
"Han gerakkan beberapa orangmu untuk membantu tuan muda mencari nona Marisha!"
Saat tuan muda berhadapan dengan wanita itu, tuan menjadi bodoh, ini demi kebaikan anda tuan, bagaimana caranya anda mencari nona Marisha sendiri di tengah hutan luas dan sekarang sedang hujan.
"Baik tuan"
***
"Marisha..... Marisha...., kemana kau bodoh, kau bilang kau akan kembali saat makan siang, kenapa kau tidak kunjung kembali? Kau akan kuhukum jika sudah kutemukan.
Dengan raut wajah cemas Raga berlari dan teriak memanggil nama Marisha.
Sudah setengah jam Raga keliling menelusuri hutan tapi dia tidak menemukan Marisha.
Marisha hanya merasakan bahwa dia sangat lelah dan ngilu disekujur tubuhnya. Tubuhnya berat sehingga tak kuat untuk bangun, ia hanya memejamkan matanya seraya berdoa kepada tuhan dalam hatinya
Tolong... Tolong pertemukan aku dengannya,
Entah kenapa Marisha sangat ingin bertemu dengan Raga, seperti rindu yang dibatasi dengan tembok besar.
Raga yang melihat sepatu Marisha dibibir jurang, ia pun syok dengan pemandangan didepannya itu.
"Tidak terlalu dalam, Marisha akan baik baik saja, tunggu aku dibawah sana, jangan takut"
Kemudian Raga turun dengan perlahan.
"Marisha... "Raga menemukan tubuh Marisha yang berbaring lemah.
Ragapun berlari cepat menuju Marisha dan menyentuk pipi Marisha berkali kali.
"Hey bangun... Hey"
Seru Raga membangunkan Marisha.
Apa itu suarany? apa aku sudah mati? Atau terbangun dari tidurku ini?
Raga kaget dan dibuat mual saat melihat luka sobek dikaki Marisha yang berlumuran darah itu.
saat kecil Raga mengalami peristiwa yang melibatkan banyak orang berlumuran darah, dari sejak itu Raga sangat takut melihat darah
"Apa yang harus kulakukan sekarang?, darahnya sangat banyak"
Kemudian Raga menyobek kemejanya kemudian hendak menghentikan pendarahan Marisha.
Wajah Marisha memucat karena kekurangan darah.
Raga memeluk Marisha yang lemah itu, baru kali ini Raga sangat lemah dan tidak dapa berfikir.
__ADS_1
"Kau akan baik baik saja, aku ada disini, kau sudah aman, kumohon buka matamu!"
***
"Apa kau menemukan tuan muda?"tanya Han
"Tidak tuan saya belum menemukan tuan muda"
"Ok sekarang kau pergi ke arah utara dan kau selatan, aku dan frans Ke barat"
Seru Han kepada orangnya
"Baik tuan"
Merekapun kembali berpencar untuk mencari Raga dan Marisha.
"Tuan itu sepatu nona Marisha, mungkin nona Marisha ada dibawah begitupun dengan tuan mudaa "
Ekspresi mereka berubah menjadi khawatir melihat tuan mudanya terluka.
"Han kemudian menelfon orangnya untuk menyusul ke tepi jurang bagain Barat.
Merekapun turun hendak mencari mereka berdua.
"Tuan Han, itu tuan muda"
Kemudian wajah Han tertuju kepada Raga dan Marisha.
"Tuan Raga.. Tuan.."
Ragapun bangun karena suara Han.
"Cepat bawa Marisha keluar dari sini!"
Kemudian Han menggendong Marisha dan Frans membantu Raga untuk berjalan.
****
Di rumah sakit
Marishapun terbangun dan melihat sekelilingnya, Marisha bingung dengan pemandangan yang ia lihat.
Apa aku sudah bangun dari mimpiku?
Atau tidak?
Ini di RS?
__ADS_1
Ya ini di RS...
Marisha tersadar bahwa sekarang ia sedang dirumah sakit. Selang beberapa menit Yo pun masuk menemui Marisha.
"Nona sudah sadar syukurlah"
Marisha hanta heran dan tidak mengubris perkataan Yo.
"Jam berapa sekarang?"
"Jam 8 pagi nona Marisha"
Wajah Marisha semakin heran, Yo yang melihat ekspresi Marisha pun bertanya.
"Ada apa nona Marisha?"
"Tidak, tidak ada apa apa, apa kau bisa menceritakan kejadian kemarin?"
Nona Marisha seharusnya saya yang bertanya kepada anda kenapa bisa jadi seperti ini.
"Anda terjatuh dan terluka, tian muda menemukan anda, dan kami membawa anda ke RS ini"
Jelasnya kepada Marisha.
Ternyata benar kemarin aku bersama Raga.
"Apa anda ingin makan buah?"
"Tidak terima kasih, apa tuan muda baik baik saja?"
"Ya, tuan muda baik baik saja nona"
"Dimana dia sekarang?"
"Tuan muda sedang di ruangan sebelah nona, kalau begitu saya pergi dulu, jika ada perlu tinggal panggil Han saja dia ada diluar, karena saya harus pergi mengurus beberapa hal"
Marisha hanya menganggukan kepalanya seraya meng iyakan.
Yo pun keluar dari ruangan meninggalkan Marisha.
Apa dia terluka?
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung