DISINI

DISINI
Season 2 : #38


__ADS_3

D-1


Hari ini Miru memiliki janji dengan toko bunga dan melakukan fitting gaun pernikahan setelahnya.


Sejak kemarin Juwon menghabiskan waktunya dihotel. Itu karena ia sudah mulai mempersiapkan kepindahannya dan akan resmi bekerja setelah pernikahan berlangsung.


"Selamat pagi" Sapa Miru pada pemilik toko.


"Selamat datang" sapa pegawai toko.


Miru menggenggam tali tasnya, perlahan berjalan masuk. "Aku sudah punya janji dengan Woori"


"Ah. Dia sedang keluar. Anda bisa menunggunya sebentar"


"Terima kasih"


.


.


.


Grub Chat


Crisella


"Mii, gimana persiapannya?" [[Mengelus-elus perutnya yang kian membesar]]


Miru_chan


"Aku lagi di toko bunga, setelah itu mencoba gaun"


Crisella


"Gue kayaknya gak bisa dateng Mi, sorry"


Miru_chan


Gak apa-apa kok sel. Congrats ya buat kehamilan lo.


Farah


"Ia...selamat cabe, buat kehamilan lo. Btw gue dateng Mi.

__ADS_1


.


.


Woori-pemilik toko, datang dan langsung menemui Miru. Ia tersenyum padannya dan berdiri untuk memberikan salam.


"Maaf membuatmu menunggu. Ada gangguan di acara pagi ini."


"Tidak apa..."


"Bunga apa yang mau kau gunakan?..."


Miru menjelaskan konsep dan bagian-bagian yang ia inginkan. Ia juga diberi kesempatan melihat bunga yang akan dipakai.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Setelahnya Miru pergi ketempat selanjutnya dan Juwon sudah berada disana.


"Berhenti menatapku!" pinta Juwon pada Miru yang terus memandangi. "Bagaimana penampilanku?"


"Woo.." menunjukkan jempolnya. "Aku ganti pakaian dulu"


Setelah itu Miru keluar dengan gaun yang terlihat sederhana. Putih polos. Dengan panjang gaun dibawah lutut dan tangan 1 cm diatas siku. Ia juga mengenakan hiasan di rambutnya yang telah diikat sebelumnya.


"Bagaiman?" tanya Miru, memastikan.


"Cocok untukmu"


"Apa aku perlu mencoba gaun lain?"


"Tidak perlu, karena kau tetap akan terlihat cantik"


"Ckk..." tidak bisa dipercaya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Malam sebelum pernikahannya. Keluarga Juwon beserta Miru sudah menginap dihotel keluarga Juwon, dan juga tempat berlangsungnya acara pernikahan.


Juwon menempelkan VIP card ke sisi lift, untuk membuka kuci lantai khusus kamar VIP. Biasanya dikhususkan untuk keluarga Juwon, atau para petinggi yang kebetulan menginap.


"Bagaimana perasaanmu?" tanya Juwon. Saat itu ia hanya bersama Miru didalam lift.


"Jauh lebih tenang dibanding bertemu ayahmu"

__ADS_1


Juwon benar-benar deg-degan saat itu. Mungkin benar kalau besok adalah saat yang ia tunggu. Tapi entah kenapa, semakin mendekati waktu acara ia semakin gugup. Sementara Miru lebih tenang, bahkan ia bisa menghabiskan makan malam yang disediakan.


D-day


Miru duduk di kursi sebelum acara dimulai. Ia mengenakan gaun yang kemarin dicoba bersama Juwon dengan bunga ditangannya.


Secara bergantian beberapa orang yang ia kenal mulai datang, tidak terkecuali Farah. Ia langsung memeluk Miru. Begitu juga dengan Ibu Juwon yang diam diam masuk. Karena seharusnya ia berada disamping Juwon.


Waktu yang ditunggu tiba.


Miru berjalan bersama kak Jaemin menuju kearah Juwon yang tengah berdiri di hadapannya.


Ia mengulurkan tangannya, dan disambut genggaman tangan Miru. Berharap genggaman itu tidak akan pernah lepas darinya.


🍁🍁Mereka resmi Menikah 🍁🍁



Kisah cinta kami memanglah rumit,


Tapi sekarang aku sadar,


Ia memiliki alasan untuk itu,


Dan aku percaya, akan cinta ini.


Cinta yang tidak pernah aku sesali.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


17 tahun kemudian


Miru memukul punggu Juwon dengan sendok nasi. Ia seharusnya menunggu yang lain berkumpul di meja makan. Bukannya makan seorang diri.


"Huft...Ya! Hentikan makanmu!" teriak Miru tidak sabar. "Jiwoo...Jisoo, cepat turun!"


Anak anak berlari menuruni tangga.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2