Double W

Double W
Darah


__ADS_3

Lain dengan Raga yang


mencari keberadaan istrinya itu, sudah jam makan siang tapi Marisha tak kunjung terlihat sedikitpun.


Raga memanggil Yo hendak menanyakan keberadaan Marisha.


"Yo masuklah!


Yo pun masuk kedalam ruang Raga.


"Ada apa tuan muda?


"Apa kau melihat Marisha? Ini sudah jam makan siang, seharusnya dia berada disini.


"Saya tidak melihatnya tuan, terakhir saya melihatnya, sewaktu anda bertemu dengan klien tadi.


"Cari dia!


"Baik tuan.


Yopun keluar dari ruangan Raga.


Beberapa menit kemudian Yo kembali menemui Raga.


"Maaf tuan, tadi Han melihat nona muda berlari terburu buru menuju basemant dan pergi membawa mobilnya. Han sempat bertanya kepada nona hendak kemana, tapi nona muda hanya bilang tidak akan kemana mana.


"Apa maksudnya, apa dia ingin kabur? Tapi tidakbmungkin, karena akhir akhir ini hubunganku baik, dan tidak terjadi apa apa. Kau sudah mencarinya ke seluruh daerah?


"Saya sudah menggerakkan beberapa orang tuan.


"Lacak dia!


"Baik tuan.


Yo pun melacak posisi ponsel Marisha.


Tidak seperti biasanya, Raga memang merasakan kekhawtiran didalam fikirannya, apa Marisha baik baik saja?


"Tuan, nona Marisha berada di kota S,

__ADS_1


"Apa yang ia lakukan disana?


"Nona muda berada dibangunan tua bekas proyek tertunda tuan, bangunan itu tertunda karena kekurangan modal.


"Siapkan mobil yo!,


perasaanku tidak enak.


"Baik tuan.


****


Keadaan Marisha sudah melemah... Marisha berlumuran darah karena ulah wanita brengsek itu.


"Apa hanya itu kemampuanmu nona? Kau sangat pemberani tadi. Apa sekarang kau sudah tidak sanggup berdiri?


Marisha tersungkur dilantai yang berdebu itu. Tetesan darah menetes sedikit demi sedikit mengotori seragam Marisha.


Nafas Marisha sangat berat, namun ia masih kuat untuk berdiri.


Wanita itu tersenyum ketus melihat Marisha yang sangat keras kepala itu.


"Cih, Saya tidak akan menghianati suamiku. Apapun itu saya akan setia kepadanya.


"Kau sangat bodoh.


Kemudian seorang pria membawa Rose menemui Marisha.


Rose sangat sedih melihat Marisha.


Kemudian Rose berlari menemui Marisha yang terluka parah itu


"Marisha aku sudah bilang jangan kesini. Kenapa kau keras kepala.


Dengan tangis Rose berbicara dengan Marisha.


"Tidak Rose, kau adalah sahabatku,


Wanita itu geram melihat percakapan meraka, lalu wanita itu menedang Rose hingga Rose jatuh tersungkur didepan Marisha.

__ADS_1


"Hey kauuuu..


Marisha sangat marah kepada wanita itu karena sudah menyakiti sahabatnya.


"Apa? Apa kau masih punya nyali, berdiri dengan baik saja kau tidaka bisa, sudahlah, kau hanya perlu melepaskan Raga. Semua urusan selesai, dan tidak akan seperti ini. Jika kau ingin hidup maka enyahlah dari hidup tuan Raga.


"Kenapa kau menginginkan itu? Apa kau menyukainya? Apa kau menyukai berondong? Dasar tidak tahu malu.


Wanita itu sangat geram melihat Marisha, spontan wanita itu menendang wajah Marisha yang berlumuran darah itu, darahpun keluar dari mulut Marisha. Rose sangat sedih melihat sahabatnya tak berdaya.


"Apa kau tidak tahu siapa aku? Aku adalah bibinya.


"Cih.. Raga tidak mempunyai bibi sekejam kau.


Ketus Marisha


Wanita itu mengerutkan bibirnya seraya tak suka dengan ucapan Marisha.


"Sekarang kau adalah keluarga Raga, maka dari itu kau tidak akan hidup tenang jika masih bersama Raga,.


Raga tidak boleh mengambil alih warisan keluarga Gllen.


"Oh maka dari itu, kau mengganggu kehidupan Raga? Dasar tidak berguna.


Wanita itu semakin marah kepada Marisha, wanita itu langsung menyodorkan pistol ke arah Marisha. Rosepun kaget melihat keadaan sahabatnya. Namun Rose tidak bisa berbuat apa apa, tubuhnya juga sangat lemah, karena beberapa pukulan dan mengakibatkan memar dan luka ditubuhnya.


"Nona muda, ternyata kau wanita tangguh seperti Raga, sama sama keras kepala, kau harus mati!


Kekuatan Marisha sudah habis karena perkelahian tadi. Marisha hanya bisa pasrah, yang penting dia tidak menghianati suaminya itu.


Aku mencintaimu suamiku Raga, mungkin hari ini adalah hari terakhir kita bersama. Aku berharap kau mengetahui perasaanku.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2