Double W

Double W
Tujuan selesai


__ADS_3

Tidak! aku harus kuat, semua ini demi Raga, Ini semua demi suamiku tercinta, jika Raga bahagia aku juga akan turut bahagia melihatnya.


Setibah di rumah Marisha langsung ke kamar dan membaca novelnya alias novel wanita paruh baya itu yang berjudul FANTASI, Marisha membaca ending cerita novel itu.


Disitu ia menemukan bahwa Raga akan bahagia bersama Raisha. Marisha pun langsung menghembuskan nafas legah karena melihat ending ceritanya Raga sedang bahagia dengan tokoh utama wanita tersebut.


***


3 haripun berlalu seperti biasanya, Raga pulang dari kantornya. Ia langsung pulang ke rumah karena sudah sangat rindu dengan istrinya tercinta.


Saat di rumah Raga tidak melihat keberadaan istrinya.


"Bili apa kau melihat istriku?


"Dia sedang di kamar Tuan.


Bili adalah kepala koki rumah Raga.


Ragapun berjalan setengah berlari hendak bertemu dengan istrinya itu.


Raga langsung membuka pintu kamar tapi ia tidak melihat Marisha. Ragapun heran, Raga mencarinya di kamar mandi, ruang ganti tapi tidak melihat Marisha.


Tiba tiba Marisha muncul begitu saja dihadapan Raga, hanya 3 detik Marisha kembali menghilang, Raga sangag kaget bukan kepalang melihat Marisha menghilang dan muncul begitu saja.


Raga hampir terjatuh melihat pemandangan didepannya itu, ia terlihat sangag tidak percaya apa yang ia lihat.


Kemudian Marisha kembali muncul di hadapan Raga. Marisha sangag kaget melihat Raga didepannya, berarti Raga sudah melihat kejadian tadi.


Apa Raga melihatku menghilang tadi?


Hanya itu terlintas dari fikirkan Marisha.


Raga mundur satu langkah, Marisha mendekati Raga hendak menjelaskan semuanya, namun Raga menyuruhnya berhenti disana, Raga masih tidak percaya apa yang ia lihat.

__ADS_1


"Berarti aku tidak salah tihat waktu itu. Saat dibalkon rumah sakit.


Marisha mengerutkan alisnya saat mendengar kalimat Raga.


Apa? Berarti Raga sudah melihatku menghilang sebelumnya. Bagaimana ini?


"Apa kamu Marisha istriku?


Marisha mengguk cepat.


"Percayalah!


Ujar Marisha


"Ta.. Tapi.., apa kau berusaha membodohiku?


"Tidak Raga, aku Marisha, istrmu.


Marisha berjalan mendekati Raga, perlahan Raga mundur hingga menabrak meja dibelakangnya, ia masih tidak percaya. Karena yang ia lihat barusan sangat jelas dan nyata.


Ujar Marisha sambil memegang tangan Raga yang mulai lemas itu.


Namun Raga sangat mencintai Marisha, maka dari itu Raga mendengarkan penjelasan Marisha.


"Duduklah dulu!


Marisha mendudukkan Raga diranjang dan memberikan segelas air kepada Raga.


Setelah minum Marisha menenangkan Raga.


Marisha membuka suara.


"Dengarkan aku! Semua ini memang tidak masuk akal, tapi inilah kenyataannya, awalnya aku juga bingung dengan semuanya, tapi perlahan aku mengerti, aku mempunyai tujuan disini.

__ADS_1


Raga masih tidak mengerti dan semakin tidam mengerti.


"Apa maksudmu?


Ujar Raga.


Kemudian Marisha menjelaskan semuanya kepada Raga, Ragapun tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Percaya tidak percaya itulah kebenarannya Raga, selama ini itulah yang terjadi, seperti aku yang menghilang di rumah sakit dan muncul dibalkon, itu semua nyata. Dan kata wanita paruh bayah itu, aku hanya perlu mengikuti alur cerita saja, aku tidak bisa berbuat apa apa, mungkin perbincangan kita sekarang adalah dialog dari novelnya. Dan sekarang aku mengerti Raga tugasku sudah selesai. Hanya sampai disini saja.


Kau adalah Fantasiku, dan aku adalah Fantasimu.


Tangis Marisha pecah, Raga melihat dengan jelas bahwa Marisha sangat takut berpisah demgannya. Dan Raga tahu bahwa ia saling mencintai.


Marisha tahu jika ini adalah akhir dari semuanya, Raga sudah mengetahui semuanya, Rose dan Wulanpun tahu, sebenarnya mereka semua adalah tokoh dari novel ini, tapi tidak ada yang sadar akan semua itu.


Raga tidak ingin kehilangan Marisha, apapun wujud Marisha, ia sangat mencintai istrinya itu. Ragapun memeluk Marisha,


Aku akan tetap mencintaimu, dan berusaha menerima semua ini.


Ujar Raga diiringi tangisannya.


Marisha juga membalas pelukan Raga, dan berterima kasih sudah mau mempercayainya.


Namun tubuh Marisha semakin lama semakin menghilang, Raga dan Marishapun panik,


Nafas Marisha sangat berat begitupun dengan Raga, terlihat dari mata mereka berdua tidak ingin berpisah, tapi takdir berkata lain, Marishapun lenyap dan menghilang dari pandangan Raga.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2