DISINI

DISINI
Season 2 : #27


__ADS_3

Tokyo Airport


Grub chat


Miru_chan33


"Gue udah sampe nih. Kalian gimana?" [[menatap layar ponsel yang tidak kunjung ada jawaban]].


Miru berlari, ketika menyadari Kazuto sudah menunggunya di pintu keluar. Seketika ia langsung memeluk kakaknya dan melepaskan pegangan koper begitu saja.


"Aku rindu kakak" ucap Miru. Pelukannya semakin erat, hingga Kazuto kesulitan bernapas.


"Aku juga. Tapi, bisa kau lepaskan pelukanmu! Kau membuatku sulit bernapas" ujar Kazuto, menepuk-nepuk punggung Miru.


"Ah...maaf" melepaskan pelukan.


"Mau makan apa?" tanya Kazuto. "Ramen?"


Miru membuat pose penolakan "Hampir setiap hari aku makan ramen, bagaimana kalau yang lain?" jelas Miru, menggandeng tangan Kazuto-berjalan pergi.


Kazuto memandangi wajah adiknya dengan seksama sebelum akhirnya kembali berbicara "pantas kau terlihat kurusan. Apa kau mendapat sedikit uang saku, sampai makan ramen hampir setiap hari?" memandang kedepan "Berikutnya aku akan mengirimimu uang. Belilah makanan yang kau inginkan"


"Bukan begitu" ucap Miru tidak setuju "Malam hari aku selalu lapar" tambahnya.


Padahal ia melakukan itu karena Juwon. Ia selalu makan tengah malam dan Miru tidak mungkin membiarkannya sendirian. Sama halnya jika terjadi pada Crisella dan Farah.


🍂🍂🍂


Rumah


"Mandilah! aku akan menyiapkan makanan untukmu, setelah itu istirahat"


"Emm..."


"Oya. Aku pulang malam, tidak perlu menungguku"


"Bukannya cafe tutup jam 9 ?" tanya Miru, memastikan.


Kazuto lupa kalau ia tidak pernah menceritakan perihal pekerjaan barunya. "Aku..."


"Kakak pergi bertemu teman?"


"Oo. "


"Okey"


🍂🍂🍂


Miru melakukan video call dengan Crisella, Juwon, dan Farah yang saat ini juga tengah berlibur.


Crisella memegang gelas berisi wine dan memberikannya pada pria dibelakangnya. Pria itu mengenakan kemeja putih polos- dimasukan kedalam celana.


"Sama siapa Sel?" tanya Miru penasaran, begitu juga dengan yang lain.


"Temen? Oya Mi, Kakak lo mana?" kali ini giliran Farah bicara. Sambungannya buruk, dan menyebabkan perkataan Miru tidak terdengar jelas. Alhasil, Miru mengakhiri video call.


Berjalan kearah kamar dan menjatuhkan tubuhnya ke kasur.


🍂🍂🍂


Selama beberapa hari di Jepang, Miru hanya diam di rumah dan sesekali ke toko yang letaknya tidak jauh, untuk membeli makanan. Tentu membosankan. Dulu ia bisa dengan mudah kerumah Kiri-chan, tapi sekarang Kiri tinggal di kota lain. Dan mereka baru akan bertemu dua hari kemudian, ketika ia sedang libur bekerja.


.


.


"Kemana kau akan membawaku?" tanya Miru pada Kiri yang membawanya ke jalan sempit, di sebuah pertokoan.


"Cepatlah! nanti kau juga akan tau" ucap Kiri, menarik tangan Miru.


.


.


.


Bar


Musik mengalun lembut, ditambah asap roko yang memenuhi ruangan.


Kazuto yang sudah biasa dengan keadaan ditempat itu, hanya berdiri diam disamping bosnya yang tengah bermain. Ia beberapa kali memperhatikan permainan, meskipun tidak mengerti. Dan berbalik menatap kartu di tangan bosnya. Sepertinya ia akan menang lagi. Feeling nya berkata seperti itu.


Dan benar.


Senyum lebar tersirat di wajah bos sebelum ia meletakkan kartu ditangannya ke atas meja.


"Satu putaran lagi?" tanyanya pada pria botak, lawan main.

__ADS_1


.


.


Seorang pria bertubuh tinggi, berjalan santai dengan rokok ditangannya. Kerah baju yang diangkat, membuat lehernya terlihat lebih panjang dibanding ukuran normal. Ia berjalan gontai-pelan dan terhuyung- melewati jalan menurun.


Tidak berlangsung lama, langkahnya terhenti ketika melihat sosok yang ia kenal. Seorang gadis berambut panjang yang tengah tertawa, bersama gadis disampingnya.


Ia sontak langsung teringat bos, beliau mungkin akan senang mengetahui apa yang telah ia lihat. Dan pada akhirnya, tentu ia berharap akan mendapatkan sesuatu dari temuan itu.


.


.


Tanpa membuang waktu, pria itu berlari menuju bar.


Ia terengah-engah ketika sampai. Melirik kearah Kazuto dan berbisik di telinga bos "Gadis itu sudah kembali" ucapnya.


Bos berpikir sejenak dan melirik kearahnya.


"Adik Kazuto kembali. Sekarang dia menuju Cafe X."


"Antarkan aku!"


"baik"


.


.


.


