DISINI

DISINI
Tiga


__ADS_3



"Hai!.."sapa seorang pria dengan pesanan ditangannya.




"Kenalin dia Lucas sepupu gue"




Miru batuk melihat Lucas disampingnya. Lucas merupakan pria yang Miru pikirkan sejak semalam. Bukan karena ia menyukai pria itu. Tapi, lebih karena sikap pria itu yang membuat ia tidak nyaman. Sangat tidak sopan meninggalkan orang yang sedang berbicara dengannya.




Lucas



Sepupu



Tetangga baru



Apart 603





"Sell sorry"bisik Miru. Ia merasa bersalah karena telah menjelek-jelekkan pria itu di chat grub. Crisella tersenyum melihat tingkah Miru yang canggung.




"Oh jadi dia..."Belum selesai bicara, Miru langsung menutup mulut Juwon




"Hii!" Jieun terlihat senang melihat Lucas. Sangat tampan. Itu yang pertama terbesit di pikirannya. Andai Juwon memiliki sedikit darah eropa pasti akan sangat tampan.




Crisella memandang kearah Lucas dan Miru secara bergantian. Lukad terlihat menyimpan rasa. Cinta pada pandangan pertama misalnya.




Miru bergegas duduk diantara Crisella dan Juwon, sementara lucas duduk ditempat Miru sebelumnya berdiri-diantara Crisella dan Jieun.




"Mi masih perlu gue kenalin gak nih?"goda Crisella



__ADS_1


"...."




"Aku Jieun..."




"Mau gue booking gak say, biar yg ini gak diambil juga. Mumpung barang bagus"bisik Crisella




"Gue kesini mau ketemu lo, bukannya cari jodoh" bisik Miru "Oya gimana semalem? Lancar? Si david tadi pagi ke rumah mau ketemu sama lo, gue bilang aja lo udah gak tinggal di rumah" jelas Miru. Membicarakan kejadian tadi pagi ketika David mantan pacar Crisella yang datang ke rumah.




"Masih ada itu orang." sahut Crisella. Ia tidak senang kembali disangkutpautkan dengan pria yang hanya mengincar hartanya itu.




"Udah insyaf kali tuh orang dan mau minta balikan hehehe. Dan gue denger sih dia udah jadi pemilik Cafe, cabangnya juga udah banyak"




"Paling boleh dapet dana dari pacar-pacarnya"






Lucas meletakan segelas Cappuchino dihadapan Miru "Crisella bilang kalau kamu suka Cappuchino. Dan itu untuk permintaan maaf, semalam aku sadar kalau kamu kesal, aku gak bermaksud seperti itu. Handphoneku ketinggalan dan aku buru-buru" Lucas memandang kearah Miru, ia merasa tidak enak hati "Dan jangan percaya ucapan gadis ini..."menunjuk kearah Crisella"...aku bukan sepupunya, kami hanya saling kenal"




Miru tertawa dan menyetujui ucapan Lucas. "Aku terima permintaan maafnya, aku sudah minum kopi hari ini. Akhir-akhir ini lambungku bermasalah"




"Kalau gitu aku pesenin yang lain ya Mi?"tawar Lucas bangkit dari bangku namun ditahan oleh Miru.




"Gak perlu...nanti juga diminum sama dia" jelas Crisella.




"Hii!"sapa Miru pada Jieun. Miru memiliki tubuh yang kecil dibanding Crisella meskipun tinggi mereka tidak jauh berbeda, namun Jieun jauh lebih kecil.




Jieun membalasnya dengan senyuman. Ia teringat foto dikamar Miru-foto Miru bersama dengan Juwon.

__ADS_1




"Aaa... pantes pagi-pagi udah bangun"ujar Miru pada Juwon di sampingnya."Barangnya bagus..."godanya




"Udah gak usah di bahas Mi"




"Bagaimana kalian bisa saling kenal?" tanya Lucas penasaran. Mereka bertiga memang tidak terlihat cocok, jika baru bertemu mereka. Tapi semakin lama mengenal mereka bertiga-berempat jika memasukan farah dalam daftar-kau akan mengetahui bagaimana mereka bisa terus bersama selama 9 tahun dan tinggal di tempat yang sama.




"Ceritanya panjang" jawab Miru




"Kau tidak akan mau mendengarnya"lanjut Crisella




"Jangan sampai mendengarnya, karena aib untukku"terus Juwon.




"Gimana ceritanya?, aku penasaran"pinta Jieun.




"Dulu mereka mengira aku Gay, makanya aku bisa tinggal dengan mereka"jelas Juwon




"Kaulah yang pura-pura seperti itu, agar bisa tinggal dengan kami"sela Crisella




"Bener"ucap Miru menyetujui




Jieun menahan tawa sekaligus aneh mendengar apa yang dikatakan Juwon padannya. Sementara Miru dan Crisella merasa puas dengan raut wajah malu Juwon. Karena pada akhirnya dia sendirilah yang membuka aib dirinya.







__ADS_1


__ADS_2