
Apa dia baik baik saja?
Kurasa aku harus pergi melihatnya.
Saat itu Marisha hendak mengunjungi Raga di ruangan sebelah, tapi langkahnya terhenti karena Raga masuk ke ruangannya terlebih dahulu.
"Kau mau kemana?"
Tanya Raga kepada Marisha
"Saya... Saya mau keluar ruangan untuk mencari udara segar"
Kenap bohong sih, kan bisa jawab seadanya, dasar Marisha.
"Kau tidak kuisinkan keluar duly saat ini"
Ketusnya Raga sambil berjalan menuju sofa ruangan tersebut.
Kemudian Marisha hendak kembali ketempatnya semula.
Marisha hanya melihat lihat arah bola matanya tertuju, hanya atap berwarna putih kecoklatan, dengan ukiran abstrak yang menghiasi atap itu.
Kenapa masih disini?
Lamunan Marisha terhenti karena kalimat Raga.
"Apa kau baik baik saja?"
"Iya
"Apa kakimu sakit?, kenapa kau berjalan tadi
Memang saat itu Marisha merasakan sakit dikakinya namun dia hanya berjalan sedikit demi sedikit untuk ke ruangan Raga.
"Saya baik tuan"
Kalimat Marisha hendak meyakinkan Raga.
Kemudian Raga berdiri dari duduknya hendak menuju kearah Marisha.
Marisha heran dengan tindakan tuannya itu.
__ADS_1
"Kenapa tuan?
Ragapun duduk dibibir ranjang, membuka perlahan selimut dikaki dan melihat kaki putih mulus Marisha yang terperban itu.
"Apakah sakit?
"Sudah kukatakan tian saya baik baik saja
"Kenapa kau kesana?
Marisha terdiam sejenak lalu menjawab pertanyaan Raga.
"Maaf tuan saya tidak kembali tepat waktu.
"Kamu tidak menjawab pertanyaanku
"Maaf tuan saya kesana hanya karena ingin melihat indahnya alam, saya memang tertari dengan alam tuan,
"Apa kau tidak tahu aku sangat khawatir?
Ada apa dengan manusia kutub itu, sangat aneh jika bersikap lembut seperti itu.
"Kau kenapa bisa terjatuh?
"Jika saya tidak menemukanmu bagaimana?
"Maaf tuan jika membuat tuan muda khawatir, tapi saya tidak apa apa saya sudah terbiasa tuan.
"Apa apaan? Kenapa kamu bilang seperti itu terus? Sedih? Kesedihan?, apa kamu terus merasa sedih, atau saat bersamaku kau merasa sedih dan sial?
"Tidak tuan bukan sepertu itu, baiklah maafkan saya tuan, bukan maksud saya seperti itu.
Kalimat Marisha hendak meyakinkan tuan mudanya itu.
"Terus kenapa? Apa kau sengaja terjun kebawah sana hendak menghindariku?
"TUAAAAN... "
Teriak Marisha kepada Raga, Raga heran dengan tindakannya itu.
Apa aku keterlaluan berfikir seperti itu kepadanya? Tapi kurasa tidak karena wanita ini selalu bilang kesedihan kesedihan dan kesedihan.
__ADS_1
Marisha melihat Raga termenung saat sudah mengencangkan suaranya itu.
Ada apa dengannya? Apa karena teriakanku itu?, aduh apa aku keterlaluan?.
"Maaf tuan saya keterlaluan
"Tidak mungkin hanya saya yang berlebihan, jika kau tidak ingin cerita tak apa,
Hendak ap yang merasuki fikiran Marisha karena Ini pertama kalinya ia melihat Raga berekspresi seperti itu.
"Tuan sebenarnya, baik saya akan menceritakannya"
Kemudian Marisha menceritakan masa lalunya kepada Raga, ia yang tidak pernah merasakan kebahagian, hanya kesedihan dan kesialan yang menyelimuti dirinya yang kedinginan itu, saat ia kehilangan keluarganya dan saat dia mendapatkan keluarga baru, perjuangan masa SMAnya, Marisha menjelaskan dengan sempurnah bagaimana ia sangat tenang saat mendapatkan masalah, karena ia sudah biasa dengan semuanya. Namun Marisha belum menceritakan bahwa ia belum terlalu paham dengan keberadaannya sekarang, apa dia benar benar berada didalam mimpi ini?
"Seperti itu tuan, jadi tuan muda tidak usah khawatir dengan saya, saya sangat kebal dan kuat kalau soal seperti ini"Marisha hanya bisa menahat air matanya karena tidak mau menjadi wanita lemah. Raga melihat kesedihan dan mata berkaca kaca Marishapun langsung mengelus kepala Marisha lalu mencium kening Marisha, Marisha hanya melototkan matanya karena kaget dengan tindakan Raga.
"Mulai sekarang kau tidak perlu merasa sendiri, cemas dan takut karena aku bersamamu" Marisha kaget bukan kepalang saat melihat Raga tersenyum lembut kepadanya.
Manusia kutub ini kesambet apaan?
Setelah selesai dari ucapannya itu, Ragapun memperbaiki selimut Marisha dan hendak meninggalkan Marisha.
"Istirahalah, jam makan siang nanti aku akan membawamu berjalan jalan"
Tak lupa dengan senyum lembutnya itu Ragapun keluar dari ruangan Marisha.
.
.
.
**Bersambung
Maafya teman teman, Novelku ini sangat sangat sangat jauh dari kata sempurnah😢😢😢, soalnya author masih belajar, tapi semoga teman teman menyukainya❤❤❤.
Mohon dukungan dan semangat.
Jika teman teman suka, maka author akan lebih semangat melanjutkan karyanya🤗.
Salam sahabat dari author👋👋👋👋
__ADS_1
😊😊😊
❤❤❤**