DISINI

DISINI
Season 2 : #32


__ADS_3

Miru selesai mandi dan duduk di meja belajar. Ia membuka laptop, masih mengeringkan rambutnya yang basah.


Novelnya sudah semua terkirim. Tapi ia perlu memeriksa email, karena biasanya Gerald mengirimkan revisi beberapa hari setelahnya.


Juwon


??


"Sepertinya mereka sudah tau aku meninggalkan Tokyo" tersenyum.


"Mereka benar-benar memarahiku" tertawa "Mereka bahkan tidak mengirimkan ku kabar saat liburan"


"Aku perlu waktu. Maaf membuat kalian khawatir"


To. Farah, Crisella, Juwon


Aku baik disini. Tempatnya juga indah. Jadi tidak perlu khawatir. Dan jangan mengirimiku banyak pesan. Kaliam membuat memoriku penuh.


Sesaat kemudian Mereka bertiga langsung membalas email Miru, pada waktu yang berdekatan.


Farah


"Mi, Lo dimana? Cepet kasih tau atau sih Juwon bakal chat gue terus, cuma buat tau lo ada dimana"


Crisella


"Mi, Lo dimana? Kenapa gak kasih kabar kalo mau pegi? Gue udah tanya ke orang-orang tapi gak ada satupun dari mereka yang tau lo dimana.


Juwon


" Mi, kamu baik-baik aja kan? Kamu sekarang dimana? Biar aku langsung kesana. Aku khawatir "


Setelah membaca semua pesan. Miru menutup laptop dan menempelkan wajahnya kemeja, memandangi foto mereka berempat.


"Maaf"


🍂🍂🍂


Juwon kembali ke apartemen nya di Brooklyn. Ketika masuk, apart terlihat sepi, bahkan ketika Juwon menyalakan semua lampu ruangan.


Ia duduk diruang tengah, dengan minuman kaleng ditangannya. Sekarang hanya dia ditempat ini.


'Pindah ke tempat yang lebih kecil, mungkin jauh lebih baik' pikirnya. Merebahkan tubuhnya ke punggung kursi.


Email Masuk


From Miru


Aku baik disini. Tempatnya juga indah. Jadi tidak perlu khawatir. Dan jangan mengirimiku banyak pesan. Kaliam membuat memoriku penuh.


Miru 📞


Sesaat setelah membaca pesan, Juwon kembali menghubungi Miru. Tapi ponselnya masih dimatikan. Ia kesal dan melempar ponselnya ketika tidak ada jawaban lagi setelah itu.


Gadis itu benar-benar membuatnya gila.


Kalau saja ia bisa terus bersama Mitu, pasti keadaannya tidak seperti ini.


🍂🍂🍂


Hari dimana Juwon pindah.


Ia meninggalkan sebuah surat dan alamat tempat tinggalnya yang baru pada pemilik gedung. Sebelum pindah. Ia juga berpesan kepada pemilik untuk memberikan nya pada Miru. Itupun jika gadis itu kembali.


"Terimakasih" Ucap Juwon pada pemilik gedung. Meninggalkan apart.


Crisella dan David rencananya akan datang malam ini, kerumah barunya. Tapi masih rencana, karena mereka juga tengah sibuk mempersiapkan pernikahan yang diadakan sebentar lagi.


Juwon kembali ke Kantor tepat pukul 2 siang. Hari ini kantor lenggang, karena beberapa pegawai yang sedang dinas keluar.


Ia meletakan tas dan menyalakan komputer miliknya. Beberapa dokumen harus selesai hari ini.


.


.


🍂🍂🍂


"Selamat datang" ucap Miru pada pelanggan yang datang. Ia menuntunya ke meja empat dan mengeluarkan note beserta pulpen dari kantong celemek. "Mau pesan apa?" tanyanya.


.


.


"Mohon ditunggu" berjalan kedapur dan menusukkan lembar pesanan diatas meja.


"Malam ini datanglah kerumahku!" minta pemilik toko. Bersandar pada meja kasir.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Kau hanya perlu datang"


"Aa.. baik"


.


.


Selepas pulang kerja, Miru berjalan menuju rumah pemilik toko. Ditengah jalan ia bertemu Taka yang sepertinya akan pergi kearah yang sama.


"Kau juga?" tanya Taka, yang yakin Miru tahu apa yang ia maksud.


"Emm..." mengangguk.


"Kalau kau tidak nyaman aku bisa mengatakan padanya-pemilik toko"


"Tidak perlu. Aku akan kesana"


"Ok"


.


.


"Ngomong-ngomong, apa yang kau bilang waktu itu?" tanya Miru memandang kearah Taka, kemudian menunduk- memperhatikan langkah kakinya.


"Tidak"


"Aku bisa penasaran kalau kau tidak memberitahu ku"


"Bagaimana kalau aku bilang menyukaimu? Apa kau akan percaya" Memandang kearah Miru.


Tertawa "Tentu tidak. Bagaimana mungkin kau menyukaiku"


"Aa...Kau menyukai pria lain?"


"Bisa dibilang begitu. Aneh nya aku semakin menyukainya. Tapi keadaan, membuat ku canggung. Dan berakhir melarikan diri"


"Kau butuh waktu"


"Benar"


"Tidak ada cara melupakannya?"


