DISINI

DISINI
Sepuluh


__ADS_3



Miru menaruh tote bag asal dan duduk di tengah kasur, sebelum membaringkan tubuhnya. Ia bisa tidur nyenyak malam ini. Terlepas dari apa yang dia alami di lobi.





Tidak ada bunyi notifikasi dan dering ponsel membuat kamar terasa sepi. Gadis itu berguling dan merogoh ponsel di tas.




Crisella_Insta room



📷


foto


"The day was beautiful'



1.500 like




Miru_chan33


"Aish...Beraninya pergi tanpa bilang gue"





Crisella


"Gue udah bilang lo ya...Lo nya aja yang


main pergi"





Miru_chan33


"Aa. Yaudah have fun"





Crisella


"Gue tlp lo Mi."





Crisella


📞





Crisella


"Masih kesel Mi, sama Juwon?"





Miru_chan33


"Gak tau Sel..."





Miru_chan33


"Gue udah berapa kali coba


ngelupain, cuma gak bisa"





Miru_chan33


"Dan dibanding Juwon, gue lebih


benci diri gue sendiri."





Crisella


"Gimana tawaran gue soal Lucas Mi? Kayaknya dia tertarik sama lo"




TOK



TOK




Mendengar ketukan pintu, Miru langsung bangkit tanpa menutup telepon Crisella terlebih dahulu.





"Ada apa lagi?" tanya Miru, membuka pintu kamar.





KLEK





Pria itu tidak ada di depan pintu ketika Miru membukakan pintu kamarnya. Ia merengut kesal dan kembali menutup pintu keras.





"Tunggu.." ucapnya ketika menyadari ada sesuatu.





Miru kembali membuka pintu dan mendapati paper bag di sana. Gadis itu mengambil tanpa membuka isi paper bag. Sekilas ia melirik kamar Juwon dan kembali masuk kamar.

__ADS_1




Crisella


"Mi..."





Crisella


"Mi"





Crisella


"Are u there...?"





Miru_chan33


"Sorry Sel.."





Crisella


"Kebelet Mi?"





Miru_chan33


"Bukan. Jowon.....ada paper bag di


depan pintu kamar"





Crisella


"Dia taro di depan pintu kamar lo?"





Miru_chan33


"Eung"





Crisella


"Buka Mi. Apa isinya?"





Miru_chan33


taro lagi aja di kamarnya."





Crisella


"Siapa tau buat lo Mi. Kalo emang bukan, bilang aja gue yang penasaran"





Membuka paper bag dan menemukan sebuah gaun-brokat-berwarna baby pink. Miru mengangkat gaun itu. 'Cantik' ucapnya pertama kali melihat gaun itu.





'Ada surat' gumam Miru.





Miru


'Kau jauh lebih cantik dengan pink


daripada hitam'


_Juwon





Crisella


"Mi. Apa isinya?"





Miru_chan33


"Bukan apa-apa"





Crisella


"Yaudah Mi. Gaunnya gue taro di lemari lo. Suka gak suka tetep harus lo pake"





Miru_chan33


"Gue beli blouse tadi. Jadi lo gak


usah khawatir gue pake kaos ke


acara"





Miru melipat kembali gaun pink itu dan memasukannya ke dalam paper bag. Ia tidak... bukan... apa tidak masalah mengenakan barang pemberiannya?

__ADS_1





🌀🌀🌀





Keesokannya




Alarm membangunkan Miru dari tidurnya. Baru pukul 4 pagi, tapi ia sudah harus bangun untuk membuatkan Juwon sarapan. Ia juga belum mencuci piring kemarin malam.





Miru menggeliat dan bangkit dari tidurnya.





Berjalan menuju dapur.





Sarapan kali ini sup kentang, sarden, dan kimchi yang tidak pernah ditinggalkan Juwon. Miru beberapa kali mencicipi masakannya sampai menemukan rasa yang ia inginkan. Ia melepaskan celemek dipinggang dan menaruhnya di atas meja bersamaan dengan spatula.





Selesai menata makanan di meja, Miru bergegas membangunkan Juwon.





Kamarnya tidak pernah terkunci, jadi ia dengan mudah membangunkan pria itu. Kalau tidak bisa membangunkannya, kau tinggal mengambil air dan menyiramkan ke wajahnya.





Miru masuk ke kamar Juwon dan menaiki tangga kecil. Letak Kasur Juwon berada di atas. Sebenarnya kamar Juwon dan Miru seperti satu, hanya saja di pisah menjadi dua kamar, karena keterbatasan tempat.





Langit-langit kamar Juwon sangat rendah ketika kau naik ke atas. Jadi kau harus menunduk atau berjongkok.





"Bangun. Kau akan telat" duduk disebelah kasur Juwon.





Miru beberapa kali mengguncangkan tubuh pria itu, namun tidak kunjung bangun. Karena kesal, ia memukul lengan Juwon dan teriak di telinganya.





"Berisik" gumam Juwon, masih belum sadar.





"Cepat bangun atau aku akan menyiramnu dengan air" kembali memukul lengan Juwon. Tapi pria itu meraihnya dan mendekap Miru ke pelukannya.





"Mianhae to Saranghae" ucap Juwon, serak.





Miru yang baru akan melepaskan pelukan Juwon, malah terdiam ketika menyadari apa yang sudah diucapkan Juwon. 'Maaf... Aku mencintaimu. Dalam bahasa Korea'





"Jieun-a"





"Huh" ucapnya jengkel, ketika tau kata-kata itu bukan ditunjukkan untuknya. Seluruh ilusi dipikirannya langsung sirna. Miru menyiku perut Juwon untuk membuatnya melepaskan pelukkan.





"Aku tidak peduli kau mau bangun atau tidak"





Juwon mengerang dengan mata masih tertutup. "Kenapa? " tanyanya





"Sudah Jam..." mengecek jam di kamar Juwon "jam set 5"





"Aku akan turun sebentar lagi" ucapnya




🌀🌀🌀







__ADS_1



__ADS_2