
"Saya tidak tahu tuan, saat saya masuk pertama kali Marisha masih ada, tapi saat saya keluar untuk ke kamar mandi lalu kembali ke kamar Marisha, Marisha sudah tidak ada tuan.
Jelas Rose kepada Raga.
Itu masuk akal, karena saat dilihat dari cctv Marisha memang tidak keluar dalam kamarnya, ya kali dia menghilang begitu saja, ada ada saja.
"Tuan, percayalah, bagaimana mungkin saya menyakiti sahabat saya sendiri? Dan sekarang saya juga khawatir dengan keberadaannya.
Raga tidak mengubris perkataan Rose. Raga hanya meninggalkan kamar istrinya itu, hendak mencarinya disekeliling Rumah sakit, sedangkan Rose? Dia hanya khawatir karena Marisha memang benar benar tidak ada dialam ini, dan Rose masih bingung kapan Marisha akan kembali menemuinya. Terlagi suaminya sangat khawatir.
Kamu dimana Marisha?
Guman Raga mengkhawatirkan istrinya itu.
Raga berjalan setengah berlari mencari dari sudut kesudut bangunan rumah sakit itu, tapi nihil 35 menit Raga mengelilingi rumah sakit, ia tak kunjung bertemu dengan Marisha.
Raga terduduk dikursi tunggu rumah sakit karena sudah kelelahan mencari Marisha, terlagi Raga belum Makan siang.
Raga sangat khawatir dan mengucek ngucek wajahnya dengan kasar.
"Kamu dimana sih Sha?
Beberapa menit duduk disana, Raga diherankan dengan pemandangan didepannya, ia melihat Marisha tiba tiba langsung berada didekat jendela balkon lantai dua, namun 3 detik kemudian Marisha kembali menghilang. Seperti hantu, Raga sangat kaget bukan kepalang melihat kejadian itu, namun ia berfikir ia sedang berhalusinasi sekarang karena sangat mengkhawatirkan istrinya itu.
"Apa yang barusan aku lihat tadi? Aaaiis sepertinya aku sudah mulai gila .
Ragapun kembali ke kamar Marisha.
__ADS_1
Apa yang terjadi di kamar Marisha? Raga yang seperti mendengar dua wanita sedang berbincang, Ragapun secara langsung membuka pintu kamar Marisha.
Raga melototkan matanya karena melihat Marisha sedang terbaring dan berbincang dengan sahabatnya itu, seperti tidak terjadi sesuatu.
"Kamu dari mana saja? Apa kamu tidak berfikir suamimu sedang khawatir disini?
Raga langsung mencium kening Marisha. Marisha tersenyum dengan seadanya saja, ia bingung menjawab pertanyaan suaminya itu, begitupun dengan Rose, awalnya Rose hendak kabur dari situasi itu, tapi ia juga tidak rela meninggalkan Marisha, sebenarnya Rose juga merasa takut karena kejadian tadi.
"Mmmm aku tadi lagi ke kamar mandi,
Alasan Marisha yang tidak diterima oleh Raga.
"Apa? Ke kamar madi?
"Ii... Iya
"Apa selama itu?
"Mmm.. Maaf.
Marisha hanya meminta maaf dengan ekspresi bersalahnya itu.
Apa Raga mengkhawatirkanku? Kenapa aku merasa geer ya? Dasar Marisha mana mungkin dia.. Aaaa sudah sudah jangan berfikir seperti itu.
Marishapun membuyarkan lamunanya karena menurutnya itu sangat mustahil baginya.
*** Alam nyata.
__ADS_1
"Marisha.... Sha... Kamu dimana sih? Baru kemarin nongol, pagi pagi gini ko ngilang lagi sih.
Wulan membuka kamar mandi mencari Marisha, namun nihil Wulan tidak kunjung menemukan Marisha
"Apa Marisha sekarang berda dialam mimpi ya? Apa itu memang benar benar terjadi?
Wulan terlihat khawatir dengan situasi sahabatnyaa itu. Wulan sempat berfikir jika Marisha keluar pagi pagi pasti pintu tidak terkunci dari dalam, tapi Wulan melihat kamarnya masih terkunci dari dalam, itu artinya Marisha tidak keluar dari kamar. Wulan semakin yakin jika yang diceritakan Marisha semalam memang benar adanya.
"Jika semuanya benar, semoga kamu baik baik saja disana sahabatku.
*** Alam mimpi
Sudah 2 minggu Marisha keluar dari rumah sakit. Saat itu Marisha tertidur disofa ruang Tv, Raga belum pulang dari kantornya, sekarang Marisha sudah tidak bekerja sebagai pengawal pribadi Raga, karena sekarang Marisha adalah wanita kesayangan Tuan muda. Raga sangat mencintai Marisha, bagi Raga Marisha adalah pelangi dalam hidupnya.
Jarum jam menunjukkan pukul 3 sore, kepala koki membangunkan Marisha untuk makan, karena Marisha belum makan apapun dari tadi siang.
"Nona...
Suara kepala koki itu bermaksud membangunkan Marisha, kemudian Marisha terbangun dari tidurnya dengan sangat kaget, Marisha sanagat berkeringat, seperti Marisha sudah mengalami mimpi yang buruk.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1