DISINI

DISINI
Duabelas


__ADS_3



KLEK




Lampu depan otomatis menyala ketika Miru dan Lucas masuk.





"Lo pulang" ucap Juwon, menghentikan makan malamnya. Sebelah tangannya masih memegang sumpit yang sedikit diangkat dan memasang wajah tidak percaya.





"Oo..."





Miru melepaskan sepatu yang ia kenakan dan menggantinya dengan sandal. Ia berpegang pada tembok.





"Hi!" Sapa Juwon pada Lucas yang berdiri dibelakang Miru.





"Miru mengundangku...Apa kau keberatan?" ujar Lucas, berusaha membaca pikiran Juwon.





"Tidak. Masuklah!" jawab Juwon, menunjuk bangku dihadapannya dengan sumpit.





"Udah makan?" tanya Miru ketika melihat Juwon tengah menyantap ramen di mangkuknya. Ramen yang sangat berminyak dan melar karena terlalu lama dimasak.





"Gue kira lo pulang malam"





"Aa...Gue gak cocok di sana"





"Mau gue buatin Ramen Mi?"





"Gak perlu" tolak Miru "Gue liat ramen buatan lo aja, gue udah gak selera" menengok ke mangkok ramen Juwon dan segera mengambilnya. "Gue buatin lo makanan yang lain" menaruh mangkuk ramen Juwon ke tempat cuci piring.





"Lucas, duduk dulu!" pinta Miru. Membuka kulkas, mengeluarkan sayuran dan se kotak daging. Tidak hanya itu, ia juga menaruh kompor portable dan panci ke atas meja.





"Shabu-shabu?"





"Yap"





Miru kembali mencari sesuatu didalam kulkas dan mengeluarkan botol berisi air yang terlihat mencurigakan. Berwarna sedikit coklat dan terdapat ampas melayang-layang. Ampas itu akan terlihat ketika tidak sengaja tergoyang.





"Apa itu? Lo gak akan ngebunuh gue kan?" curiga Juwon yang disambut tertawa Lucas.





"Ini kaldu. Gue buat pagi tadi"





"Sini aku bantu!" tawar Lucas dan tentu tidak akan ditolak Miru. Ia memberikan botol itu dan bergegas ke kamar.




__ADS_1


"Terima kasih. Aku mandi dulu. Kalian bisa makan duluan!"





🌀🌀🌀




"Kau menyukainya?" tanya Juwon, tiba-tiba.





Tentu membuat Lucas terkejut dan hampir tersedak. "Tidak" sela Lucas. "Dia menarik, tapi tidak" mengunyah makanan "Aku sedang tidak ingin menjalin hubungan"





"Aa... Kalau begitu, jauhi dia!" pinta Juwon.





"Aku tidak ingin kau hanya akan mempermainkannya"





"Sepertinya tidak begitu" jawab Lucas tidak setuju dengan penjelasan Juwon. "Karena pandangannya tidak pernah tertuju pada laki-laki lain"





"...."





"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Miru, mengeringkan rambut dengan handuk kecil.





Lucas menghentikan makannya tidak lama setelah Miru datang.





"Tidak. Terimakasih makanannya. Aku harus kembali"





"Oh. ok"




Miru memandangi Juwon yang tengah menyantap makanannya. Pria itu tidak melihatnya, bahkan ketika Miru terus menatapnya.





Mengetuk meja "Apa yang lo omongin ke dia?"tanya Miru duduk dihadapan Juwon dengan kedua tangan menumpu dagu.





"Gue tanya, apa boleh pake apart dia lagi?" jawab Juwon asal.





"..."





"Gak penasaran lagi?"





"..." menyantap makanan tanpa berkata apapun.





'Bodoh. Gimana bisa suka sama orang diem-diem. Kalo langsung nunjukin ekspresi kayak gitu' mengelus rambut setengah basah Miru dan beranjak mengambil air.





Meletakkan air di dekat Miru "Gue bercanda" ujarnya "Gue cuma tanya gimana bisa pulang bareng lo"





"Oh..."



__ADS_1



"Dan gue gak ngapa-ngapain di apart dia. Masuk juga gak"





"Oh.." tersenyum dalam hari.





"Dan gue aja yang cuci piring"





"Gak perlu" mengambil sayuran di dalam panci. "Dia staff di pameran dan gak sengaja ketemu. Dia...Intinya gitu"





"Yaudah, gue ke kamar dulu. Masih harus ngerekap laporan pembelian bulan ini"





"Emm.."





🌀🌀🌀




01:30





Wajah Miru terus berkeringat dengan wajah cemas.





Beberapa potongan masa lalu terlintas di mimpi, hingga menjadikannya mimpi buruk.





🌪🌪🌪




Sebuah kaki terlihat tidak henti-hentinya menginjak tubuh tidak berdaya, yang tengah tergeletak di aspal.





Gomen'nasai





Gomen'nasai





Gomen'nasai




🌪🌪🌪




Rintihan Miru terus terdengar hingga memenuhi isi kamarnya yang gelap. Tubuhnya lama kelamaan terasa gatal-tidak seperti gatal akibat digigit serangga. Lebih aneh dan membuatmu frustasi.





Miru meringkuk dan memeluk tubuhnya.




🌪🌪🌪




"Paman, tolong lepaskan kakaku!" pinta Miru yang tengah berlutut dengan kedua tangan memegang kaki pria dihadapannya.




🌪🌪🌪





Miru tersadar. Jantungnya berdegup kencang, serta sulit bernapas. Sebelah tangannya reflek menggenggam selimut, kencang. Sebelum akhirnya ia menangis.



__ADS_1



🌀🌀🌀


__ADS_2