DISINI

DISINI
Season 2 : #39


__ADS_3

Miru memukul punggu Juwon dengan sendok nasi. Ia seharusnya menunggu yang lain berkumpul di meja makan. Bukannya makan seorang diri.


"Huft...Ya! Hentikan makanmu!" teriak Miru tidak sabar. "Jiwoo...Jisoo, cepat turun!"


Anak anak berlari menuruni tangga. Jiwoo yang 3 tahun lebih tua sangat jahil dan terus mengolok Jisoo karena tubuh gemuknya. Padahal Jisoo baru berusia 13 tahun dan tentu tidak jadi masalah, karena ia masih dalam masa pertumbuhan.


"Aku tidak mau sarapan" ujar Jisoo kesal.


"Makan! Atau ibu tidak akan mengijinkanmu pergi ke konser"


"Ibu..." berjalan ke ruang makan "Ibu sudah janji, kenapa masih menggunakan alasan itu untuk mencegahku"


"Tidak ada tapi" Dan kau, memukul Jiwoo "Berhenti menggoda adikmu. Ketika sudah besar, dia akan cantik sepertiku" jelas Miru "benarkan?" meminta pembenaran dari suaminya.


"Jangan libatkan aku" pinta Juwon.


"Besok kamu temenin Jisoo ke Konser, besok aku ada janji dengan pemilik toko."


Ucapan Miru membuat Juwon menghentikan makan. Ia menaruh sumpitnya asal, hingga meninggalkan suara. "Aku perlu menemui pemegang saham. Akhir-akhir ini kondisi hotel tidak stabil. Jadi, sebaiknya kamu yang membatalkan janji".


"Aku pergi sendiri. Jadi berhenti bertengkar"


"Tidak. Kami tidak mungkin bertengkar" jelas Miru.


"Benar"


"Aku kan menemanimu" ujar Jiwoo, inisiatif " aku yang akan pergi dengan Jisoo"


"Aku tidak mau pergi dengannya" memandang kearah Miru "Aku pergi sama kaka"


.


.


.


Selesai makan Juwon kembali kekamar untuk bersiap pergi ke Hotel. Sementara Miru masih menyelesaikan mencuci beberapa piring, baru setelah itu menyusul Juwon.


.


.


Mengganti pakaian


.


.


"Tolong kaitkan kancing belakangku!" pinta Miru pada Juwon yang tengah sibuk memakaikan dasi.


"Sudah" ucap Juwon.

__ADS_1


Miru gantian memakaikan dasi Juwon yang belum terpasang dengan baik. Kali ini tidak ada cincin di laci. Cemberut.


Mencium bibir Miru.


"Tapi selalu ada morning kiss, untuk istriku"


Melakukan hal yang sama pada suaminya "Aku mencintaimu"


.


.


"Ayah...Ibu!" teriak Jisoo dari lantai bawah.


"Tunggu!" balas Miru. Ia selesai memakaikan dasi dan mengambil Jas milik Juwon, setelah itu keluar dari kamar.


.


.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Sepertinya besok saya harus membatalkan janji dengan anda" Jelas Juwon pada wanita dihadapannya.


Saat ini mereka berdua tengah duduk di cafe, menikmati secangkir kopi dan macaroon.


"Kita perlu membuat janji di lain waktu. Aku juga ada urusan penting" sahut Miru yang duduk tepat dihadapan Juwon.


"Tidak bisa. Awal bulan Jiwoo sudah harus mempersiapkan ujiannya. Dan setelah itu kita harus mencari tutor untuk Jisoo."


"Aku ingin pergi berlibur denganmu"


"Kalau begitu kita tidak perlu pergi jauh. "


"Aku bisa meminta Jaemin menjaga Jiwoo dan Jisoo"


"Sohee akan melahirkan. Apa kamu masih mau merepotkan mereka?"


"Baiklah, Kita tidak akan pergi lebih dari sehari"


"2 hari 1 malam, tidak lebih dari itu. Aku tidak mau merepotkan siapapun"


"Okeyy. Bagaimana kalau kita ke pulau Jeju?"


"Aku takut air"


"Ada aku disana"


"Oo...Seseorang juga pernah bicara seperti itu"


"Siapa? kekasih mu di Jepang?"

__ADS_1


"Aku tidak pernah berpacaran dengannya. Oya bagaimana dengan tiket konsernya? Kapan kamu akan memberikan pada Jisoo? Dia terus merengek padaku"


"Malam ini. Setelah makan malam. Tapi apa dia akan senang ketika tau kita semua akan pergi bersamanya?"


"Aku juga berpikir begitu. Tapi aku harus tau apa yang ia suka dan tidak. Dengan begitu aku bisa lebih tenang"


"Kau terlalu berlebihan mengurus mereka. Bagaimana denganku"


"Kau yang pertama, jadi tidak perlu khawatir" bangkit dari kursi "Hari ini ada pegawai baru di cafe, aku harus segera menemuinya" mencium pipi Juwon "Sampai nanti. Aku akan menelfon mu"


"Hati-hati"


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


KLIK


Juwon pulang dengan wajah lelah. Ia melonggarkan dasi, lalu menaruh tas di ruang tengah. Menjatuhkan tubuhnya di sofa panjang.


"Bangun! Ganti dulu bajumu, setelah itu makan malam."


.


.


Juwon datang setelah anak-anak selesai menyantap makanannya.


Ia menguarkan 4 tiket nonton dan menaruhnya diatas meja belajar Jisoo, kemudian berjalan ke dapur dan duduk disamping Miru, tanpa melihat reaksi anaknya.


"Lusa kau sudah harus mempersiapkan materi untuk masuk ke Universitas. Ibu sudah membicarakannya dengan pengajar yang kau inginkan." ujar Miru pada Jiwoo yang tengah bermain dengan ponselnya.


"Terimakasih, bu."


.


.


"Ayah Terimakasih" teriak Jisoo dari kamar, ketika melihat tiket yang ditaruh Juwon sebelumnya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Seminggu berlalu. Akhirnya Miru dan Juwon bisa berlibur setelah sekian lama.


Mereka berdua berdiri memandangi matahari yang mulai tenggelam. Miru merangkul lengan Juwon.


"Terimakasih sudah menemaniku selama ini"


ujar Miru.


Juwon melepas rangkulan Miru, dan melingkarkan tangannya dipinggang wanita disampingnya "Aku senang bisa terus bersamamu".


🍁🍁DISINI END🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2