
Sudah dua minggu Marisha menjadi istri Raga, namun Marisha belum kunjung kembali kealam nyata.
Ini sudah sangat lama, tapi kenapa aku belum kunjung kembali ya?
***
Telepon genggam Marisha berdering, terlihat wajah Rose terpampang manis dilayar, Marisha tersenyum dan menggeser tombol hijau teleponnya itu.
"Halo... Sahabatku tercinta.
Tak ada sahutan dari Rose, Marisha mendengar desahan Rose yang menahan tangis. Marisha terpelongo khawatir terhadap sahabatnya itu.
"Rose kamu kenapa? Kamu dimana?
Tapi rose tidak kunjung berbicara, taklama Rose menangis dan bilng, Marisha kumohon jangan kemari. Huk... Huk.. Huk.
Marisha bertambah kaget dan khawatir.
"Kamu kenapa Rose, dan sekarang kamu dimana?
Taklama ada suara wanita dari balik hp Marisha. Wanita itu tertawa puas mendengar kecemasan Marisha.
"Hai apa kabar nona manis?
Marisha hanya heram mendengar suara wanita yang sangat asing baginya.
"Kau siapa? Dan kenapa bisa hp Rose bada ditanganmu?
Wanita itu hanya tertawa. "Hahahahahahah"
"Kurasa kau sangat menyayangi sahabatmu itu nona manis.
Taklama ada pesan masuk untuk Marisha,
"lihatlah gambar temanmu itu nona manis, jika kau ingin temanmu selamat, maka datanglah kealamat yang kukirim, dan ingat jangan memberi tahu siapapun, jika tidak, akan kukirimkan kepala sahabatmu ini tepat didepanmu"
Marishapun membuka pesan itu, Marisha sangat sedih melihat temanya itu menahan sakit,
__ADS_1
Rose tunggu aku Rose, kamu tunggu aku.
Air mata Marishapun terjun bebas dari tebing matanya. Tidak kuat melihat Rose yang teraiksa itu.
"Baik saya akan ke sana! Tapi jangan sentuh sahabatku.
"Ingan seseorang sudah memantaumu, jika kau membawa seseorang, maka kau sudah tahu apa yang terjadi dengan sahabatmu ini.
Marisha hanya mematikan telfonnya dan mengambil kunci mobil, ia langsung bergegas ke alamat yang sudah dikirim tadi.
Marisha berlari keluar dari perusahaan Gllen, Han menegur Marisha karena melihat nona mudanya sedang terlihat khawatir.
"Nona anda akan kemana?
" Tidak saya tidak akan kemana mana.
Marisha terus berlari ke basemant dan melajukan mobilnya, Han pun heran melihat nona mudanya itu, tapi Han sudah tidak berani bertanya lagi.
***
Sesampainya dialamat tersebut Marisha melihat bangunan besar tua dan tak terurus. Sejenak Marisha merasa merinding, namun ia tak peduli, bagaimana tidak sahabatnya berada dalam bahaya sekarang. Marishapun memberanikan dirinya untuk masuk.
Wanita itupun tersenyum ketus melihat Marisha yang berdiri didepannya itu.
Marisha semakin kaget melihat wanita didepannya itu, ternyata wanita itu adalah wanita yang pernah menamparnya diruangan Raga.
"Ada apa? Kenapa kau menahan temanku? Dan dimana dia sekarang? Aku sudah datang, jadi lepaskan temanku!
Wanita itu hanya tertawa mendengar perintah Marisha.
"Hai nona muda, apa kau memberiku perintah? Berani beraninya kau.
Wanita itu mendekati Marisha, dan menyodorkan pitol kearah Marisha, Marishapun kaget bukan kepalang, ternyata dia berada dalam masalah besar.
Siapa wanita ini? Apa masalahku dengannya? Aku belum tahu semuanya, tapu pasti ada sesuatu sehingga dia melakukan ini semua.
Marisha hanya tertawa melihat wanita itu menyodorkan pistol kearahnya, wanita itu heran meliaht keberanian Marisha.
__ADS_1
"Ternyata kau gadis mungil yang sangat berani ya, aku tertarik kepadamu nona muda, kalau begitu, aku tidak akn merenggut nyawamu dengan cepat.
Marisha hanya memasang ekspresi yang sangat menantang.
"Aku rasa aku tahu apa tujuanku berada dialam ini.
Wanita itu bingung dengan perkataan Marisha.
"Apa maksudmu?
Marisha hanya tertawa melihat kebingungan wanita didepannya itu.
"Apa kau tahu, kau sudah salah berhadapan dengan seseorang?
Wanita itu semakin heran dibuatnya.
Ternyata nona ini sangat berani juga.
"aku sudah tak tahan melihat wajah lugunya itu, ternyata dia tidak sepolos yang aku duga. SERANG DIA HANCURKAN WAJAH MUNGILNYA ITU!!!!.
Marisha hanya tersenyum dan berterima kasih atas pujian tersebut.
Wanita itu tidak mengetahui jika Marisha sangat ahli bela diri, ya memang Marisha sudah tidak menggunakan bakat bela dirinya karena suatu alasan dimasa lalu.
Apa 5 lawan 1?dasar pengecut.
Marisha diserang oleh 5 pria sekaligus.
Wanita itu heran bukan kepalang melihat Marisha yang mempunyai keahlian bela diri.
Pantas saja dia tidak takut, tapi kita lihat saja sampai mana kemampuanmu nona muda.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung