DISINI

DISINI
Tujuh


__ADS_3

🌧🌧🌧



Apa aku siap merelakan perasaan ini?


Rasa yang sudah ku pendam sejak lama


Rasa yang tadinya akan membentuk ikatan, Namun hanya ilusiku semata.



Kini dia telah bersamanya,


Wanita yang bisa melukiskan senyum diwajahnya


Wanita yang membuatku iri,


Iri karena bisa memilikinya.



🌧🌧🌧




Miru menyalakan keran air dan mengusap wajah nya-kasar-dengan air. Sebelah tangannya bertumpu pada pinggir wastafel.





Duduk di kloset.




'Lo benar-benar bodoh Mi' tertawa 'dia bahkan cuma nganggap lo temen, tidak lebih dari itu' mengusap wajahnya yang basah dengan tangan 'Lo udah setuju untuk menyukainya dalam diam. Tapi lihat hal itu aja, udah bikin lo nangis' ucapnya dalam hati.




Miru menundukkan wajahnya. Meyakinkan dirinya tentang keadaan yang terjadi. Ia tidak boleh bersikap seperti itu. Setidaknya di depan orang lain.





"Mi. Lo gak apa-apa?" teriak Crisella dari luar. "Buka pintunya, gue kebelet nih"





"Sebentar" menatap wajahnya di cermin dan keluar.





Miru membuka pintu dan berdiri di depan pintu ,canggung. Kedua tangannya memegang knop.




"Awas Mi. Udah gak tahan nih"





"Oo.."





🌀🌀🌀




Lucas merapihkan sampah sisa makanan dimeja. Ia menengok kearah Miru dengan sampah di tangannya. Pria itu terlihat sama lelahnya dengan Miru, terlebih sekarang sudah jam 2 malam.





"Pulanglah! biar aku yang bereskan" pintanya pada Lucas. Tapi pria itu terus melakukan apa yang sedang ia lakukan dan menolak permintaan Miru.





"Tidurlah!" pinta Lucas. "Aa... Aku minta Juwon dan Jieun untuk ke apartemen ku. Kamu mungkin merasa tidak nyaman mereka di sini"





"Aa...ok"





Lucas memperhatikan reaksi Miru sebelum menyampaikan keinginannya. Gadis itu diam, sesaat sebelum berjalan ke kamar.





"Apa aku boleh menggunakan sofa ini?"


__ADS_1




"....."





"Kalau tidak aku...."





"Kamu bisa tidur di kamar Juwon. Bukannya impas, dia juga menggunakan apartemen mu" ujar Miru "tapi aku tidak memaksa kalau kamu tetap mau tidur di sofa"





🌀🌀🌀




Kamar




Miru duduk di bangku dan membuka laptop di mejanya.





Pemberitahuan email masuk terlihat. Gerald mengirimkan info mengenai pameran yang akan diadakan minggu ini. Karena Miru tidak menyukai keramaian, bisa dipastikan kalau ia tidak akan datang ke acara.





Menutup laptop




🌀🌀🌀




SREK




SREK






Crisella menaruh gelas di meja dan mengambil alih lemari pakaian Miru. Ia mengeluarkan tiap baju yang ada didalamnya dan hanya menemukan kaos dan jaket. Bahkan kemeja pun tidak ada.





Menggelengkan kepala "Apa cuma ini yang lo punya? Lo bener-bener Mi" menarik tangan Miru "Sini ikut gue!"





Crisella membawa Miru ke kamarnya. Miru duduk diatas kasur, sementara dia membuka koper.





Koper Crisella berisi banyak pakaian dan dokumen yang ia tata rapih bersebelahan. Tidak hanya itu. Ia juga membawa sepatu dan peralatan make up. Jaga-jaga kalau harus menghadiri rapat di hari yang sama.





"Oow..." ucap Miru takjub "Kenapa gak sekalian lo bawa sama lemarinya Sel? Kurang banyak bawaannya" tertawa





"Harusnya lo bersyukur punya temen kayak gue. Kalo gak, lo bakal pake tuh kaos-kaos lo ke acara."





"Ia sih...Senengnya gue"





"Lagi. Biasanya kan lo gak suka dateng ke acara begitu. Tumben banget"


__ADS_1




"Gak ada salahnya dateng. Lagi juga Gerald terus minta buat dateng. Dan gue cuma perlu nikmatin acara."





"Bagus deh." mengeluarkan baju "ini gimana Mi?"





"Itu..." menggelengkan kepala.




Crisella kembali menunjukkan dress hitam pendek dengan beberapa kerutan di area bahu. "Pakai ini aja. Ukurannya juga pas"





"Apa cocok?"





"100%. Yakin sama gue"





"Yaudah gue coba"





Miru masuk ke dalam toilet di kamar Crisella dan keluar menggunakan dress yang dipilihkan. Bajunya sangat pas dan memperlihatkan lekuk tubuh gadis itu yang selama ini di tutupi dengan pakaian longgar. Kakinya juga terlihat jenjang.





Menurunkan bagian bawah dress karena tidak nyaman "Kayaknya gak deh"





"Suut...bagus kok" ujar Crisella





"Ia kak, cocok banget" sambung Jieun yang baru datang.





"Sayang. Kamu lihat kunci mobil...ku" tanya Juwon pada Jieun dan langsung terdiam melihat penampilan Miru.





Miru yang menyadari Juwon melihatnya, langsung salah tingkah.





"Gimana. Cantikkan?" tanya Crisella, yang sebenarnya pertanyaan itu ditunjukkan untuk Juwon.





"Ia cantik" jawab Jieun.





"Jelek. Apa kau mau menggoda pria dengan pakaian itu?"





"Oo... benar. Apa pedulimu?" jelas Miru kesal.





🌀🌀🌀



__ADS_1




__ADS_2