"
"Aa. Kalau begitu kau bebas tinggal disana"
"Maksudnya? Apa hubungannya aku punya kekasih dan tinggal dirumahmu?"
"Kalau ada. Dia akan tidak nyaman kau tinggal dirumah pria lain"
"Tapi aku tidak pernah menganggapmu pria. Kau hanya salah satu dari pelanggan kami"
"Maksudmu, aku pria tua?"
"Aku tidak pernah mengatakannya"
Tertawa
Miru kembali duduk. Memeluk lututnya dan memandang lurus kearah air.
🍂🍂🍂
Miru dan Taka berjalan pulang. Taka sengaja mengantar Miru pulang, sebelum ia kembali ke rumah.
Menuntun sepeda Miru. "Lain kali, kabari aku kau kau mau pergi berkeliling"
"Emm.."
"Aku menyukaimu"
"Emm??" menengok kearah Taka, sementara pria itu tersenyum dan terus memandang ke depan.
"..."
".."
.
.
"Sudah sampai" ujar Taka. Menaruh sepeda Miru.
"Mau masuk?" tawar Miru.
Memandangi pakaian Taka yang sudah mengering "Sebaiknya kau pulang dan mandi air hangat"
"Aku pergi"
"Hati-hati"
Taka berjalan pergi dan berbalik memandangi Miru yang masih berdiri di depan pintu.
"Pikiran ucapanku!"
__ADS_1
"Apa?" tanya Miru, benar-benar tidak tahu apa yang dimaksud Taka.
"Kalau begitu lupakan saja!"