DISINI

DISINI
Limabelas


__ADS_3



Krek




Miru masuk ke kamarnya.






Lucas menggeliat sebelum membuka mata.






"Maaf membangunkanmu, aku cuma mau mengambil barang-barangku. Lanjutkan saja tidurmu"





"Mi..."





"Eumm"





"Mau temani aku?"





"Kemana?"





"Taman x. Cek lokasi pemotretan minggu ini"





"Tapi aku harus ke kantor penerbit."





"Kalau kau mau, kita bisa pergi setelah menyelesaikan urusanmu"





"Ok"





"Kalau begitu aku siap-siap dulu"




πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€




Semalam Crisella datang ke apart bersama dengan David. Tentu akan canggung, karena sebelumnya ia begitu membenci pria itu. Dan sekarang ia membawa pria itu pulang ke rumah. Meskipun dengan niat merayakan rencana pertunangan Juwon.





Lucas juga hadir di acara.




πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€




Lucas berjalan pulang tanpa pamitan pada yang lainnya. Miru sudah rapi, jadi ia harus bergegas agar tidak membuatnya menunggu.





"Kenapa tu anak buru-buru pulang?"tanya Crisella, meletakkan telur ceplok di piring.





"Hari ini kami mau pergi" jawab Miru.





"Kemana?" Juwon ikut bertanya.





"Dia ngajak ke taman, dan karena gue harus ngunjungin penerbit, jadinya ke penerbit dulu"





"Ow..."





"Mau ngajak ngedate kali ka?"ceplos Jieun.





" Ia bener tuh Mi. Mumpung si Lucas single. Jarang-jarang ketemu cowok ganteng kayak gitu" sahut Crisella.





"Yakali dia mau sama gue"





Juwon mengangguk setuju dan membuat Miru kesal.





πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€




Kantor penerbit



"Kamu tunggu di sini dulu. Aku gak akan lama" Ujar Miru dan di balas anggukan-keluar dari mobil.





"Hii Mi, lama gak ketemu kamu" sapa wanita dengan kemeja pink, berambut keriting sebahu yang langsung memeluk Miru. Namanya Helen. Ia pekerja disini.



__ADS_1



"Senang bertemu denganmu. Apa Watson-Gerald ada?" bisik Miru.





"Dia ada diruangan. Masuklah"





"thanks. Sampai ketemu lagi"





Miru masuk keruangan dengan goodie bag berisikan hard copy naskah dan bingkisan.





"Hii!" sapa Miru begitu masuk.





"Honey, ada perlu apa kau kesini"





"Hanya berkunjung" menyerahkan goodie bag"Aa...ini untukmu"





"Terima kasih" mengeluarkan box kecil didalamnya"Apa ini?"





"Hadiah untukmu. Besok aku kembali ke Jepang. Untuk waktu yang lama"





"Tentu kau tidak ingin mengundurkan diri kan?"





"Tidak. Aku bisa kirimkan via email" lanjutnya"Karena kali ini durasi ku disana sangat lama, tentu tidak enak jika aku langsung pergi dan tidak memberitahumu"




.


.


.




"Ok, Honey. Jaga dirimu disana"





"Hubungi aku jika kau di Jepang. Aku bisa menjadi tour guide untukmu"





"Apa ini gratis?"tertawa.







πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€




Lucas masih menunggu diparkiran. Ia mengetuk-ngetukan jarinya di setir, sambil memandang spion belakang.





Sosok Miru terlihat tengah berjalan mendekat. Ia sering menunduk ketika berjalan dan memegang tali tas dengan kedua tangan.





Tok



Tok




Mengetuk kaca mobil. Tersenyum





Masuk ke mobil





"Gimana Mi, mau ke mana kita sekarang?"





"Makan. Kamu belum sarapan. Setelah itu langsung ke Taman" memasang Seat belt.





Raut wajah Miru begitu cerah hari ini, dan bahkan membuat Lucas tidak berhenti tersenyum melihat cara Miru tersenyum.





"Asal kau tahu sekarang sudah jam 11 siang"





"Maaf..."





Tertawa.





"Kalau begitu kita sarapan + makan siang"





"Kau yakin bisa menghabiskannya?"




__ADS_1


"Tidak" TertawaπŸ˜…πŸ˜…





πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€




Taman




Lucas menggantungkan tas kamera dipundak. Melirik kesegala arah. Mencari lokasi yang pas. Miru yang tidak tahu apa-apa hanya mengikuti arah pandang Lucas.





"Mi. Coba kau berdiri di sana!" pinta Lucas, mengeluarkan kamera dari dalam tas.





"Untuk apa?" memperhatikan pria itu."Kau...aku tidak bisa. Sebaiknya kau saja dan aku yang memotretmu"berjalan mendekat dan mencoba memegang kamera Lucas.





"Hasilnya akan bagus jika aku yang melakukan"





"ck...terlalu percaya diri"





Lucas memegang pundak Miru dan mendorong gadis itu-mundur.





οΏΌ





"Jangan memintaku bergaya."





"Tapi tentu kau harus tersenyum"


.


.


.




Miru mendekat kearah Lucas dan melihat hasil foto dirinya.





"Ooo..."





"Bagaimana?"





"Lumayan"





"Cuma lumayan"





"Emm" Tertawa



.


.


.




"Udah belum?" tanya Miru kesal karena harus berdiri sangat lama.





"Sudah dari tadi" tertawa





"Ya!" Miru mengejar Lukas yang berlari menjauh.



.




.


Lucas memberikan kameranya pada Miru. Gadis itu ingin mencobanya sekali dan dimulai dari Lucas. Pria itu membuat ekspresi aneh dan disambut tertawa Miru.




οΏΌ




Kembali ia lakukan. Namun kali ini Lucas hanya tersenyum kearah kamera. Woo...Miru sangat excited karena wajah Lucas terlihat sangat tampan di foto, dan pria itu memberikan gestur kalau dirinya memang sudah tampan sejak lahir.




οΏΌ




"Untukmu.." merogoh isi tas."besok aku kembali ke Jepang"ujar Miru sambil berjalan.





"..."





"Maaf sudah membicarakanmu-grub chat. Dan senang berkenalan denganmu"





Kita bahkan baru mulai dekat dan dia sudah akan pergi. "Besok aku antar kamu ke bandara"





Miru mengangguk.


__ADS_1


πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€


__ADS_2