
*Perpus
"Lan mimpi gue kayak nyata"Marisha menghentikan bacaannya dan menatap serius sahabatnya itu. Wulan tidak mengubris kalimat Marisha dia hanya fokus pada tugas yang menumpuk itu didepannya.
"Lan loma gak seru, gue seriusnih"
Wulan kemudian merespon kalimat Marisha dan menatap sahabatnya didepannya.
"Sya emangnya lo mimpi apa serius amat? Lagian ya Sya entar itu ada CEO perusahaan ternama yang langsung terjun kekampus untuk melihat wawancara akhir, emang lo gak tahu? Kita harus siapin untuk wawancara sentar, tugas juga banyak numpuk, proposal bu dewi belum dikumpul, lo sih enak udah selesai lah gue?"
Marisha kasihan mendengar keluhan Wulan, jadi Marisha tidak melanjutkan niatnya untuk memberi tahu Wulan soal mimpinya.
"Sorry deh Lan, ya udah lanjut aja kerjanya yang semangat buatnya biar hasilnya bagus!" Begitulan Marisha memyemangati sahabatnya itu.
"Sorryya Sya bukannya gue gak mau dengar tapi.. "
"Udah gak papa, gue aja yang kepikiran terus soal mimpi gue, gak papa itu cuma mimpi"
Mereka pun melanjutkan pekerjaannya.
* Di aula kampus
Marisha mendengar panggilan Wulan dan melihat wulan duduk disisi kiri ruangan. Marishapun menghampiri Wulan dan duduk disebelah sahabatnya itu.
"Lan emang kita ngapain disini, tadi gue disuruh kesini sama Rido jadi gue kesini?"
"Sebelum wawancara perusahaan itu akan memberi arahan sedikit kurang lebih seperti motifasi gitu"
__ADS_1
" Dari perusahaan mana? Kayak tahun lalu atau beda?"
"Beda Sya"
"Oh"
Mereka mengambil ponselnya karena bosan menunggu, sedangkan Wulan udah mau keluar.
"Sya kita udah menunggu hampir sejam, manani lama banget?"
"Tunggu aja"
Kemudia MC acara naik kepanggung dan memberi semangat kepada para Mahasiswa akhir semester itu, memang sekarang aula ini hanya dihadiri Mahasiswa yang hampir lulus dan mendapat gelar sarjananya.
"Bagaimana apa masih semangat?" serunya yang bergema karena mike.
Seorang pria tinggi tampan dan macho berjalan menuju mimbar panggung. Semua Mahasiswa didalam aula itu histeris dengan kedatangan pria tampan itu termasuk Wulan, Marisha yang heran melihat Mahasiswa yang lainnyapun mengarahkan pandangannya kearah panggung dan melihat sosok pria itu.
"Ooh tidak" Marisha sedikit teriak Wulan yang heran melihat Marishapun bertanya.
"Kenapa Sya?"
Marisha tidak menjawab ia hanha diam tidak menyangka dengan apa yang ia lihat. Marisha hanya melihat terus kearah Pria itu dengan heran dan terfikir kembali dari mimpinya itu.
Ya aku gak salah, benar benar mirip.
"Halo perkenalkan saya Raga aditya angkasa dari Perusahaan Gllen Group, mungkin adik adik sudah mengetahuinya, memang ini pertama kalinya saya terjun langsung untuk acara seperti ini"
__ADS_1
Marisha bertambah kaget dengan namanya itu.
Didalam mimpiku namanya Raga aditya angkasa dari Gllen Group. Apa ini nyata?
Kenapa aku baru tahu nama perusahaan itu?
Marishapun semakin bertanya tanya, setelah semuanya selesai semua Mahasiswa keluar dengan gembira karena mereka melihat secara langsung COE perusahaan yang paling berpengaruh di provinsi B.
"Asiknya ya Sya bisa bertemu sama orang yang sukses seperti tuan Raga".
Marisha hanya terdiam memikirkan semuanya dia tidak merespon sahabatnya itu.
"Sya kamu kenapa sih?"
"Gak Lan gak papa kok"
Setelah wawancara selesai merekapun pulang kembali ke asrama untuk persiapan besok.
"Sya aku pergi dulu ya, aku mau ke toko buku dulu, gak mau ikut?"
"Gak deh Lan, capek heheheh. Lan tolong beliin roti tawarya hahahahaha"
"Okok sip"
.
.
__ADS_1
.
Bersambung