Double W

Double W
Who are you? (Doubel W)


__ADS_3

"Sha, besok kita harus ke rumah sakit bayangkara, kita ada tugas disana selama 1 bulan.


"Kok tiba tiba sih Lan? Besokkan akhir pekan, seharusnya kita liburkan.


Ujar Marisha


"Gak tahu juga, katanya rumah sakit itu kekurangan dokter, jadi kkta dikirim kesana.


"Oooh gitu ya, kalau gitu sampai jumla besok ya Lan.


"Hati hatiya dijalan!


"Iya, aku duluanya.


***


Selama dua tahun ini, hidup Marisha berubah 180 derajat, Marisha terlihat sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, dia sukses menjadi seorang dokter, dan sekarang Marisha sudah mempunyai rumah sendiri, walau rumahnya agak kecil tapi Marisha sangat bersyukur sudah diberikan tempat tinggal.


Keesokan harinya.


Marisha dan Wulan sudah samapi di rumah sakit bayangkara, mereka berdua disambut dengan baik oleh dokter dan staff disana.


"Selamat datang Dok. Marisha dan Dok. Wulan. Terima kasih sudah mau ke rumah sakit bayangkara.


Ujar Dok. Lee.


Dokter Lee adalah dokter terbaik dikota ini, semua orang sudah menganggapnya seperti malaikat, karena dokter Lee sangat baik kepada sesama, ia sangat peduli dengan pasiennya.


Sudah 1 minggu Marisha dan Wulan di rumah sakit itu. Memang rumah sakit itu sangat sibuk, pantas saja mereka dikirim ke rumah sakit bayangkara.


"Sha.. Udah jam makan siang, yuk makan

__ADS_1


Ajak Wulan


"Ok, tunggu aku mau ambil tas dulu.


Wulan hanya mengangguk da Marishapun masuk keruang istirahat untuk mengambil tasnya. Setelah Marisha mengambil tasnya ia hendak keluar dari ruangan, tapi saat Marisha keluar tiba tiba ada beberapa orang yang berlarian panik, Wulan dan Marisha melihat kejadian itu panik.


Ada apa ini?


Dok. Marisha, tolong tangani pasien ini, karena Dok. Lee sedang berada dalam perjalan dan terjebak macet. Dok. Lee menyarankan anda yang menanganinya. Pasien itu mengalami kecelakan, mobilnya ditambrak oleh mobil truk, pendarahannya sangat banyak, karena beberapa pecahan kaca tertancap ke tibuhnya


"Sudah Cukup penjelasannya, Siapkan semua peralatan, saya akan menanganinya.


Wulan terlihat khawatir, sekaligus kasihan melihat sahabatnya yang kurang istirahat.


"Sha kalau kamh capek, biar aku saja.


"Gak usah Lan, kamu istirahat saja, lagian ini perintah Dok. Lee. Kamu jangan lupa makanya! Aku kesana dulu.


***


Marisha sangat terkejut melihat pasien dihadapannya sekarang,


Apa? Kenapa?..


Keringat Marisha bercucuran,


"Kenapa Dok?


Fikiran Marisha buyar, dia tidak fokus karena berhadapan dengan pasien didepannya sekarang.


"Tidak... Tidak ada apa apa, ayo sekarang kita mulai!

__ADS_1


Marisha mengulurkan tangannya kesamping hendak memulai operasinya.


"Pisau bedah...


Ujar Marisha.


Lampu hijaupun padam, akhirnya operasinya berjalan dengan lancar. Marisha terlihat sangat khawatir, yang ia pikirkan hanya pasien itu.


Kamu harus selamat, harus, kamu harus selamat. Hanya itu kalimat yang difikirkan Marisha saat didalam ruang operasi.


Entah kenapa Marisha sangat lemah melihat pasien itu. Rasanya ia ingin menangis melihat pasien itu terluka parah.


***


Marisha berjalan dilorong rumah sakit sambil melamun memikirkan kejadian barusan.


Entah kenapa semua ini terjadi? Kenapa aku melihatmu? Kenapa kau tidam diam ditempatmu? Aku tahu kau bukan semuamiku, tapi kenapa tuhan menciptakanmu sangat mirip dengan suamiku?


Hanya itu yang difikirkan Marisha, sebenarnya pasien yang ditanganinya barusan adalah Tuan Muda dari keluarga Gllen, yang dulu pernah datang kekampusnya.


Entah kenapa hati Marisha seperti tertusuk pisau tajam, seakan ia sedang menghadapi kematian.


"Kenapa?, kenapa semua ini terjadi kepadaku? Sebenarnya siapa kau?


Gumam Marisha


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2