
"Marisha kamu harus ikut saya ke proyek pembangunan hotel di kota C!, Marisha.. Marisha.. Hey... "
Marisha sadar dari lamunannya dan melihat ia sedang berada di ruang utama Gllen Group.
Raga yang heran melihat raut wajah Marisha yang seperti tidak mengenal ruang ini.
"Kamu kenapa?"
Mariaha bertambah bingun, berhadapan dengan siapa ia sekarang.
Ya benar itu tuan gllen.
Marisha melihat dirinya sendiri, dan kaget melihat sekarang ia memakai seragam hitam putihnya, berarti sekarang ia sedang berada di...
Dimana ini? Apa.. Apa aku sekarang ada dialam mimpiku?
"Marisha... "
"Eh iya tuan"
Tenang Marisha anggap seperti biasanya, ini cuma mimpi kamu hanya harus mengikuti alur ceritanya saja.
"Kamu sedang mikirin apa?"
"Tidak tuan, saya hanya kurang sehat karena kurang tidur tadi malam"
"Kamu kurang tidur, memangnya apa yang kamu kerjakan sehingga kurang tidur?"
"Tadi malam saya begadang karena mengerjakan tugas dari dosen tuan"
Raga yang heran dengan ucapan Marisha itu.
Sejak kapan ia mengerjakan tugas dari dosen?.
"Kamu kuliah?" tanya Raga dengan heran.
Astaga ini gimana? Ini adalah alam mimpiku tapi kok kayak gini.
Marisha sadar bahwa ia sekarang berada dialam mimpinya.
"Eh maksud saya bukan begitu tuan, tapi.. "
"Sudah sudah tidak usah bahas omong kosongmu itu, kamu harus ikut saya ke kota C untuk proyek pembangunan hotel disana"
"Baik tuan" Marisha hanya mengiyakan karena masih bingung dengan keberadaan dirinya.
__ADS_1
Setelah berfikir lagi, ia memutuskan untuk mengikuti alur mimpinya itu, karena semua akan baik baik saja. Gumamnya.
****
Ini adalag pengalaman pertama naik pesawat bahkan dialam nyatanya saja ia tidak pernah.
Wah ini pesawat pribadi Tuan Raga, sangat mewah.
Saat pesawat hendak terbang,
Marisha kelihatan sedikit takut, Raga yang melihat Marisha memegang lengan Yo pun mengerutkan alisnya.
Kenapa Yo memegang Marisha?
Padahal jelas jelas Marisha yang memegang Yo, tapi Raga menuduh Yo yang memegang lengan Marisha.
Kenapa tuan melihatku seperti itu? Oh iya Marisha memegang lenganku karena takut.
Yo pun menyingkirkan tangannya Marisha karena takut dengan tatapan Raga, namun Marisha lebih mengencangkan pegangannya itu. Raga semakin panas melihat mereka berdua, sedangkan Yo lebih panik melihat ekspresi Tuannya itu.
Memang Marisha duduk bersebelahan dengan Yo, sedangkan Raga duduk dikursi pribadinya.
Raga berdiri menghampiri Yo dan Marisha.
"Yo biar aku yang duduk disitu! Kau duduklah dibelakang!"
Apa tuan muda jatuh cinta? Jika soal wanita semua orang akan kelihatan lebih bodoh, hahaha maafkan saya tuan,.
Sejak kehadiran Marisha tuan sedikit berubah lebih lembut dan lebih Manusiawi, maka dari itu saya akan menjaga hubungan anda tuan.
Raga pun dudk disebelah Marisha, Marisha yang heran melihat Raga karena hendak duduk disebelahnya.
Kenapasih ni manusia kutub? Sekertaris Yo mana lagi, akukan takut.
Raga yang melihat Marisha takut tapi Marisha tidak memegang lengannya tapi memegang bibir kursi semakin cemberut.
Kenapa saat Yo duduk disebelahnya ia memegang lengan Yo, saat aku duduk disebelahnya ia malah berpegangan dibibir kursi. Dasar...
Raga memperhatikan Marisha, dan sekilas Raga menjadikan posisi lengan Marisha seperti saat Marisha memegang lengan Yo.
Ada apa dengan manusia kutub ini?
Namun Marisha diam dan tidak berani melawan, dan memang saat itu Marisha sedang takut jadj dia tetap memegang lengan Raga.
Sesampainya Raga membangunkan Marisha yang tidur dibahunya itu.
__ADS_1
Raga tersenyum melihat Marisha yang tertidur dipundaknya tersebut.
Yo keluar kerlebih dahulu tanpa berani melihay ke arah Raga.
"Hey kau bangunlah, dasar tukang tidur, bangun!!!! "
Marisha bangun karena suara Raga.
Apaan sih ni manusia?...
"Maaf bos saya kelelahan"
Marisha membersihkan bahu Raga karena tidurnya tadi.
"Sudah ayo turun!"
"Baik tuan"
Mereka pun turun dari pesawat.
Marisha kaget bukan kepalang melihat pemandangan yang menyambutnya itu, senyum lebarpun terukir dibibir kecilnya itu, Raga yang melihat senyum Marisha pun ikut tersenyum namun Raga langsung menciptakan wajah angkuhnya kembali.
"Hay, disini kamu itu datang untuk bekerja bukan untuk senyum senyum"
Manusia kutub ini sangat mengganggh, tidak bisa lihat orang senang dikit?.
Yo melihat mereka berduapun tetawa dalam hati.
"Maaf bos"
*****
"Ini kamar nona, disebalah sana adalah kamarku, jadi jika ada keperluan jangan segan memanggil saya"
"Terima kasih Sekertaris Yo"
Yopun mengangguk dan kembali kekamarnya, sedangkan Marisha masuk dan istirahat dikamarnya.
Wah kamarnya sangat keren, berapaya biaya semalam dihotel ini, apa ini juga hotel Tuan Raga? manusia itu sangat kaya, tidak heran dia sangat berpengaruh.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung