
Hari ini Miru memiliki jadwal temu dengan Dr nya. Sekitar jam 10 pagi. Karena lokasi prakteknya tidak jauh dari apartemen, Miru masih bersantai di rumah dan menunggu Juwon pergi.
Kopi di hadapannya masih sangat panas. Baru saja dituang beberapa saat yang lalu.
Rasa hangat menjalar di kedua telapak tangan gadis itu yang secara bersamaan menggenggam cangkir kopi. Ia mengangkat dan meniupnya perlahan sebelum diminum.
Tidak seperti biasanya, Juwon berangkat jauh lebih siang. Ia berdalih kalau hanya ada beberapa vendor yang datang, itupun di sore hari.
Juwon beberapa kali melirik kearah Miru dengan tumpukan file di hadapannya.
"Masih belom berangkat?"
"Sebentar lagi..." sahut Juwon asal " Bisa tolong ambilkan kertas di kamar!"
Miru bangkit dan berjalan kearah kamar Juwon. Ingin sekali ia mendorong pria itu keluar. Semakin lama ia dirumah, semakin lama juga ia menemui dokter.
"Ketemu?"
"Ia bawel"
"Cepet!"
"ia"
Sekembalinya, Miru meletakkan dokumen di meja dan melihat apa yang sedang dikerjakan pria disampingnya. Penuh dengan grafik dan detail yang tidak dipahami Miru.
"Gue mau pergi. Belanja. Lo mau nitip apa gitu?"tanya Miru
"Mau gue anter?"
"Gak perlu. Mau nitip apa? biar sekalian gue beliin"
"..." menggeleng.
"Yaudah gue siap-siap"
.
.
.
.
Gadis itu memandangi wajahnya di cermin beberapa saat dan pamit. Juwon yang terlihat sibuk dengan dokumen di hadapannya.
.
.
.
.
Jalanan cukup senggang. Hanya ada beberapa orang lalu lalang.
Miru merapatkan jaket dan berjalan cepat menuju flat lain yang jaraknya hanya beberapa blok dari apartemen Miru.
Bangunan 3 lantai yang didominasi warna coklat.
Miru menaiki tangga dan memencet bel.
__ADS_1
"Hai. Ny. Asly"
"Oh..dear. Aku segera turun, kau tunggu disitu!" ucap Ny. Asly melalui interkom.
"..."
Miru menuruni dua anak tangga dan bertumpu pada pegangan.
.
.
.
"Maaf membuatmu menunggu" ucap Ny. Asly, memeluk Miru dan mendekatkan pipinya. Sementara Miru hanya tersenyum dan tidak mempermasalahkannya.
"Masuklah!" ajak Ny. Asly.
.
.
.
Ny. Asly meletakkan teh di hadapan Miru. Mereka duduk diruang tengah dan duduk bersebelahan.
"Kau tahu. Kemarin aku bertemu Gerald. Apa pria itu masih tidak berhenti menyuruhmu?"
"Itu sudah menjadi kebiasaannya. Apa yang bisa aku perbuat?"
"Kau hanya penulis, dan bukan asistennya."
"Kau benar. Apa aku harus menolaknya?"
"Akan aku pertimbangkan"
"Aku tahu kau bisa melakukannya"
"Mungkin saja. Asalkan ia tidak akan berbuat macam-macam dengan naskah yang aku kirim"
"Laporkan padaku kalau dia melakukannya!"
"Baiklah"
🌀🌀🌀🌀
"Bagaimana keadaanmu sekarang? masih memimpikan hal yang sama"
"..." mengangguk.
"Kau datang ke pameran...."
"Gerald meminta ku datang. Tapi, aku baik-baik saja."
"Ketika banyak orang berusaha mendekat kearahmu?"
__ADS_1
menggeleng "aku tidak merasa apapun. Awalnya terasa aneh. Tentu membuatku takut, tapi tidak ada yang terjadi"
"Sekarang keadaannya kita ubah. Bagaimana jika hanya ada satu atau dua orang pria yang mendekat kearahmu? saat itu kau berada di tempat sepi. Bagaimana reaksimu?"
Miru teringat kejadian semalam. Ketika orang asing menghampiri nya.
Tangannya bergetar.
Ny. Asly menggenggam tangan Miru. Pandangan gadis itu tidak fokus, bahkan ketika menatap Ny. Asly.
.
.
.
"Ketakutan itu berasal dari pikiranmu. Kau sudah bisa mengatasinya ketika berada di tempat ramai."
"Kau hanya perlu menghadapinya"
"Bagaimana aku tahu kalau mereka tidak akan berbuat jahat?"
"Seseorang tidak akan langsung memutuskan apa yang sedang terjadi. Setidaknya kau harus membaca situasi."
"Apa kau benar seorang psikolog?"
"Teman. Kau bisa menyebutku begitu. Aku tidak meminta bayaran padamu"
"Kau yang menolaknya"
"Ck..."
"..." tersenyum
"Aku akan kembali ke Jepang. Apa itu terdengar mustahil?"
"Kau perlu melanjutkan hidupmu. Tentu bisa"
"Apa tidak terlalu ekstrem?"
"Jangan bertanya padaku kalau kau masih ragu dengan keputusanmu"
.
.
.
"Aku harus pulang. Juwon masih di rumah dan aku bilang padanya pergi ke supermarket. Aku harus kembali"
"Ok. Kabari aku bagaimana perkembanganmu. Dengan begitu, aku bisa menyetujuimu kembali ke Jepang"
"Baik. Terimakasih" memeluk Ny. Asly dan meninggalkan flat.
🌀🌀🌀
__ADS_1