Double W

Double W
Terjatuh


__ADS_3

"Baru pagi pagi, udah serepot ini, katanya cuman lihat perkembangan proyaek"


Raga masuk disebuah ruangan untuk mengikuti pertemuan namun Marisha tidak masuk karena tugasnya berjaga diluar.


Setelah Raga selesai dari rapatnya, Raga hendak menemui Marisha untuk mengatakan sampe sore nanti dia sangat sibuk, karema ada masalah dalam proyek pembangunan hotel di kota C itu.


"Saya akan sangat sibuk, saya akan memberimu isin istirahat selama saya selesai dalam pekerjaan saya"


"Apa saya boleh berjalan jalan diluar?"


"Apa maksudmu berjalan diluar, apa kau mau kabur, kabur saja kau akan tamat!" ancaman Rag dengan tatapan tajamnya itu.


Apaansih ni manusia? Gimana caranya coba untuk kabur, lagian kalau bisa kabur, udah dari tadi aku kabur dan keluar dari mimpi ini, ini juga kapan bangunnya sih dari mimpi burukku ini?. Keluh Marisha dalam benaknya.


"Tidak tuan muda, saya hanya akan berjalan jalan melihat pemandangan proyek hotel ini" seraya meyakinkan Raga.


"Ok, jika aku menyuruhmu datang, kau harus sudah berada dihadapanku"


Hay manusia kutub gimana caranya coba, emang aku bisa muncul langsung gitu dihadapan kamu? Dasar..


"Hay kau tidak dengar?"


"Saya mendengarnya tuan, kalau begitu selamat bekerja tuan, makan siang nanti saya akan menemui anda"


*****


Akhirnya bebas juga dari pandangan tajamnya itu.


Tapi aku kenapaya gak bangun bangun dari mimpi buruk ini?


Aaa gak usah difikirin, lebih baik aku refresing aja mumpung masih disini,

__ADS_1


Mmm kalau didunia nyata kaya giniya pandangan kota C?


Marisha memang menyukai tempat ini, karena berhubungan dengan alam, dan Marisha berfikiran masuk ke kawasan hutan untuk menjernihkan fikirannya, memang proyek pembangunan hotel itu berada di kawasan pegunungan karena itu udaranya sangat sejuk, mungkin Raga sengaja mengambil lokasi itu karena memang benar benar indah, kita bisa melihat betapa indahnya ciptaan tuhan ini.


Marisha berhenti disebuah persinggahan untuk pengunjung daerah ini, ada tempat untuk bertedu, Marisha duduk disana dan melepaskan semua bebannya.


"Huuuh" Marisha menghelakan nafasnya disusul dengan teriakan yang membiat legah.


"Kapan semua ini akan berakhir?"


Setelah istirahat sejenak Marisha hendak kembali karena melihat awan hitam, itu artinya hujan akan tiba.


Marisha berjalan dengan setengah berlari darena gerimis sudah menyentuh permukaan bumi termasuk tubuhnya, semakin lama air itu semakin deras, Marisha mempercepat larinya dan tidak sengaja marisha tersandung, dan Marisha terjatuh ke bawah kira kira sedalam 12 meter dari posisi sebelumnya.


"Aaaaaaaaaaa" Marisha tergulung bersama rumput rumput liar dihutan itu.


Hujan semakin deras, badan Marisha sangat sakit. Marisha berusaha untuk bangun namun dia tidak bisa menahan sakit, beberapa goresan kecil disekujur tubuhnya, dan luka sobek disebelah kaki kirinya. Marisha membendung air matanya karena menahan sakit, namun ia merasa tubuhnya tidak bisa berbuat apa apa, Marisha merasakan serangan air yang menyentuh wajahnya. Sedikit demi sedikit Marisha menutup matanya.


Apa aku akan mati disini? Apa aku akan keluar dari sini?


Dan Raga yang mencari keberadaan Marisha,


"Yo kemana Marisha? Ini sudah jam makan siang"


"Saya tidak melihatnya Tuan, saya akan mencarinya"


Kemana perginya wanita itu, awas saja kalau kau berani untuk kabur.


15 menit kemudian Yo datang membawa kabar.


"Maaf tuan muda, Marisha sedang berada didalam kawasan hutan, ada penjaga yang melihatnya ke arah sana"

__ADS_1


"Apa dia belum kembali, sekarang sedang hujan, apa dia masih disana?"


"Ia tuan, karena penjaga itu tidak melihat nona Marisha keluar dari hutan"


"Apa dia belum keluar?" Raga terlihat khawatir dengan keberadaan Marisha kemudian hendak menyusul Marisha.


"Tuan anda akan kemana?"


"


"Saya akan menyusulnya"


"Tidak tuan biar saya yang mencarinya, tuan duduk saja, karena diluar sedang hujan"


"Apa kau gila, dia menghilang ditengah hutan dan sekarang sedang hujan, dan kau menyuruhku untuk duduk santai dan menunggunya?"


"Tapi nanti tuan sakit"


Raga hanya melihat tajam kearah Yo, yo tidak berani berkata kata lagi, melihat tingkah tuannya karena takut.


"Maaf tuan"


"Jangan menyusulku, atur saja masalah disini!"


"Baik tuan"


Kemudian Raga berlari menyusul Marisha dan meninggalkan Yo.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2