DISINI

DISINI
Season 2 : #30


__ADS_3

Waktu yang dijanjikan tiba. Karena Miru belum tahu lokasi kapal Haruma berada, Taka menjemput Miru dirumah.


Taka berdiri di depan gerbang, bersandar dan beberapa kali memandang kearah jam.


Setelah menyadari Miru tidak juga datang, Taka segera masuk ke rumah. Takut-takut gadis itu lupa akan janji yang mereka buat.


Tapi,


Taka tersenyum melihat Miru yang tertidur.


Wajah gadis itu begitu tenang.


'Gadis itu pasti kelelahan' pikir Taka. Ia berjalan mendekat dan merapikan selimut yang Miru kenakan.


🍂🍂🍂


Samar-samar suara burung dan deru ombak mulai terdengar.


Miru yang masih mengantuk, menggeliat. Ia sontak teringat janjinya dengan Taka.


Membuka Mata. Mengetahui sudah jam 8 pagi. Ia kesiangan.


"Bodohnya lo Mi. Kenapa semalem gak tidur-tidur" berjalan keluar. 'tapi dimana gue bisa ketemu Taka. Dia gak bilang dimana tempatnya" menghentikan langkahnya dan kembali ke dalam rumah.


🍂🍂🍂


Juwon keluar hotel bersama Sohee yang telah berganti pakaian. Kali ini ia mengenakan dress malam berwarna gold, serta tas tangan berwarna hitam. Sohee juga merangkul lengan Juwon hingga membuat Jieun semakin marah dan kesal.


"Tunanganmu benar-benar tidak menyerah"


"Maksudmu?"


"Dia masih disini"


Jieun menunduk dan mengikuti Juwon dari belakang. Ia kembali bersembunyi, ketika Sohee menengok kearahnya dan kembali berjalan ketika situasi dirasa aman.


.


.


Mobil Juwon keluar dari parkiran.


Jieun berlari keluar mencari taxi. Tapi tidak ada satupun taxi yang berhenti didepannya. Ia mendengus kesal dan melemparkan tas sembarang.


Beberapa orang memperhatikannya, aneh. Jieun yang malu dengan perbuatannya, segera mengambil tasnya dan berlari pergi.


.


.


.


"Tunanganmu sudah tidak mengikuti" ujar Sohee. Menghembuskan napas lega.


"...."


"Kau bisa menurunkan ku didepan"

__ADS_1


"Aku akan mengantarmu"


"Tidak perlu. Cukup tepati janjimu"


Juwon menghentikan mobil di halte bus. Menurunkan Sohee, lalu kembali ke apartemen.


🍂🍂🍂


Keesokan harinya Jaemin mengajak Juwon pergi minum. Dan tentu langsung diterima.


Kesempatan bagus, karena ia hanya perlu meminta Sohee datang dan kesepakatan berakhir.


.


.


Jaemin menuang minuman ke gelas Juwon.


"Aku meminta Sohee datang. Jadi perhatikan sikapmu"


Sohee datang setelahnya, bersama dengan Jieun. Tentu membuat Juwon kaget, karena bagaimana bisa gadis itu datang. Padahal ia sama sekali tidak memberitahunya.


"Hii" sapa Jieun.


"Kau datang. Duduk!" ujar Jaemin, mempersilakan mereka duduk. Tapi, ketika Jieun ingin duduk disamping Juwon, Sohee menghalangi.


"Sorry" ucap Sohee ketika mengambil alih tempat duduk di sebelah Juwon. Tersenyum padanya dan mengambil gelas Juwon. "Tuangkan aku minuman!" pinta Sohee pada Jaemin.


"ckk" tidak habis pikir "tuang sendiri" ujar Jaemin.


"Cepat"


.


.


"Kemarin aku melihatmu dihotel. Kau menginap disana" ujar Sohee, cetus.


"Ahh.... tidak. Mana mungkin. Kemarin aku langsung pulang. Sepertinya kau salah lihat" Jelas Jieun terbata-bata.


"Kemarin kau lihat antingku?" tanya Sohee, membuat Jaemin reflek memandangi Sohee dan menatap marah kearah Juwon.


"Mungkin kau lupa menaruhnya di meja" jawab Juwon "Nanti aku hubungi manager hotel untuk mengeceknya"


"Emm.."


🍂🍂🍂


"Kemarin kau pergi ke hotel dengan Sohee?" Tanya Jieun ketika masuk ke apartemen Juwon.


Juwon berjalan kearah dapur dan mengambil sebotol air.


"Emm" jawab Juwon.


"Aa..." diam dan tidak bertanya lagi.


"Tidak penasaran apa yang kami lakukan?" ujar Juwon, memprovokasi. Ia duduk di ruang tengah dan menyalakan tv.

__ADS_1


"Kemarin ibuku dan Ayahmu membicarakan pernikahan kita" duduk disebelah Juwon. Mengacuhkan perkataannya barusan dan mencari pembahasan lain.


"Kemarin aku melakukan ini dengannya" mendorong Jieun hingga terbaring disofa dan memaksa menciumnya.


Jieun membayangkan melihat apa yang dilakukan Juwon dengan Sohee. Membuatnya marah dan mendorong tubuh pria itu. Ia kemudian menamparnya.


"Apa perlu kau menceritakan itu"bentak Jieun kesal.


"Aku lihat kau sangat ingin tau"


"Apa yang kau lakukan tidak bisa merubah apa yang akan terjadi dimasa depan. Jadi hentikan"


"Kau pasti mengira aku dengan senang hati menerima pertunangan itu. Well aku orang menepati janji dan pertunangan itu hanya bagian dari perjanjian. Jadi, jangan pernah berharap lebih dari itu"


.


.


"Kau pasti ma*uk. Apa kau lapar? aku akan membuatkanmu makanan" menahan tangis dan berusaha melupakan apa yang telah Juwon katakan.


.


.


"Pergilah!"


🍂🍂🍂


Setelah hari itu, Jieun tidak pernah menemui Juwon. Dan rencana pernikahan tidak pernah dibahas lagi. Namun sikap Tn. Im pada Juwon semakin dingin.


Itu karena sebuah paket.


Paket yang dikirim oleh pengirim tanpa nama ke keluarga Jieun. Paket berisi foto-foto Juwon bersama dengan Sohee dan beberapa gadis lain. Tentunya Ayah Jieun juga menyampaikan nya ke Tn. Im.


Ia pastinya sangat marah mengetahui hal tersebut. Dan merasa lega karena anaknya tidak jadi menikah dengan pria seperti itu.


🍂🍂🍂


Cafe


"Bagaimana, bukankah hasilnya bagus?" tanya Sohee pada Jaemin dan Juwon yang tengah melihat foto dirinya dan Juwon.


marah "Kalau saja ini benar. Aku akan menghajarmu" Jelas Jaemin pada Juwon yang tidak memberikan respon.


"Apa pedulimu?" ujar Sohee acuh.


"Tentu saja aku peduli" Jawab Jaemin dan membuat muka Sohee memerah.


"Ada wanita yang harus aku temui. Jadi aku pergi" Ujar Juwon bangkit dari kursi "Oya... Aku sudah menepati janjiku. Pergunakan waktu kalian"


"Kau mau bertemu ibu? sampaikan salamku padanya"


"Tentu aku pasti menemuinya. Tapi ada wanita lain selain dia"


🍂🍂🍂


Juwon menatap paspor dan tiket ditangannya.

__ADS_1


"Akhirnya kita bisa bertemu. Bagaimana kabarmu?"


__ADS_2