
"Kamu dari mana saja?
Marisha terkejut mendengar suara Raga yang duduk disofa sambil menonton acara TV. Memang hari ini adalah hari libur, jadi Raga berinisiatif untuk istrihat seharian dirumah.
Marisha mendekati Raga dengan ekspresi agak takut, karena dia pulang agak lama.
"Maaf tuan saya tadi ketemu dan ngobrol sebentar dengan Rose.
Marisha menundukkan pandangannya.
"Selama itu? Tugasmu bertambah dan sekarang kau adalah milikku.
Apa, milik? Aisss..
"Dan lagi, berhentilah memanggilku tuan!
Marisha hanya terpelongo dengan kalimat Raga itu. Marisha heran dengan sikapnya yang tiba tiba berubah seperti bunglon.
"Kenapa?
Tanya Raga kepada Marisha
"Tidak, tidak ada apa apa tuan.
"Aku sudah bilang jangan memanggilku tuan, apa kau tuli.
Ketus Raga kepada Marisha, sontak Marisha juga terbawa emosi.
"Kalau begitu saya harus panggil apa?
Mata Marisha membulat ke arah Raga.
Ragapun heran melihat perlakuan Marisha terhadapnya, ia pun langsung mendekati Marisha menjitak dahinya dengan jari telunjuk.
Sontak Marisha meringis kesakitan.
"Aduuuh..
Namun Marisha tidak bisa berbuat apa apa, karena Marisha memang agak takut dengan Raga.
"Maaf..
Marisha hanya tertunduk, Raga yang kasihan melihatnyapun mengiring lengan Marisha dan membawanya duduk bersama diatas sofa.
"Kamu panggil saja dengan namaku! Ra-ga.
Marisha hanya bisa tertunduk tidak melihat ke arah Raga. Mungkin ia masih merasa kesakitan karena jitakan Raga.
Raga tahu apa yang Marisha pikirkan, spontan Raga memegang pundak Marisha dan menatap Marisha.
Marishapun membalas tatapan Raga.
Kenapa lagisih ni orang?
"Kenapa tuan?
"Aku bilang jangan panggil aku tuan!
__ADS_1
"Maaf" Menundukkan kepalanya.
"Aku ingin makan buah!
Raga hanya memalinngkan pandangannya kearah layar TV.
Marisha hanya mengerutkan alisnya karena nada Raga berubah menjadi hangat.
Marisha tersenyum dan bergegas ke dapur.
Saat di dapur Marisha membuka kulkas, dan mengambil beberapa buah.
Kepala koki melihat Marisha begitu semangat, tidak seperti biasanya.
"Nona apa nona butuh bantuan?
"Tidak usah terima kasih.
Marisha hanya tersenyum kepada kepala koki rumah Raga. Setelah memotong buah Marisha kembali ke ruang TV, dan meletakkan piring buah itu diatas meja.
"Duduk disini! Ketus Raga menepuk sofa disampingnya.
"Baik. Marishapun duduk didekat Raga.
Raga merangkul bahu Marisha dan menyandarkan kepala Marisha dibahunya. Marisha melototkan matanya karena kaget bukan kepalang, namun dia tidak bisa melawan.
"Apa itu sakit?
Marisha heran dengan pertanyaan Raga.
"Iya, apa masih sakit? Pipimu sampe merah tadi.
"Beneran?
Marisha hanya menggukkan kepalanya, lalu Marisha mengambil piring buah itu dan meletakkan dipangkuannya itu.
"Aaaaa... Marisha menyodorkan buah kemulut Raga seraya ingin menyuapi.
Ragapun tersenyum dengan tindakan Marisha, lalu melahap buah itu.
"Kenapa sikapmu sangat manis?
Tanya Raga.
"Ya udah kalau gitu, saya tidak akan menyuapi anda lagi.
"Eeh tidak, maksudku bukan seperti itu.
Marisha hanya tersenyum dan melanjutkan kegiatannya itu."jadilah istri yang baik, bagaimanapun kau adalah istriku".
Marisha hanya tersenyum mendengar ucapan Raga.
****
Pukul 23:00,tapi Marisha belum bisa menutup matanya itu.
"Aaiss kok aku gak biaa tidur sih?, balik kiri engak, balik kanan juga enggak.
__ADS_1
Setelah berusaha untuk tidur Marishapun tertidur pulas.
***
Sudah seminggu berlalu saat kejadian diruangan Raga.
"Kok aku gak pernah kembali kealam nyata ya? Udah lama banget ni. Gimanaya keadaan disana?
Taklama Marisha mendapatkan telofon dari Rose.
"Halo.. Ya ada apa rose?
"Sha, kamu dimana?
Suara Rose terdengan sangat kawatir. Marisha heran mendengarnya.
"Kamu kenapa Rose? Ada masalah apa?
"Sha, tolong aku Sha!
Marisha mendengar Rose sepertinya sedang menangis, Marishapu kaget dan sangat khawatir.
"Rose kanapa? Kamu dimana?
"Aku gak tahu aku ada dimana, tapi aku culik Sha, sekarang aku takut banget. Huk.. Huk.. Huk..
Marisha sangat kaget dengan apa yang barusan Rose katakan.
"Aku akan nyelametin kamu Rose. Tunggu aku.
"Halo anak manis.
Marisha mendengar suara yang sangat asing untuknya
"Siapa kamu? Apa kamu yang nyulik teman aku?
Sepertinya wanita?
"Satu jam kamu gak kesini teman akh akan lenyap dari dunia ini untuk selamanya.
Ancamannya kepada Marisha
"Ok, saya akan kesana, kirimkan alamatmu!
"Dan satu lagi nona manis, kau harus datang sendiri! ingat, akan ada seseorang mengawasimu, jika kau membawa seseorang bersamamu, kau akan mati bersama orang itu.
Marisha hanya mematikan telefon itu, tak lama beberapa menit alamatpun terkirim dari nomor asing.
Pasti ada sesuatu..
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung