
Flashback
5 Januari 2015
Miru terus mengurung diri, setibanya ia dari Jepang. Ia terus mengenakan jaket dan masker, bahkan didalam rumah sekalipun. Miru berdalih kalau ia tidak enak badan dan flu. Tapi kejanggalan semakin terlihat ketika Crisella mencoba memeluk Miru. Ia terlihat kesakitan. Ketika Crisella membuka jaket dan masker yang dikenakan Miru, terlihat jelas lebam di sekujur tubunya, serta luka di ujung bibir Miru.
Kesal, sedih dan marah ketika Crisella dan Juwon bertanya kepada Miru apa yang sudah terjadi. Sementara Miru hanya menangis dan tidak ingin mengingat apa yang sudah terjadi.
Crisella membersihkan luka Miru. Sementara Juwon mondar mandir-kesal.
"Sebenarnya...." Miru mulai bercerita.
=============≠========≠======
30 Desember 2014
Di tahun baru kali ini, Miru berencana melewatkannya dengan Kazuto-kakaknya. Sudah lama mereka tidak bersama. Tepatnya setelah Miru memutuskan kuliah di luar negeri. Tidak ada salahnya, toh hanya Kazuto yang ia miliki.
Miru menunggu di luar rumah dengan syal melilit lehernya. Udara semakin dingin, tapi Kazuto belum juga keluar.
"Ayo!"
"Lama sekali" kesal
Memeluk adiknya"maaf"
Baru jalan beberapa blok, sekelompok pria-4-5 orang-datang mencegat dengan tongkat pemukul ditangannya. Kazuto menarik Miru ke belakang dan membisikkan untuk segera lari. Kazuto terlihat mengenal siapa mereka sebenarnya.
Tapi Miru bersikeras untuk tetap disana. Ia tidak ingin terjadi apa-apa pada kazuto. Miru menggenggam tangan Kazuto.
Mereka berlima mulai mengepung. Kazuto berusaha melawan, tapi mereka terlalu kuat hingga membuatnya tersungkur dengan darah yang tidak henti mengalir.
__ADS_1
Miru mencoba menghalangi, tapi yang ia dapat malah pukulan serta tendangan yang tiada hentinya. Mereka tidak perduli siapa lawan mereka.
"Cepat lunasi hutang pria ini, atau kau akan mati seperti dia"
"Mati..." Mendengar itu membuat Miru terus menangis. Ia ingin mendekat, tapi sulit menggerakkan tubuhnya.
=============≠========≠======
Juwon memukul tembok-kesal melihat keadaan Miru-sementara Crisella terus memeluk Miru. Dan Farah yang hanya mendapat kabar melalui telephone, bergegas pulang ke apartment meskipun sedang di dalam kelas.
Semenjak kejadian itu, Miru terus ketakutan ketika berada dekat dengan kerumunan orang-yang tidak ia kenal-atau lingkungan yang sepi. Biasanya ia akan menunggu depan apartment atau bersembunyi di suatu tempat, sampai salah satu dari mereka bertiga datang menjemput. Tapi, seiring berjalannya waktu keadaan itu membaik.
Flashback End
🌀🌀🌀
1 Minggu Kemudian
Tapi, tentunya Farah juga tidak tahu dimana alamat tempat tinggal Miru sekarang. Bahkan Crisella yang biasa bicara dengannya ditelfon juga tidak tahu pasti. Ia hanya bilang di Tokyo.
.
.
.
Miru yang tengah membereskan rumah, langsung terhenti ketika mendengar suara pesan masuk.
Awalnya ia kira dari Lucas atau Crisella, karena hanya mereka yang rajin menghubungi seminggu ini
"Farah.." gumam Miru
Farah Chat
Farah
"Mi.. Gue mau ke jepang nih bulan besok. Kirimin alamat lo cepet."
__ADS_1
Miru_chan33
"Kenapa si lo Far..
Izxxi, Suginami City, Tōkyō-to 168-00xx, Jepang"
Farah
Ok Mi...🙏🙇
.
.
.
Begitulah ia bisa mendapatkan alamat tempat tinggal Miru.
Juwon berhenti didepan mini market. Berpikir. Apa yang harus ia bawa untuk Miru?. Setidaknya ia harus membawa sesuatu.

Mengambil 2 pack tisu gulung berukuran besar.
Apa lagi...?" memeluk tisu toilet-Hadiah paling berguna ketika berkunjung kerumah orang-.
🌀🌀🌀
Juwon berdiri di depan pintu rumah Miru dan berusaha meyakinkan dirinya untuk segera mengetuk pintu.
"Apa Miru ada di rumah?" gumamnya
"Bagaimana kalau dia tidak ada?" gumamnya lagi.
"Atau ini bukan rumahnya" pikiran bodoh terus terpikirkan olehnya. Sampai akhirnya.
Tok Tok
Jantung Juwon berdebar kencang.
Miru membuka pintu dan menemukan Juwon sudah berada di hadapannya. Seketika emosinya bercampur dan hanya membuatnya berdiri-diam.
Juwon memeluk Miru."Aku merindukanmu..."ucapnya.
🌹🌹🌹
__ADS_1