Double W

Double W
Bertemu part 2


__ADS_3

Dikampus mereka berdua keluar dari kelas dan hendak menuju kantin.


"Lan aku gak ikut kekantin deh, pengen irit, lagian aku bawa roti tawar, aku ke perpus aja ngerjain tugas dari Bu biangka.


"Oh gituya, tapi kalau kamu mau makan bilang aja biar aku yang teraktir.


Wulan memang bukan anak orang kaya tapi keluarga Wulan lebih berada dari pada Marisha, ayah Wulan polisi dan ibunya memiliki toko bungan, tapi Wulan lebih suka tinggal diasrama alasannya pengen mandiri, tapi Wulan juga gak mau tinggal diapertemen katanya lebih baik tinggal diasrama temani Marisha.


"Eh gak usah Lan makasih, kalau gitu aku keperpus dulu ya.


"Ok


"Lan kamu nyusul gak ke perpus?


"Kayaknya gak deh Sha aku langsung pulang aja deh karena gak ada kelas lagi.


"Ok hati hatiya Lan.


Merekapun pergi dengan arah yang berbeda.


Marisha yang ke perpus dan Wulan kekantin.


***


Sesampai Marisha di perpus, ia mengeluarkan buku yang ia pinjam minggu lalu dan mengembalikannya kembali, setelah mengembalikan buku Marisha hendak pergi ke toko buku sebentar.


Saat ditoko buku Marisha keliling mencari bukunya tersebut, Marisha membeli 5 buku yang tebal tebal, semua buku itu menyangkut tentang kedokteran. Harganya juga tidaklah murah Marisha mengeluarkan uangnya hampir 800 ribu karena buku tersebut memang mahal.


Setelah membeli buku Marisha hendak kembali ke asramanya, ia berjalan menelusuri trotoar pejalan kaki.


"Aaaaaaaaa" Marisha setengah terduduk dan menutup kepalanya, buku bukunyapun terjatuh.


Marisha hampir tertabrak.


"Apa kamu tidak apa apa nona?"


Marisha masih gemetar dengan pemandangan didepannya itu, pria melihat Marisha yang gemetaran itupun langsung menghampiri Marisha.


"Nona apa nona baik baik saja?"


Marisha memberanikan dirinya dan hendak berdiri ia melihat wajah pria ini sangat familiar.


Kayaknya aku pernah lihat, tapu dimana ya?


"Saya tidak apa apa"


Marisha mengambil kembali buku buku yang terjatuh itu dan pria itupun membantunya.


"Terima kasih"ujar Marisha


"Maaf nona tadi ada kesalahan sedikit"

__ADS_1


Apaan yang sedikit orang aku hampir mati tertabrak mobil.


"Oh tidak apa apa saya baik baik saja"


Kemudian ada sosok tinggi keluar dari pintu mobil,


"Yo kenapa lama sekali?"


Marisha memalingkan wajahny kearah suara itu, Marisha kaget bukan kepalang melihat Raga berdiri disamping mobil.


"Maaf tuan"


Yo pun kembali dan membukaan pintu untuk Raga. Raga pun masuk kedalam mobilnya tersebut, sedangkan Marisha hanya mematung dengan kebingungannya sendiri.


Ia pria itu sekertaria Yo, dan tuannya adalah Tuan Raga, itu mirip dimimpiku, ini bukan kebetulan, tapi apa?...


"Lain kali kau harus hati hati yo!"


"Maaf tuan tadi saya tidak lihat ada kucing yang berlari hendak menyebreang jalan, maka dari itu.. "


Yo belum selesai dengan kalimatnya karena Raga bertanya.


"Siapa wanita itu, dia menatapku dengan raut wajah yang aneh?"


"Saya tidak tahu tuan, nanti saya akan mencari tahu"


Raga hanya terdiam tidak mengusik tawaran Yo, tapi Yo mengerti bahwa tuan mudanya ingin ia mencari tahu juga.


***


Marishapun masuk ke kamarnya dengan lamunan dan tidak menjawab pertanyaan Wulan.


"Sha.. Kamu kenapa?"


Marisha tersadar akan pertanyaan Wulan, kemudian ia meminum air lalu duduk didepan komputernya.


"Lan aku rasa kamu harus dengar ceritaku!"


Wulan dibuat heran dengan kata kata Marisha.


"Emangnya ada apa Sha?"


"Ok kamu duduk dulu, lalu aku ceritain semuanya!"


Wulanpun duduk dihadapan Marisha karena penasarannya ia memberikan air agar Marisha minum lagi.


"Begini Lan, waktu itu aku mimpi, tapi mimpi aku tuh nyata banget, semua pemeran dalam mimpiku itu aku gak tahu, alur cerita mimpi aku itu sangat familiar, dan yang parahnya lagi aku jadi tokoh utama dalam mimpiku itu, Lan mimpiku itu kayak lama banget, padahal saat itu kita tidur cuma dua jam"


"Kamu masih mikir mimpi mu itu?"


"Lan aku mimpi sebelum acara kemarinkan, dan saat aku melihat CEO kemarin aku baru ingat dia itu pria yang mirip seperti dimimpi aku, tapi aku baru ketemu dia kemarin,

__ADS_1


Dalam mimpiku namanya Raga aditya angkasa, itu sama persis Lan, nama perusahaannya juga sama Lan, siapa yang gak heran kalau gitu?"


"Aneh sih, tapi itu cuma mimpi Sha"


"Lan dalam mimpiku itu nyata banget, dan parahnya aku ketemu lagi sama dia diperjalanan pulang dari toko buku"


"Apa? Kamu ketemu sama Tuan Raga, aku iri Sha"


"Ah kamu tu aku ini sekarang lagi bingung, parahnya lagi sekertaris dalam mimpiku sama persis dengan dunia nyata, namanya juga sama"


"Kalau difikir fikirsih Sha, aku juga heran tapi itu cuma mimpi Sha, oh iya kenapa kamu bisa ketemu sama mereka?.


"Aku tadi hampir ditabrak mibilnya" ujar Marisha ketus.


"Apa? Jadi kamu gak papakan?"


Wulan khawatir dan meraba tubuh Marisha memeriksa apa ada luka.


"Apaan sih Lan aku gak papa baru hampir kok belum ketabrak"


"Heh kamu jangan ngomong gitu Sha! Oranga khawatir juga"


Wulan cemberur karena tingkah Marisha.


"Hehehe iyadeh maaf sahabatku tersayang, gih sana mandi, bau tahu"


"Eh kamu tuh yang bau, pulang lama amat"


Marisha pun tertawa dengan tingkah Wulan.


Dimalam hari mereka masih sibuk dengan komputernya. Jarum jam menunjukkan pukul 11 malam.


"Sha aku tidur duluan ya soalnya akh ngantuk banget ni"


"Iya tidur aja, mimpi indah ya!"


Saking lelahnya Wulan langsung terlelap dalam tidurnya. Marisha yang melihat sahabatnya itu tersenyum legah.


"Akhirnya selesai"


Marisha mematikan komputernya dan hendak tidur.


"Besok adalah hari dimana hasil wawancara keluar, semoga lulus, aamiin"


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2