
Ju..won
"Aku merindukanmu" bisik Juwon.
Miru membalas pelukan Juwon dan langsung melepaskannya, namun tertahan karena pria itu semakin mempererat pelukannya.
'Bodoh. Apa yang kau pikirkan? Ini hanya pelukan seorang teman, tidak pernah lebih dari itu. Sadarlah.' gumam Miru. Pikirannya kacau saat ini.
"Kau membuatku sulit bernapas" jelas Miru, memberontak "Lepaskan aku!"
"Maaf" Ujar Juwon, melepaskan pelukan.
"Masuklah!" Berjalan mendekati kulkas "Mau minum apa?"
"apapun boleh" Duduk di ruang tengah sambil melirik ke sekeliling, dengan tangan terus mengelus lutut.
..
Miru menuangkan jus jeruk kedalam gelas dan beberapa kali melirik kearah Juwon. Ia masih belum yakin dengan apa yang ia lihat.
"Tinggal sama siapa Mi, disini?" tanya Juwon, memecah suasanya.
"Sendiri" berjalan ke ruang tengah "Tapi, rencananya 2 bulan lagi bakal pindah...cari rumah yang lebih kecil. Cuma belum tau mau pindah ke mana"
"Gak ada niatan balik tinggal sama kita lagi Mi?"
Miru tersenyum, kemudian menggelengkan kepalanya.
Sebenarnya Miru ingin sekali kembali. Dibanding tinggal di Brooklyn, Jepang jauh lebih menakutkan untuk Miru. Tapi, terus berharap memiliki pria di hadapannya itu juga sama menakutkan.
Juwon-mengangguk memahami "Setidaknya kau harus berkunjung. Crisella merindukanmu" pungkasnya. Padahal sebenarnya Juwon lah yang sangat kehilangan. Keadaan yang meharuskannya terus bersama Jieun membuat dia harus membohongi isi hatinya.
"...." memutar cangkir ditangannya, Miru."Berapa lama kamu liburan disini? Kalau mau besok aku akan mengantarmu berkeliling."
"Besok malam aku harus kembali."
__ADS_1
"Secepat itu...?"
"Emm...tapi kalau kamu mau aku lama disini, akan aku pertimbangkan" bisiknya.
"Tidak" mengerakkan tangannya sebagai penolakkan." Aku tau kau bukan tipe pria yang melupakan tanggung jawabmu. Jadi kau tidak mungkin berlama-lama disini"
Miru tersenyum, begitu pula dengan Juwon. 'Kau salah. Sekarang aku bahkan meninggalkan pekerjaanku hanya untuk bertemu denganmu. Asal kau tau, kau lebih dari itu. Pikir Juwon
..
Luxas
Video📞
Miru berjalan ke arah dapur. "Hi..."raut wajah Miru terlihat senang ketika mengetahui kalau itu telephone dari Lucas. Pria itu pasti menelephone untuk meminta maaf. Setelah meremehkan masakan Miru.
" Siapa Mi?" tanya Juwon penasaran.
"Lucas..."
Ketika melihat Juwon lengah, Miru langsung mengambil kembali smartphone nya dan masuk kedalam toilet.
Krek.
Mengunci pintuđź—ť
"Ya! cepat buka pintunya, gak sopan orang lagi ngomong juga" ujar Juwon-mengetok pintu kamar mandi.
"Kamu tuh yang gak sopan. Main ngerebut gitu"
Miru mengarahkan smartphone ke hadapannya dan menemukan Lucas terus tertawa. wajah Miru antara bingung dan tidak enak.
"Kenapa ketawa?" tanya Miru.
"Lucu ngeliat kalian"
__ADS_1
Cemberut "Kenapa telephone?"
"Masih marah?" Lucas melirik kekanan dan melambaikan tangannya.
"Gak. Lagi dimana? tumben pake kemeja?"
"Wawancara DB Times, baru aja. Sekarang mau lanjut ke Supermarket trus pulang. Untungnya tadi cuma sebentar jadi bisa jalan-jalan dulu"
"Wooo...Kayaknya aku bakal susah ketemu kamu nantinya"
"Gak dong. Kamu kan prioritas"
"Untung aku gak baperan"
"Gak yakin. Juwon kapan dateng?"
"Barusan. Katanya sih besok malem udah harus balik. Jadi besok aku mau temenin dia keliling"Jelas Miru.
"Besok aku gak telephone kamu..." Masuk ke dalam mobil "Takut ganggu."
.
.
.
Miru mematikan telephone nya dan keluar dari kamar mandi. Ia terkejut karena Juwon masih berdiri didepan pintu. Juwon pasti mendengar pembicaraan mereka berdua, tapi apa peduli dia.
Juwon menghalangi langkah Miru dan menyudutkannya. Ia tidak berkata sepatah katapun dan memandang Miru tajam.
"Apa yang mau kau lakukan?" mendongak memandangi wajah Juwon. Jarak mereka berdiri sangat dekat, bahkan Miru bisa merasakan alur napas Juwon.
"Jadilah pacarku selama aku disini!"pinta Juwon.
Miru awalnya terkejut, namun pada akhirnya mengiyakan, karena Juwon pasti hanya bercanda dan menyerah menggodanya setelah ia berkata 'iya'. Tapi, ternyata Juwon terlihat sangat serius dan langsung mendekatkan wajahnya kearah Miru. Bibirnya menyentuh bibir Miru dengan lembut, hingga membuat Miru tidak sadar kalau ia juga membalas apa yang dilakukan pria itu.
.
.
.
.
Setidaknya biarkan aku memilikinya kali ini saja.
__ADS_1
â›…â›…â›…