
Sudah 1 minggu Marisha berada di rumah sakit, namun ia sekarang sudah pindah ke rumah sakit milik keluarga Gllen.
Marisha masih sangat bingung karena ia tak kunjung kembali kedunia nyata.
"Apa kau sudah bangun?
Tanya Raga menghampiri Marisha yang masih terbaring itu.
Marisha hanya senyum dan menggukkan kepalanya.
3 hari yang lalu Rose sudah bisa keluar dari rumah sakit karena keadaannya yang sudah pulih.
"Aku akan pergi dan kembali saat makan sianga, aku akan menyuruh Rose untuk menemanimu ya.
Marisha hanya tersenyum kepada Raga, Raga mengecup kening Marisha lalu pergi meninggalkan Marisha diruangan itu.
26 menit kemudian Rosepun sampai di ruangan Marisha.
"Hai sahabatku tercinta,
Sapa Rose kepada Marisha.
Marisha hanya tersenyum melihat kedatangan sahabatnya itu.
Rose berjalan mendekati Marisha dan duduk disamping ranjang Marisha.
"Kau sudah baik? Apa kau mau makan?
Marishapun menggeleng menolak tawaran Rose.
"Kamu kenapa Marisha? Cerita sama aku,
Mata Rose berbinar, ia sangat peka jika sahabatnya itu sedang memikirkan sesuatu.
Marisha menghembuskan nafasnya lalu menceritakan kekhawatiran Marisha.
"Rose, sudah lama aku tidak kembalu ke alam nyata, bagaimana keadaanku sekarang disana?
Rose yang mendengar kekhawatiran Marishapun ikut menjadi khawatir.
"Tenang saja Sha, pasti semua baik baik saja. Kalau boleh tahu sekarang sudah episode mana Sha?
__ADS_1
"Aku juga kurang tahu Rose, karena aku merasa tidak ada kejadian seperti ini, tidak ada yang masuk rumah sakit, tapi kenapa semuanya seperti ini.
"Aku rasa kisah novelmu sudah tak berpengaruh lagi, sekarang kamu berjalan tanpa alur Sha.
"Aku rasa juga seperti itu Rose.
Saat Rose menyuapi Marisha buah apel, tiba tiba Marisha menghilang, Rose mencari Marisha, matanya membelalak karena melihat secara langsung Marisha menghilang.
"Apa ini, kenapa Marisha tiba tiba menghilang? Jika Marisha kembalu kealam nyata, pasti akan ada yang menggantikanya, apa itu juga sudah tidak berguna? Jadi kalau Marisha kealam nyata dia tidak berada dialam mimpi? Bagaimana jika Tuan muda mencarinya ini sudah jam makan siang.
Rosepun pusing dengan semuanya, dia bingung jika Raga bertanya tentang keberadaan Marisha dia harus jawab apa?
***
Di alam nyata.
Marisha berdiri didepan kaca caffe tepat dimana terakhir kali ia menghilang. Marisha melihat pantulan tubuhnya dikaca caffe itu. Marishapun kaget buka kepalang.
Dia kembali setelah lama menghilang.
Marishapun kembali keasramanya hendak menemui Wulan.
"Kau dari mana saja Sha? Kau menghilang selama 2 hari.
Marisha kaget mendengar kalimata Wulan.
Kenapa aku menghilang? Aku kira aku akan tetap ada dialam ini jika aku kealam mimpi.
Apa itu sudah tidak berlaku seperti alur cerita novelku?
"Dan kenapa kau memakai pakaian rumah sakit? Apa dua hari ini kau sedang sakit? Kenapa kamu tidak memberitahu aku sih Sha?
Ekspresi Wulan sangat marah karena sahabatnya tidak memberi tahu keadaannya itu.
Marisha hanya masuk dan duduk didepan komputernya dan tidak menjawab pertanyaan Wulan.
"Sha jawab aku Sha!
"Wulan aku rasa aku harus menjelaskan semuanya.
"Tentu saja Sha, aku ini sahabatmu.
__ADS_1
Marisha pun menjelaskan semua petualangannya selama ini. Saat dia pertama kali mengalaminya, menikah dengan Raga, bertemu dengan Raga dialam nyata, sampai menjelaskan kejadia bahwa ia sudah tertembak. Awalnya Wulan tidak percaya, tapi lama kelamaan Marisha berhasil meyakinkan Wulan.
"Jadi sudah mengalami semuanya sendiri?
"Aku punya sahabat disana, namanya Rose, dia sangat baik kepadaku.
Wulanpun semakin khawatir kepada Marisha.
Memang saat Rose menghilang dia melihat keanehan dikamarnya.
Wulan menjelaskan kepada Marisha.
Bahwa ia melihat komputer Marisha yang menyala sendiri dan keyboardnya berfungsi sendiri, seperti sedang menulis novel, paling parahnya cerita novel Marisha yang berjudul FANTASI itu berubah dengan sendirinya.
Marisha kegat bukan kepalang mendengar cerita Wulan.
"Pantas saja semuanya berubah, sekaranf aku mengerti, aku akan mengikuti alur sang penulis itu, alur cerita novelku berubah dengan sendirinya.
Pantas aku tiba tiba berada disini kembali, karena alur ceritanya sudah berubah.
Wulanpun sudah mengerti semuanya.
"Apa kau mencintai tuan Raga dialam sana?
"Ya, aku sangat mencintai suamiku.
Marishapun tersenyum memikirkan wajah Raga. "Bagaimana dengan tuan Raga dialam ini?
"Aku tidak pernah bertemu dengannya Sha, tidak ada kabar darinya.
Marisha hanya mengaggukkan kepalanya, dan pergi ke kamar mandi hendak memberishkan tubuhnya yang lengket itu.
Tapi bagaimana keadaanku disana?, pasti Rose sangat pusing melihat aku sudah tidak ada disana, dan lagi jika Raga bertanya kepada Rose tentang keberadaanku, karena sekarang aku sudah ada disini.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1