Untuk mencapai cafe, sebenarnya lebih dekat jika berjalan melewati jalan utama. Tapi, kau akan melewati banyak bar dan tempat-tempat yang membuat kau risih jika melewatinya. Jadi, Kiri berinisiatif menuntun Miru melewati gang-gang sempit dan berkelok.


Karena sudah lama tidak bertemu, banyak pembicaraan yang mereka obrolkan.


Namun keseruan mereka terhenti, ketika seorang pria berdiri dihadapan mereka. Pria itu sepertinya habis merokok, karena kau akan mencium baunya.


"Hi!" sapa pria itu-bos Kazuto.


Miru dan Kiri yang risih, langsung berbalik untuk menghindar. Namun, pria tinggi yang sebelumnya melihat mereka, sudah berada dibelakang dan menarik Kiri pergi.


Miru berusaha menghangi dengan menarik sebelah tangan Kiri. Tapi usahanya hanya sia-sia ketika bos juga menarik tangan Miru dan mendorong gadis itu hingga tubuhnya membentur tembok.


.


.


"Maaf sepertinya anda salah mengira, Aku bukan gadis murahan seperti yang biasa anda temui. Aku bisa melaporkanmu, kalau kau berbuat macam-macam." ancam Miru.


Pria itu hanya tersenyum. Sebelah tangannya bertumpu pada tembok, dengan mata memandang Miru- intens.


Miru berjalan pergi, namun pria itu menghalangi dan berusaha mendekati Miru.


.


.


.


Seorang pria yang Kazuto kenal, menghampiri dan memberitahu perihal Miru dan bosnya.


Mimpi buruk Kazuto benar-benar terjadi. Bukannya Miru berada di rumah. Tanpa berpikir panjang, Kazuto langsung berlari pergi.


.


.


.


Berhenti berlari,


Melirik kesegala arah.


.


.


Miru berteriak dan menangis, ia berusaha menghalangi bos yang ingin mencium dan menyentuhnya.


.


.


BRUK


.

__ADS_1


.


Kazuto datang dan memukul bos hingga tersungkur. Sementara Miru meringkuk memeluk tubuhnya. Ia terduduk sesaat setelah ia merasa keadaan sudah aman.


.


.


Kazuto memastikan keadaan Miru, dan kembali memukul bosnya tanpa ampun.


Ia bahkan tidak memikirkan mengenai pekerjaan dan hutang yang ia miliki.


.


.


"Kakak minta maaf" mencoba memeluk Miru, tapi gadis itu melakukan penolakan. Tubuhnya bergetar-ketakutan.


"Aish...." geram Kazuto, memukul tangannya ke aspal.


🍂🍂🍂


Beberapa hari kemudian.


Rumah


Sejak kejadian yang menimpa Miru, Kazuto tidak lagi bekerja sebagai pengawal.


Namun keputusan Kazuto untuk berhenti, malah dijadikan alasan bos untuk menekannya. Ia berkata keputusan Kazuto melanggar kontrak dan tentu ia harus membayar sejumlah uang.


Bos meminta Kazuto untuk segera melunasi utang. Jika tidak, ia akan membawa pergi Miru.


Mendengar itu, membuat Kazuto geram dan kembali memukul bosnya.


Kazuto meminta Miru tetap di rumah dan menyuruhnya mengkunci pintu.


Kazuto beberapa kali dipukul pengawal lain, sementara bosnya duduk-memperhatikan.


Ia berusaha melawan dan bertahan, namun banyaknya lawan membuatnya terus dijatuhi pukulan demi pukulan.


Ketika sudah terkepung, Kazuto berusaha lari. Berharap ia bisa mendapat kesempatan bertarung satu lawan satu.


Tapi kenyataan berkata lain. Mereka terus memukul dan menendang Kazuto hingga tidak sadarkan diri.


Miru yang khawatir, berlari mencari Kazuto dan menemukan kakanya sudah tergeletak di aspal dengan wajah penuh darah.


Menggoyangkan tubuh Kazuto, tapi tidak ada respon dari kakaknya.


Ketika seorang pria mencoba kembali menginjak tubuh Kazuto, Miru langsung memeluk tubuh kakanya dan injakan itu berakhir padanya.


Bos jongkok. Ia memegang dagu Kazuto, hingga ia bisa melihat wajahnya.


Sesaat tidak ada pergerakan, namun beberapa saat kemudian Kazuto kembali tersadar dan meringis kesakitan.


Bos yang menyalah artikan sebagai penghinaan, kembali menyuruh anak buahnya untuk menghabisi Kazuto.


Hal yang sama kembali terjadi. Tendangan dan injakan yang diarahkan kepada Kazuto, malah diterima Miru dan membuat tubuh serta wajahnya lebam.


.


.


.


Kazuto meninggal ditempat, setelahnya.


.


.


.


Bos kembali mendekat kearah Miru. Ia memengang wajah gadis itu dan membisikkan sesuatu di telinganya.


Miru ketakutan.


"Lunasi hutangmu, atau aku akan melakukan sesuatu yang buruk padamu"


Salah seorang teman Kazuto, menarik tubuh bosnya "Sebaiknya kita tinggalkan tempat ini. Kazuto sudah mati" ujarnya.


Miru bisa mendengar itu. Ia langsung histeris dan memeluk Kazuto. Berharap apa yang pria itu katakan tidaklah benar.


.


.


.

__ADS_1


Beberapa hari setelah pemakaman, Miru menjual rumah untuk membayar hutangnya dan kembali ke Brooklyn.


🌀🌀🌀


__ADS_2