
"Sha?
Panggil Wulan sambil menutup buku yang ia baca.
Marisha hanya mengangkat alisnya.
"Kenapa? Wat hapen?
"Mmm.. Kalau kamu ngilang gimana?
"Kalau aku ke alam mimpi, itu artinya aku gak disini.
"Tapi dulu kamu tetap disinikan, walau kamu disana.
"Iyasih, tapi sekarang gak lagi, mungkin semuanya sudah berubah Lan.
"Kamu gak takut Sha?, aku aja yang dengarnya merinding, iiiiiii ngeri Sha.
Marisha hanya tersenyum dan berusaha kuat dihadapan temannya, walau ia juga sebenarnya merasa agak takut, tapi ia berusaha untuk tegar menghadapi semua ini, karena Marisha yakin, ini adalah garis takdirnya.
"Lan, apapun yang teradi semoga itu demi kebaikan semuanya, dan aku juga gak takut ko' sekarang, ia sih awalnya aku takut, tapi sekarang udah nggak lagi, ada kamu, Rose, sekertaris Yo, dan lagi sekarang aku sudah punya suami yang aku cintai, walau itu dialam lain.
"Sha, apa suamimu tahu kamu sangat mencintainya?
"Kenapa kamu sepertinya sangat yakin kalau aku mencintainya?
Marisha melempar tawa kecil kepada Wulan.
"Ya iyalah Sha, orang kamu bilngnya kayak yakin gitu, gimana aku gak bisa mikir itu coba?, aku rasa sekarang kamu sedang jatuh cinta Sha, cieeee, tapi apaka suamimu itu nyata? Maksud aku kalian akan sama samakan? .
Apa aku jatuh cinta? Kapan aku mempunyai perasaan ini?
Dan lagi, benar kata Wulan, apa Raga nyata? Iyasih Raga nyata, tapi dialam mimpi, apa aku bisa bersamanya dengan waktu yang lama?, atau aku akan berpisah dengannya karena aku berbeda dunia?.
Lamunan Marisha buyar, karena Wulan.
__ADS_1
"Sha.. Sha..
"I.. Y. A.., ada apa?
"Sha maaf ya, aku salah ngomong ya?
"Gak ko' Lan, kamu bener. Aku juga bingung sama perasaan dan situasiku saat ini.
"Apa suamimu tahu kalau kamu mencintainya?.
Marisha hanya menggelengkan kepalanya.
"Gak tahu, aku juga gak tahu.
"Andai saja jika aku bisa bertemu dengan orang yang sangat kau cintai itu, pasti sangat serukan Sha? Wulan tersenyum membayangkan omongannya tadi.
Wulan berusaha menghibur sahabatnya itu. Marishapun tersenyum mendengarnya.
"Kamu mau ketemu sama suamiku?
Wulan mengangguk dengan semangat.
Wulan hanya bisa tertawa sambil membayangkan semuanya.
"Lan, aku sayang kamu.
Mata Marisha berkaca kaca melihat Wulan, seakan dia butuh pelukan hangat dari sahabatnya, sebenarnya Marisha sangat rapuh dengan semua ini, menurutnya semua ujian ini sangat berat baginya. Wulan sedih melihat temannya itu, iapun langsung mendekati Marisha dan memeluknya dengan lembut, seakan Wulan tahu jika sahabatnya itu sedang rapuh saat ini.
"Sudah Sha, yuk tidur! Udah jam 11 malam ni.
**Alam mimpi
"Dimana Marisha?
Rose sangat gugup dengan pertanyaan Raga. ini sudah setengah jam Marisha belum kembali.
__ADS_1
Berapa lama Marisha pergi jika kembali kealam nyata?
"Nona, tuan muda sedang bertanya.
Yo pun menegur Rose, karena tidak menjawab pertanyaan Raga.
"Tuan saha tidak tahu.
Rose hanya menggeleng, ia tidak bisa berbohong lebih lanjut dan dia juga tidak bisa berkata jujur, Rose sangat bingung ia serba salah.
Aduh bagaimana ini?
"Apa maksudmu?
Rose hanya tertunduk takut melihat ekspresi Rose.
Raga sangat khawatir dengan keberadaan istrinya itu.
"Yo, Cctv!
"Baik tuan.
Tak lama, Yo pun datang.
"Maaf tuan, Nona muda tidak terlihat dalam kamera Cctv. Saat anda keluar dalam ruang nona tadi pagi, nona tidak pernah keluar meninggalkan kamarnya., begitupun saat Rose datang menemui nona muda.
"Tapi kenapa dia tidak ada dalam kamarnya?
Yo hanya bisa terdiam melihat kepanikan tuannya.
"Tetap cari dia!
"Baik tuan.
Yo pun pergi meninggalkan Raga. Raga kembali masuk kedalam kamar Marisha dan bertanya ulang kepada Rose.
__ADS_1
"Jawab saya dengan jujur!!!, kau aman karena kau sahabat istriku, jika kau berbohong kau tahu sendiri apa akibatnya.
Ancam Raga, bagaimana tidak?, hanya Rose yang keluar masuk dari kamar Marisha, tidak ada orang lain selain Rose.