"Tidak ada"


.


.


.


"Kami datang" teriak Miru dan Taka, berlari menghampiri. Langkah Taka yang panjang, membuat dia menggenggam tangan Miru hingga tiba tempat acara


.


.


"Duduklah"


"Waa. banyak sekali makanan" ucap Miru


"Makanlah! Aku juga akan membawakan beberapa untukmu" ujar pemilik Toko


.


.


Selama acara, mereka terus menggoda Miru dan Taka. Mereka terus berkata kalau Miru dan Taka sangat cocok. Terutama karena Taka sudah cukup umur dan memiliki pekerjaan tetap, jadi Miru tidak perlu khawatir. Itu yang dikatakan mereka.


Miru terus menolak dan tidak menanggapi dengan serius ucapan mereka. Tapi, sangat menyenangkan bisa mengobrol seperti ini


🍂🍂🍂


"Jangan pikiran ucapan mereka!" ujar Taka.


"Tidak. Menyenangkan bicara dengan mereka"


"Aa... Aku hanya takut kau tidak nyaman.


Mereka berdua berjalan hingga tiba di pantai. Miru berlari dan melepaskan sepatu yang ia kenakan. Butuh waktu lama, karena ia mengikat tali sangat kencang.


Dan tingkah Miru kembali membuat Taka tertawa.


Taka mendekat kearah Miru dan duduk di pasir. Sementara Miru, berlarian memasuki air dan kembali dengan celana setengah basah.


Ia tertawa, menyadari tingkah bodohnya barusan. Kembali. Menghampiri Taka dan duduk disebelahnya.


" Semenyenangkan itu?" tanya Taka. Menumpu tubuhnya dengan kedua tangan dibelakang.

__ADS_1


"Emm..."


"Aku menyukai mu"


"Ehh...?"


"Aku menyukai mu. Sudah tiga kali, apa kali ini juga ditolak?"


"..." Miru terdiam dan menunduk. Berpikir, apa yang harus ia katakan pada Taka.


Taka memegang kepala Miru dan mengarahkannya, agar Taka bisa dengan jelas memandangi wajah gadis itu.


"Aku menyukaimu"


Miru masih diam. Ia menggenggam lengan Taka agar pria itu segera melepaskan tangan dari wajahnya. Tapi yang ada, Taka malah mendekatkan wajahnya ke wajah Miru.


Miru menutup matanya, dan mulutnya dengan tangan.


"Maaf" Ucap Miru. Disaat yang sama ia teringat Juwon.


"Maaf" ucap Taka, merasa bersalah. Tidak seharusnya ia melakukan hal itu.


"Aku harus pulang" tersenyum "Sudah malam. Sampai jumpa" ucap Miru seraya membungkuk.


🍂🍂🍂


Sesampainya dirumah, Miru kembali memengangi ponselnya yang sudah lama tidak dihidupkan. Ia terus berpikir, apa ia harus menyalakannya dan menerima ocehan karena tidak kunjung memberikan kabar.


Tapi pada akhirnya Miru menyalakan ponsel itu. Dan benar, banyak chat masuk dari mereka ber 3.


Miru membuka chat grub.


'Juwon mencariku di Tokyo. Dia juga tidak jadi tunangan dan Crisella... Bagaimana dia tidak menghubungiku? Padahal jelas-jelas dia akan menikah. Tapi....' tertawa 'Aku mematikan ponsel, tentu aku tidak akan tau dan David. Ternyata gombalannya si David bener-bener ampuh'


Seminggu lagi Crisella menikah. Miru memantapkan dirinya untuk kembali ke Brooklyn. Meskipun akan canggung bertemu mereka, setelah lama menghilang. Tapi, ia tidak bisa mengacuhkan pernikahan sahabatnya.


.


.


"Aku mau kembali" ujar Miru pada Taka ketika berpapasan di toko.


"Maaf, aku tidak berniat..."


"Bukan karena kamu. Sahabat ku akan menikah minggu ini. Tentu aku harus datang"


"Aa... Salamkan untuknya."


"Terimakasih"


"Aku juga. Terimakasih untuk tempat tinggalnya dan maaf tidak bisa memberimu apapun"


"Tidak perlu" Ucap Taka "Sebagai gantinya kau harus datang kembali kesini".


"Mungkin tidak dalam waktu dekat. Tapi aku akan datang"


"Jaga dirimu disana"


"Emm..."


🍂🍂🍂


Juwon kembali dari bawah dengan setumpuk surat ditangannya. Ia mengambil roti dan menggigitnya, sementara kedua tangannya memilah-milah surat yang akan ia baca terlebih dahulu.


Hampir semuanya berisi tagihan dan undangan pernikahan Crisella.


Crisella 📞


Udah dapat undang dari gue ?


Juwon_Im


Udah


Crisella


Awas kalo sampe gak dateng! Gue juga udah kabarin Miru. Cuma belum ada balesan dari dia. Farah dipastiin bisa dateng."


Juwon_Im


Bagus kalo gitu, seenggaknya gue gak bakal kesepian. hehehe.


Crisella


Yaudah. Gue cuma mau kasih tau itu.


Juwon_Im


Emm.. Sukses.

__ADS_1


🍂🍂🍂


__ADS_2