
Juwon mengikuti Miru dari belakang, kedua tangannya dimasukan ke saku celana, dengan tubuh sedikit membungkuk.
"Aku mau tanya...." ucap Juwon memecah keheningan malam.
Miru membuka pintu dan berjalan menuruni tangga yang membawanya ke trotoar jalan. Ia benar-benar tidak mendengar jelas apa yang di ucapkan Juwon barusan. Jadi ia hanya diam, tanpa berniat meminta penjelasan.
"Bagaimana Lucas menurutmu?" tanya Juwon ragu.
"Eung.... Lucas?. Entah" jawab Miru "Kalau menurutmu?"
"Sepertinya pria baik. Bagaimana kalau..." jelas Juwon dan langsung dipotong Miru. Raut wajah gadis itu antara kesal bercampur bosan.
"Berhenti menjodohkan ku. Meski itu pria baik aku tidak perduli"
🌀🌀🌀
Lucas menghampiri Miru dan membawakan makanan ditangannya.
"Terima kasih"
"Pacar lo udah sampe mana?" tanya Crisella.
Memeriksa handphone nya. "Sebentar lagi sampe"
Miru mengambil piring dan gelas dari dapur dan ia letakan di ruang tv, kemudian kembali ke dapur untuk mengambil minuman dari kulkas.
"Duduklah" pinta Crisella. "Aku yang membuat acara, tapi kau yang sangat sibuk"
"Aku bisa melakukan lebih dari ini kalau kau mau" masih bolak balik menyiapkan makanan.
****
Klik
Juwon membukakan pintu. Jieun. Dan langsung memeluk. Anggap saja ucapan selamat datang.
Miru melihat sekilas dan kembali melanjutkan pekerjaan.
"Hi..." sapa Jieun
"Duduklah!" ujar Miru-mempersilakan.
"Aa...iya"
"Rencananya kita bakal nginep disini. Gak apa-apa kan?" ujar Crisella pada Jieun.
"Besok bisa pakai bajuku dan suruh Juwon untuk mengantarmu" lanjut Miru.
__ADS_1
Jieun mengangguk dan tersenyum.
Ketika Miru duduk di kursi, Jieun langsung menghampirinya. "Kalian sudah berteman lama?" tanya Jieun.
"Sejak masuk kuliah. Sekitar 6-7 tahun"
"Bagaimana Juwon menurutmu?"
"Kau bisa menyimpulkan sendiri setelah bersamanya."
"Eung"
"Kalau dia berbuat macam-macam. Laporkan saja pada kami. Atau kalau kau tidak bisa memukulnya biar aku yang melakukannya"
Jieun memeluk Miru dari samping"Terima kasih. Dia kadang memang nyebelin dan karena aku sendiri di kota ini. Tidak ada satu orangpun yang bisa aku ajak cerita"
"Kau sudah menjadi bagian dari Juwon. Itu artinya kau bagian dari kami." Jieun semakin memeluk Miru.
Miru anak terakhir dari dua bersaudara. Jadi ia tidak pernah merasakan bagaimana memiliki adik. Dan seperti ini mungkin rasanya.
"Tahun pertama aku disini. Aku hampir nekat kembali ke Jepang. Homesick benar-benar menyusahkan. Meskipun ada Juwon aku juga tidak bisa bercerita padanya"
"Datang Crisella dan Farah."
"Siapa Farah?"
"Temanku. Tapi sudah pindah ke negaranya, setelah lulus"
"Maaf sudah masuk ke kamarmu"
"Aku sudah melupakannya"
Lucas tersenyum melihat kedekatan Miru dan Jieun. Dan Juwon yang terus memperhatikan.
Bodohnya lo Mi. Kenapa terus aja nyakitin diri lo? Dan kapan kebahagiaan bisa dateng ke lo. Ujar Crisella dalam hati.
🌀🌀🌀
Malam ini mereka habiskan dengan bermain game dan menonton film horror.
"Giliranku" Ujar Crisella semangat. "Apa yang kau suka dari Juwon?" tanyanya pada Jieun.
__ADS_1
"Tidak ada" tertawa. Begitu juga dengan yang lain, sementara Juwon merengut kesal.
"Berapa banyak mantanmu" tanya Lucas pada Miru.
"Tidak ada" jawaban Miru membuat semuanya tidak yakin.
"Eyy. Mana mungkin" Ujar Jieun.
Miru menggerakan kedua tangannya. Tidak.
"Feral, Wolken, Dimas,..."Miru langsung membungkam mulut Crisella.
"Itu semua nama anak dikelas bahasa. Bagaimana mungkin.. " Miru-kesal.
Juwon dan Jieun bersiap mencoret muka Miru dengan sepidol "Coret...coret" ucap mereka bersamaan.
Tanpa sadar Miru bersembunyi dibalik tubuh Lucas dan beberapa kali menarik baju pria itu hingga membuat tubuhnya goyang. "Benar tidak ada. Bagaimana kalian bisa tidak percaya"
"Sudah aku pegangi, cepet kalian coret dia" Crisella memegangi tubuh Miru hingga tidak bisa menyembunyikan wajahnya.
"Biar aku saja" Lucas-inisiatif.
"Kalau begitu akan aku penuhi wajahnya" Ujar Crisella.
Jieun mencoret muka Lukas dengan bentuk hati yang kemudian Juwon tutupi kembali dengan banyak garis, agar tidak kelihatan. "Ya! apa yang kau lakukan pada wajahku" Tapi, tentunya membuat Lukas menjadi kesal.
🌀🌀🌀
Selama penayangan film Jieun terus memeluk Juwon. Sementara Lucas duduk diantara Crisella dan Miru.
Crisella_Lucas_Miru_Juwon_Jieun
Miru menyukai film horror. Meskipun pada kenyataannya ia takut dan lebih tepatnya mencoba untuk berani. Karena hanya Jieun yang tidak suka. Selama penayangan dia terus berteriak. Tentunya membuat yang lain terkejut.
Miru memeluk bantal dipangkuannya. Menutup mata adalah cara terbaik. Dan beberapa kali tidak sengaja menggenggam jari Lucas.
Pria itu sengaja melakukannya-mendekatkan tangannya ke arah Miru. Bukan cari kesempatan. Hanya untuk menenangkan Gadis disampingnya. Sementara Crisella tertidur di pundak Lucas.
Sesaat kemudian Mereka berdua saling bertatapan dengan wajah memerah. Tidak hanya wajah, telinga Lucas pun juga. Bagaimana pasangan itu bisa berciuman hanya karena adegan di film-Juwon dan Jieun.
"Aku ke toilet"bisik Miru pada Lucas.
Toilet
Miru menyalakan air dan menangis.
__ADS_1